Kostum karnaval tidak harus dibuat menggunakan kain atau bahan mahal. Bubble wrap, plastik kresek, dan kertas manila dapat disulap menjadi gaun unik dengan sentuhan motif batik dan hiasan bernuansa emas.
Dalam tutorial tersebut, bahan utama yang digunakan untuk membuat hiasan kostum adalah kertas manila berwarna emas berukuran 12,5 x 12,5 sentimeter. Kertas berbentuk persegi tersebut dilipat menjadi segitiga, kemudian dibelah menjadi dua bagian.
Potongan kertas lalu dilipat kembali hingga menyerupai bentuk daun. Bagian tertentu diberi lem agar bentuknya tetap kokoh. Untuk membuat tangkai hiasan, digunakan tusuk lidi atau tusuk sate yang ditempelkan pada bagian ujung kertas.
Baca Juga: Gemilang Production Bawa Spek Full 3D System, 10 Subwoofer dan 12 Kara 210
Selanjutnya, dibuat hiasan untuk bagian pundak. Kertas dilipat atau diwiru secara rapi, kemudian bagian ujungnya distaples agar lipatan tidak mudah terbuka.
Bagian rok gaun dihias dengan motif menyerupai batik. Pola digambar terlebih dahulu pada kertas, kemudian beberapa lembar kertas ditumpuk dan dipotong bersamaan. Teknik tersebut membuat proses pembuatan hiasan menjadi lebih cepat.
Setelah dipotong mengikuti pola, kertas dibuka sehingga menghasilkan beberapa lembar hiasan dengan bentuk seragam. Motif tersebut kemudian menjadi salah satu aksen utama pada bagian rok.
Baca Juga: Paket Sound System Rp3 Juta Ternyata Sudah Lengkap, Bisa Dipakai dengan Listrik 450 Watt
Untuk membuat renda, digunakan plastik kresek berwarna hitam. Plastik dibelah dan dibuka, kemudian disambung menggunakan isolasi atau double tape. Setelah itu, plastik dibuat wiru kecil secara berulang hingga menghasilkan bentuk seperti renda.
Pembuatan badan gaun dapat menggunakan ukuran tubuh pemakai. Jika tidak memiliki manekin, proses pengukuran bisa dilakukan langsung menggunakan tubuh sendiri atau orang yang akan mengenakan kostum.
Bagian belakang gaun dibuat menggunakan double tape sehingga tidak memerlukan kancing maupun ritsleting. Cara tersebut membuat kostum lebih praktis ketika dikenakan dan dilepas.
Untuk bagian rok, plastik kemudian dilipat menjadi wiru yang lebih lebar. Bagian atas lipatan distaples agar tidak mudah terbuka ketika proses pemasangan. Setelah itu, bagian rok ditempelkan pada bagian atas gaun secara perlahan hingga menyatu.
Renda hitam yang sudah dibuat kemudian dipasang pada bagian bawah rok. Pemasangan dilakukan dengan rapi agar memberikan aksen kontras sekaligus membuat bentuk gaun terlihat lebih menarik.
Hiasan pundak dibuat menggunakan kertas emas yang sebelumnya telah dibentuk menyerupai daun. Stik ditempelkan pada bagian samping, kemudian bentuk daun dipasang pada ujungnya hingga menyerupai anak panah.
Baca Juga: SMAN Kanigoro Segera Terwujud? Bekas SDN Satreyan 1 Dibidik, Bisa Tampung 8 Rombel per Angkatan
Beberapa hiasan daun lainnya kemudian dirangkai pada bagian bawah sehingga menghasilkan ornamen dekoratif untuk bagian pundak.
Tidak berhenti pada gaun, dibuat pula aksesori berupa bandana atau mahkota. Bahan dasarnya menggunakan pola kertas persegi yang dilipat dan dibentuk menyerupai daun.
Beberapa bentuk daun kemudian disusun dan ditempelkan pada bandana plastik. Hasilnya adalah aksesori kepala bernuansa emas yang melengkapi tampilan kostum karnaval.
Baca Juga: Viral Disebut Penemu Sound Horek, Memet Brewok Tegaskan Bukan Dirinya
Kreasi ini dapat menjadi inspirasi untuk membuat kostum karnaval dengan biaya terjangkau. Perpaduan bubble wrap, plastik kresek, kertas emas, serta motif batik membuat gaun terlihat unik dan berbeda.
Bagi pengguna yang mengenakan pakaian muslim, kostum tersebut juga dapat dipadukan dengan baju dalaman berlengan panjang agar tetap nyaman dan sesuai kebutuhan.
Editor : Cecilia Dzakira Pasha