JAKARTA - Cek sound horeg terbaru 2026 tidak lagi sekadar membahas seberapa keras suara yang mampu dihasilkan sebuah sistem audio. Perkembangan terbaru di Jawa Timur menunjukkan perhatian mulai bergeser pada karakter frekuensi, keamanan perangkat, hingga teknologi yang membantu masyarakat mengetahui dampak suara.
Salah satu sorotan datang dari penelitian Universitas Negeri Surabaya yang dipublikasikan pada 2 Agustus 2026. Penelitian tersebut membandingkan Rajawali Audio dan JL Musik dalam Festival Anniversary Artes Squad di Jombang. Keduanya disebut memiliki pendekatan teknis yang relatif mirip, tetapi menghasilkan karakter audio yang berbeda.
Dalam penelitian tersebut, Rajawali Audio disebut lebih unggul dalam menghasilkan frekuensi rendah. Karakter itu memberikan efek “horeg” yang lebih kuat. Sementara JL Musik lebih menonjolkan kejernihan suara serta keseimbangan pada frekuensi menengah.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa penilaian terhadap sistem sound horeg tidak cukup hanya berdasarkan ukuran perangkat atau besarnya daya. Karakter suara yang dihasilkan juga menjadi bagian penting ketika sebuah sistem diuji dalam acara.
Baca Juga: Astra Daihatsu Blitar Peduli Lingkungan, Serahkan Sarana Pengelolaan Sampah di Kelurahan Klampok
Sound Horeg Makin Besar
Perkembangan sound horeg pada 2026 juga terlihat dari skala sejumlah kegiatan masyarakat. Salah satunya Medali Spectacular Carnival 2026 di Desa Medali, Kabupaten Mojokerto.
Acara tersebut melibatkan 32 regu dengan 32 set sound horeg. Total biaya penyelenggaraan yang dilaporkan mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Jumlah perangkat dan skala acara tersebut memperlihatkan bahwa sound horeg telah menjadi bagian dari konsep pertunjukan yang melibatkan banyak peserta.
Namun, semakin besar perangkat yang digunakan, semakin penting pula aspek keamanan. Cek sound tidak seharusnya hanya berfokus pada hasil audio, tetapi juga memastikan perangkat terpasang dengan aman sebelum acara berlangsung.
Hal itu menjadi perhatian setelah insiden Pakis Wetan Carnival di Mojokerto pada Juni 2026. Dua speaker middle yang ditempatkan di atas truk terjatuh. Salah satu perangkat kemudian menimpa seorang ibu dan anak balita yang sedang menyaksikan karnaval. Korban dilaporkan mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa penggunaan sound system berukuran besar membutuhkan penataan yang matang. Posisi speaker, konstruksi penyangga, kendaraan, kabel, serta jarak antara perangkat dan penonton merupakan bagian yang perlu diperhatikan.
Ada Sistem Peringatan Dini
Perkembangan sound horeg ternyata juga mulai mendorong munculnya teknologi pemantauan. Pada Juli 2026, seorang pemuda bernama Andi Surya membuat Soundhoreg Early Warning System (EWS) di Malang.
Platform tersebut dirancang untuk memberikan informasi mengenai lokasi acara sound horeg sekaligus memperkirakan radius dampak suara berdasarkan asumsi tingkat kebisingan.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengetahui apakah posisi mereka berada di area yang diperkirakan terdampak suara. Kehadiran platform ini menunjukkan adanya upaya memanfaatkan teknologi untuk memberikan informasi kepada masyarakat di sekitar lokasi acara.
Baca Juga: Astra Daihatsu Blitar Peduli Lingkungan, Serahkan Sarana Pengelolaan Sampah di Kelurahan Klampok
Di sisi lain, penggunaan sound horeg tidak berlaku sama di setiap daerah. Pemerintah Kota Malang menegaskan larangan penggunaan sound horeg dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI pada Agustus 2026. Larangan tersebut mencakup kegiatan seperti pawai budaya, karnaval, dan bersih desa.
Penertiban juga terjadi di Jember. Pada Februari 2026, polisi membubarkan tujuh unit sound horeg yang beroperasi pada dini hari setelah adanya laporan warga karena dianggap mengganggu ketertiban.
Rangkaian fakta tersebut membuat cek sound horeg terbaru 2026 memiliki pembahasan yang lebih luas. Rajawali Audio dan JL Musik memperlihatkan adanya perbedaan karakter suara dalam penelitian yang dilakukan, sementara insiden Mojokerto menjadi pengingat pentingnya keamanan perangkat.
Di saat yang sama, kemunculan Soundhoreg EWS menunjukkan adanya inovasi untuk membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai potensi dampak suara.
Karena itu, cek sound yang ideal bukan semata-mata mencari sistem dengan suara paling keras. Kualitas audio, karakter frekuensi, keamanan pemasangan, kondisi lingkungan, dan aturan daerah menjadi faktor yang sama pentingnya dalam perkembangan sound horeg pada 2026.
Editor : Muhammad Rusdian NuzulaSumber : detikjatim