TOTALITAS: Erita Dwi Anggraini (kanan) merias salah seorang klien sesuai dengan karakter.
BLITAR KAWENTAR – Menjadi mahasiswa bukan alasan untuk berhenti mengembangkan potensi diri.
Hal itu dibuktikan Erita Dwi Anggraini, mahasiswa Program Studi Manajemen asal Desa Soso, Kecamatan Gandusari, yang aktif berorganisasi, berkiprah sebagai Putri Batik Blitar, sekaligus merintis bisnis makeup artist (MUA).
Ketertarikan Erita pada dunia makeup sebenarnya sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Baca Juga: Menelusuri Istana Gebang, Rumah Bersejarah yang Menyimpan Jejak Kehidupan Bung Karno
Sang kakak kala itu memiliki sejumlah peralatan makeup di rumah. Namun, minat tersebut belum menjadi prioritas karena Erita lebih banyak menghabiskan waktunya untuk kegiatan organisasi dan berbagai perlombaan.
Kini, perempuan 21 tahun itu mulai serius mengembangkan bakatnya menjadi peluang usaha. Sekitar setahun terakhir, Erita menjalankan jasa MUA.
Tak hanya itu, dia juga mulai mengembangkan usaha dokumentasi menggunakan drone serta penyewaan paddle board di Telaga Blumbang Gede, Desa Soso.
Baca Juga: Istana Gebang Blitar Disebut Menyimpan Aura Mistis, Pengunjung Mengaku Rasakan Energi Berbeda
Ketertarikan terhadap makeup terus terbawa hingga masa sekolah. Saat SMP, Erita aktif di OSIS, pramuka, dan PMR. Ketika SMA, aktivitasnya lebih banyak di pramuka dan berbagai perlombaan.
Meski sibuk berorganisasi, kemampuan merias tetap dimanfaatkan ketika ada kegiatan tertentu. Erita kerap merias teman-temannya saat mengikuti perlombaan pramuka, seperti lomba menari maupun senam.
“Kalau ada lomba pramuka, seperti menari atau senam, saya selalu ikut merias teman-teman dengan makeup seadanya,” ungkapnya.
Keseriusan menekuni dunia MUA baru tumbuh ketika memasuki semester kedua perkuliahan. Dorongan dari orang tua membuat Erita mulai memikirkan usaha yang bisa dijalankan sendiri.
Karena masih belum menentukan bidang usaha, dia akhirnya meminta izin mengikuti kursus makeup selama dua bulan dengan total 12 kali pertemuan.
Dari kursus tersebut, Erita semakin yakin bahwa makeup bukan sekadar hobi, tetapi kemampuan yang bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan.
Baca Juga: Biografi Soekarno, Dari Pahlawan Kemerdekaan hingga Pemimpin yang Penuh Kontroversi
Usaha MUA Erita mulai dirintis pada Maret 2025. Sebulan setelahnya, dia membuat akun Instagram khusus untuk memasarkan jasa makeup yang ditawarkan.
Menariknya, klien pertama justru datang ketika Erita masih mengikuti kursus. Saat itu, dia baru memasuki pertemuan ketujuh. Setelah itu, pelanggan perlahan mulai bertambah dan beberapa di antaranya bahkan berasal dari luar kota, meskipun jumlahnya masih terbatas.
Perjalanan membangun bisnis tersebut tentu tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah mendapatkan kepercayaan klien di tengah persaingan jasa MUA yang cukup ketat.
Baca Juga: Gemilang Production Pendatang Baru di Jember, Bawa 10 Subwoofer dan Line Array Kara 210
Keterbatasan modal juga sempat menjadi kendala ketika Erita baru memulai usaha.
Dia harus melengkapi variasi produk makeup agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Beruntung, dukungan keluarga turut membantunya melewati fase awal tersebut.
“Orang tua tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga membantu menyediakan modal untuk kebutuhan usaha,” tuturnya.
Baca Juga: SMAN Kanigoro Segera Terwujud? Bekas SDN Satreyan 1 Dibidik, Bisa Tampung 8 Rombel per Angkatan
Dalam memberikan layanan, Erita memilih konsep personal dan custom look. Dia tidak ingin menerapkan satu gaya makeup kepada semua klien karena setiap orang memiliki karakter wajah yang berbeda.
Struktur wajah, warna kulit, jenis kulit hingga konsep acara menjadi sejumlah pertimbangan sebelum menentukan gaya riasan. Pendekatan tersebut dilakukan agar hasil makeup dapat menyesuaikan kebutuhan dan karakter masing-masing klien.
Kebersihan peralatan juga menjadi perhatian. Kuas dan spons dipastikan steril sebelum digunakan. Produk makeup dipilih dengan mempertimbangkan kualitas serta keamanan bagi kulit.
Erita juga menerapkan teknik persiapan kulit dan penguncian makeup agar hasil riasan dapat bertahan lebih lama.
Perjalanan Erita sebagai MUA berjalan beriringan dengan kiprahnya sebagai Putri Batik Blitar. Dia berhasil masuk 10 besar seleksi Putra Putri Batik Blitar dan kemudian menyandang gelar Putri Persahabatan Batik Blitar.
Pengalaman tersebut memberinya pelajaran mengenai manner sekaligus membuka kesempatan untuk membangun relasi. Kemampuan makeup bahkan menjadi salah satu bakat yang ditampilkan Erita selama mengikuti tahapan seleksi.
Baca Juga: Kostum Karnaval dari Plastik Kresek dan Pita Satin, Mudah Dibuat untuk Berbagai Tema
Bagi Erita, bisa memperoleh penghasilan dari usaha sendiri menjadi kebanggaan sekaligus bentuk kemandirian.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya bahwa kerja keras dan potensi diri dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai.
Ke depan, Erita ingin membawa bisnis MUA yang dirintisnya dari skala personal menjadi bisnis profesional.
Baca Juga: SPL Audio 16 Sap Bikin Heboh, Ternyata Rahasia Suara Gahar Ada di Middle 10 Inci
Dia menargetkan memiliki studio sendiri, menyediakan penyewaan attire, membangun tim, memperluas layanan hingga luar kota, serta membuka kelas makeup.
“Rasa takut itu wajar, tetapi jangan biarkan ia duduk di kursi kemudi hidup Anda,” pesannya kepada perempuan muda yang masih ragu memulai usaha. (*)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari