Replika Sayap Burung Garuda dari Kardus dan Kertas, Cocok untuk Karnaval

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:10 WIB
Replika sayap burung garuda dari kardus dan kertas metalik bisa menjadi ide kreatif untuk karnaval dan fashion show bertema kemerdekaan.
Replika sayap burung garuda dari kardus dan kertas metalik bisa menjadi ide kreatif untuk karnaval dan fashion show bertema kemerdekaan.

 

JAKARTA - Replika sayap burung garuda dari bahan kertas dan kardus bisa menjadi ide kreatif untuk kebutuhan acara karnaval, fashion show, maupun kegiatan sekolah. Kreasi tersebut dibuat dengan dominasi warna merah dan putih yang sesuai dengan tema kemerdekaan.

Kreasi replika sayap burung garuda itu diperkenalkan melalui video Kreasi Aisua. Pembuatannya menggunakan bahan dasar kardus sebagai kerangka, kemudian dilapisi bulu-bulu dari kertas metalik. Selain sayap, kreasi tersebut juga dilengkapi bagian ekor sehingga menyerupai bentuk burung garuda.

Tahap awal pembuatan dimulai dengan membuat pola sayap dan ekor pada kardus. Ukuran pola sayap yang digunakan memiliki lebar sekitar 85 sentimeter dan tinggi sekitar 45 sentimeter. Pola tersebut kemudian dipotong dan disiapkan sebagai dasar untuk menempelkan bulu.

Baca Juga: 6.447 Penumpang Naik-Turun Stasiun Blitar Saat Libur Panjang HUT Kemerdekaan, KAI Catat Lonjakan Mob

 

Pada bagian tengah kardus, pembuat menambahkan lapisan kardus untuk memperkuat struktur. Bagian tersebut berfungsi agar kardus tidak mudah lemas atau berubah bentuk. Setelah itu, dibuat lubang sebagai tempat memasang pita atau tali yang nantinya dikaitkan pada pundak.

Pita satin warna merah digunakan sebagai tali. Panjangnya sekitar 40 sampai 50 sentimeter, dengan ukuran yang dapat disesuaikan dengan tubuh anak yang akan mengenakan replika sayap tersebut.

Bulu Merah dan Putih Disusun Bertahap

Setelah kerangka selesai, proses berikutnya adalah menempelkan bulu pada bagian sayap. Bulu ditempel satu per satu mengikuti pola kardus. Pemasangan dimulai dari bagian atas, kemudian dilanjutkan ke bagian bawah dan tengah sayap.

Baca Juga: Personel Damkar Blitar Nyabu Kini Direhab, Terancam Dipecat jika Mengulangi

 

Warna merah digunakan terlebih dahulu pada beberapa barisan bulu. Penempelan dilakukan secara bertahap dari bagian tengah menuju sisi kanan dan kiri, kemudian diteruskan hingga seluruh bagian yang ditentukan tertutup.

Setelah warna merah selesai, bagian tengah sayap diberi bulu berwarna putih. Kertas yang digunakan tetap berasal dari bahan yang sama, hanya memanfaatkan sisi baliknya. Dengan cara tersebut, pembuat tidak perlu menyiapkan bahan kertas baru untuk menghasilkan warna putih.

Pemasangan bulu kemudian dilakukan pada kedua sayap hingga permukaan kardus tertutup. Bagian tengah juga diberi bulu dengan arah yang berbeda. Jika bulu pada sisi kanan dan kiri mengarah ke atas, bagian tengah dibuat dengan susunan yang menyesuaikan pola tersebut.

Baca Juga: Ormas Soroti PKS di Area KHDPK Blitar, Ada Dua Dokumen Saling Klaim Pengelolaan Hutan

 

Bagian ekor menggunakan bulu dengan ukuran lebih besar dibandingkan bulu pada sayap. Pemasangannya dimulai dari bagian bawah dan dilakukan satu per satu hingga permukaan kardus tertutup. Pada bagian ini, warna putih ditambahkan di antara warna merah agar menghasilkan perpaduan kedua warna.

Awalnya bagian ekor dibuat dengan warna merah, tetapi pembuat kemudian menambahkan warna putih karena dinilai lebih sesuai dengan keseluruhan tampilan. Pola warna merah dan putih tersebut diterapkan hingga bagian atas dan bawah ekor selesai.

Lambang Garuda Ditempel di Bagian Tengah

Setelah seluruh bulu terpasang, lambang Garuda Pancasila dicetak dan ditempelkan pada bagian tengah menggunakan lem tembak. Hasil cetakan dapat diperkuat dengan tambahan kardus atau kertas yang sedikit lebih tebal agar tidak mudah rusak.

Baca Juga: Bakar Sampah Klobot Jagung, Gudang Pakan Bebek di Ponggok Terbakar, Kerugian Capai Rp60 Juta

 

Sementara itu, bagian perisai yang sempat direncanakan untuk dibuat akhirnya tidak digunakan karena waktu pengerjaan terbatas. Pembuat memilih menyelesaikan bagian sayap dan ekor sebagai hasil akhir kreasi.

Untuk bahan kertas metalik warna merah, pembuat menyebut membutuhkan enam lembar. Setelah seluruh bagian selesai ditempeli bulu, replika sayap burung garuda tersebut dapat digunakan sebagai aksesori untuk berbagai kegiatan, termasuk karnaval dan fashion show.

Pembuat juga menyarankan agar hasil kreasi tersebut dikembangkan kembali dengan tambahan aksesori lain. Beberapa bagian yang dapat dikreasikan antara lain aksesori kepala maupun perisai di bagian depan.

Baca Juga: Viral Disebut Penemu Sound Horek, Memet Brewok Tegaskan Bukan Dirinya

 

Kreasi berbahan sederhana tersebut menunjukkan bahwa kardus dan kertas metalik dapat dimanfaatkan menjadi properti bertema kemerdekaan. Dengan mengikuti pola dan tahapan pemasangan bulu, replika sayap burung garuda dapat dibuat sesuai ukuran dan kebutuhan pemakainya.

Baca Juga: Brewok Audio Siapkan Tim 13 dan Tim 4 untuk Sejumlah Karnaval, Peralatan Baru Mulai Dipasang

Course: YouTube @kreasiaiswa

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Kreasi kemerdekaan #Replika Sayap Burung Garuda #Karnaval #Kerajinan Kardus #Kertas Metalik