JAKARTA - Topi bunga daisy dari barang bekas bisa menjadi ide kreatif untuk memanfaatkan berbagai material yang sudah tidak terpakai. Dalam video di channel YouTube Handmade by Umi, sebuah ceting bekas, kardus, karton, plastik belanja, hingga bubble wrap bekas paket disulap menjadi topi berbentuk bunga daisy yang dapat dipadukan dengan dress.
Proses pembuatannya dimulai dengan menyiapkan kardus bekas. Karena tidak memiliki kardus berukuran lebar, pembuat topi tersebut menyambungkan beberapa bagian kardus terlebih dahulu. Kardus kemudian digunakan sebagai dasar untuk membuat lingkaran sesuai ukuran yang dibutuhkan.
Setelah lingkaran dibuat, bagian tengahnya dilubangi dengan menyisakan jarak sekitar 1 sentimeter dari garis. Bagian luar kemudian digunting dengan lebar sekitar 10 hingga 12 sentimeter. Ceting bekas yang sudah disiapkan lalu ditempelkan pada bagian tersebut.
Baca Juga: Cek Sound Horeg Terbaru 2026 di Malang Raya, Ini Jadwal dan Lokasinya
Ceting ditekan agar menempel dengan kuat. Setelah bagian dasar selesai, proses dilanjutkan dengan menyiapkan kertas karton putih yang nantinya digunakan untuk membuat kelopak bunga.
Lebar karton yang digunakan sekitar satu jari atau kurang lebih 8 sentimeter. Ukuran tersebut masih dapat disesuaikan dengan selera. Karton kemudian digunting menjadi beberapa lembar.
Jika hasil guntingan tidak sepenuhnya lurus, bagian tersebut tidak perlu langsung dibuang. Dalam video tersebut, potongan karton yang kurang rapi masih dapat disambungkan menggunakan lakban sehingga tetap bisa dimanfaatkan.
Baca Juga: Sound Horeg Paling Kencang 2026, Rajawali Audio Unggul di Frekuensi Rendah
Membuat Kelopak Bunga Daisy
Untuk mempercepat proses pemotongan, beberapa lembar karton dilipat menjadi tiga bagian. Setelah itu, bagian kanan dan kiri digunting hingga menghasilkan bentuk yang diperlukan.
Kelopak bunga kemudian dibuat menggunakan pola sederhana. Pembuatannya dilakukan dengan menjiplak bentuk kelopak pertama ke lembaran karton lainnya. Dalam pembuatan topi tersebut, dibutuhkan sekitar 16 hingga 17 kelopak.
Jumlah kelopak dapat berbeda tergantung ukurannya. Semakin lebar kelopak yang dibuat, jumlah yang dibutuhkan semakin sedikit. Sebaliknya, kelopak yang lebih kecil membutuhkan jumlah lebih banyak agar bagian topi dapat tertutup dengan baik.
Baca Juga: Sound Horeg Paling Kencang 2026, Ini Tiga Nama yang Jadi Sorotan
Material bekas lainnya yang digunakan adalah plastik kuning dari kantong belanja. Plastik tersebut sebelumnya disimpan dengan cara dilipat agar tetap rapi dan dapat digunakan kembali.
Plastik kemudian digunting pada bagian atas, bawah, dan pinggirnya. Setelah dilebarkan, plastik dilipat dan dipotong pada bagian tepinya. Hasil potongan tersebut kemudian ditempelkan pada bagian tengah ceting untuk membentuk detail permukaan topi.
Pemasangan plastik dilakukan dengan teknik seperti rempel. Plastik tidak ditarik terlalu kuat saat ditempelkan. Untuk bagian tersebut, satu lembar plastik dinilai sudah cukup.
Baca Juga: Astra Daihatsu Blitar Peduli Lingkungan, Serahkan Sarana Pengelolaan Sampah di Kelurahan Klampok
Memanfaatkan Bubble Wrap Bekas Paket
Selain plastik belanja, bubble wrap bening bekas paket juga dimanfaatkan untuk bagian bawah topi. Bubble wrap dipotong menjadi bagian-bagian kecil kemudian ditempelkan dengan teknik yang sama.
Beberapa lapisan digunakan agar bagian tersebut tidak terlalu menerawang. Setelah lapisan plastik selesai dipasang, kelopak bunga daisy mulai dirangkai pada bagian kanan dan kiri topi.
Kelopak juga dipasang pada bagian bawah dan atas. Penempatan tersebut dilakukan agar hasil akhirnya terlihat rapi dan lurus. Proses menempelkan seluruh bagian kemudian dilanjutkan hingga membentuk topi bunga secara utuh.
Baca Juga: Sound Horeg Paling Kencang 2026, Ini Kekuatan Brewog Audio dan Pesaingnya
Bagian bawah topi selanjutnya ditutup menggunakan kertas karton. Setelah itu, tali dipasang agar topi dapat digunakan.
Hasil akhirnya memperlihatkan topi bunga daisy dari barang bekas yang dikenakan bersama dress dengan warna senada. Pembuat juga menyebutkan bahwa pembuatan dress tersebut akan dibagikan pada kesempatan lain.
Kreasi ini menunjukkan bahwa sejumlah barang bekas seperti ceting, kardus, plastik belanja, dan bubble wrap masih dapat dimanfaatkan menjadi aksesori. Selain mengurangi material yang terbuang, barang-barang tersebut dapat diolah menjadi karya kerajinan dengan bentuk yang berbeda dari fungsi awalnya.
Baca Juga: Sound Horeg Paling Kencang 2026, Rajawali Audio Jadi Salah Satu yang Unggul
Course: YouTube @Kerajinandaribarangbekas
Editor : Agnes Adelia Hernanda