JAKARTA - Gaun dari koran bekas dapat dibuat dengan teknik sederhana menggunakan bahan yang mudah ditemukan. Dalam video tutorial yang dibagikan di YouTube, proses pembuatannya memanfaatkan kertas koran, plastik kresek, lem, steples, lakban bening, serta pewarna makanan untuk menghasilkan gaun daur ulang yang bisa digunakan untuk fashion show ataupun karnaval.
Tahap pertama dimulai dengan menyiapkan kertas koran berukuran 18 x 18 sentimeter. Kertas tersebut dibagi menjadi dua bagian berbentuk segitiga menggunakan cutter. Untuk mempercepat proses, beberapa lembar koran dapat ditumpuk sekaligus sebelum dipotong dan dilipat.
Potongan koran kemudian dilipat secara rapi untuk membuat motif berbentuk daun. Lipatan dibuat hingga ujung kertas, kemudian bagian tengahnya ditekuk. Setelah bentuk daun terbentuk, bagian tertentu direkatkan menggunakan lem kertas. Dari proses ini dihasilkan dua buah ornamen berbentuk daun.
Selanjutnya, satu halaman koran dibagi menjadi dua bagian memanjang. Potongan tersebut kemudian dilipat secara berulang. Pada bagian ujungnya digunakan steples agar lipatan tetap terkunci. Proses dilakukan hingga mencapai ujung kertas.
Lipatan tersebut nantinya digunakan sebagai ornamen pada bagian pundak gaun. Setiap bagian disteples satu per satu sehingga membentuk pola yang dapat dipasang pada kostum. Proses ini disebut cukup cepat dibandingkan pembuatan sejumlah kostum lainnya, meski tetap membutuhkan ketelitian saat melipat dan memasang steples.
Baca Juga: Cara Membuat Kostum Adat dari Plastik Kresek, Murah dan Unik untuk Karnaval
Membuat Rok Berlipat
Bagian berikutnya adalah membuat pola rok dengan teknik wiru-wiru atau lipatan pada bagian bawah rok. Koran dilipat dengan menyisakan sedikit bagian di ujung, kemudian dibuat lipatan secara berulang dan dirapikan.
Setelah mendapatkan bentuk yang diinginkan, bagian pinggirnya disteples. Menurut tutorial tersebut, steples berfungsi agar lipatan tidak mudah terbuka atau megar ketika nantinya diberi lem. Ukuran panjang rok dapat disesuaikan dengan ukuran gaun. Jika ingin membuat ukuran yang lebih besar, beberapa lembar koran bisa disambungkan terlebih dahulu menggunakan lem kertas sebelum dibuat lipatan.
Untuk bagian badan gaun, digunakan plastik kresek yang sudah dipotong memanjang. Plastik tersebut ditempatkan pada area dada dan diberi tali pada bagian pundak. Setelah posisinya sesuai, plastik direkatkan menggunakan lakban bening hingga membentuk pola dasar badan gaun.
Pola rok yang telah dibuat kemudian disatukan dengan bagian badan. Bagian bawah rok direkatkan dengan pola atas menggunakan lem. Pemasangan dilakukan secara hati-hati dan melingkar pada bagian perut agar kedua bagian dapat menyatu dengan rapi.
Setelah itu, pola rok kembali ditempel menggunakan lem tembak. Bagian dalam dan luar disesuaikan terlebih dahulu sebelum direkatkan. Hasilnya, bagian bawah gaun terlihat lebih mengembang.
Baca Juga: Personel Damkar Blitar Nyabu Kini Direhab, Terancam Dipecat jika Mengulangi
Dihias Daun dan Pewarna Makanan
Ornamen yang sebelumnya dibuat dari koran kemudian dipasang pada bagian pundak. Dalam tutorial tersebut, pembuat juga mengingatkan agar menggunakan plastik kresek yang tebal untuk bagian badan karena plastik tersebut akan terkena lem tembak.
Daun-daun yang telah dibuat kemudian dirangkai menjadi bentuk bunga. Setiap bagian ditempel satu per satu. Untuk satu bunga, digunakan lima helai daun. Ornamen daun juga dipasang pada bagian kanan dan kiri pundak untuk menutupi bagian yang dianggap kurang rapi sekaligus mempercantik tampilan kostum.
Rangkaian bunga kemudian dibuat memanjang ke bawah. Tahap akhir dilakukan dengan memberikan warna pada bagian pinggir koran. Pewarna makanan dicampur dengan sedikit air, kemudian diaplikasikan pada tepi koran.
Pewarna dapat diaplikasikan menggunakan kuas agar lebih cepat. Jika tidak tersedia kuas, cotton bud juga dapat digunakan. Pewarna diberikan sedikit demi sedikit pada bagian pinggir koran hingga menghasilkan aksen warna pada kostum.
Setelah seluruh rangkaian selesai, gaun daur ulang dari koran bekas pun siap digunakan. Tutorial tersebut menyebut kostum ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan fashion show maupun karnaval.
Source: Youtube/@onokarya
Editor : Arsya Aulia Velinka Putri