MALANG - Tumpak Sewu menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi dari Kota Malang. Menariknya, wisatawan yang ingin menuju Tumpak Sewu dari Malang tidak harus membawa kendaraan pribadi atau mengikuti open trip.
Perjalanan menuju air terjun yang berada di kawasan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, itu bisa dilakukan dengan bus umum dari Terminal Bayangan Pasar Gadang. Cara tersebut menjadi pilihan menarik bagi backpacker yang ingin menekan biaya perjalanan.
Dalam perjalanan yang dibagikan melalui video YouTube, wisatawan berangkat dari Pasar Gadang menggunakan bus jurusan Malang-Lumajang. Tarif bus yang dibayarkan sekitar Rp40 ribu. Perjalanan berlangsung sekitar dua jam lebih hingga tiba di kawasan Tumpak Sewu.
Baca Juga: Samsung Terbaru 2026 Punya Banyak Pilihan, Ini Rekomendasi Sesuai Kebutuhan
Rute Tumpak Sewu dari Malang Naik Bus
Tumpak Sewu berada di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Dari pusat Kota Malang, jaraknya sekitar 65-70 kilometer melalui jalur darat. Selama ini, mayoritas wisatawan menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, kendaraan rental, atau mengikuti open trip.
Namun, pengalaman backpacker tersebut menunjukkan bahwa perjalanan tanpa kendaraan pribadi tetap memungkinkan. Dari Pasar Gadang, wisatawan dapat mencari bus jurusan Malang-Lumajang dan meminta turun di kawasan Tumpak Sewu.
Setibanya di lokasi, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju loket. Harga tiket masuk yang disebutkan dalam video adalah Rp20 ribu per orang, baik saat hari biasa maupun akhir pekan.
Di sekitar area masuk juga tersedia fasilitas seperti warung, toilet, penitipan barang, serta penyewaan alas kaki. Untuk penitipan barang, tarif yang disebutkan sekitar Rp5 ribu, sedangkan penyewaan sandal atau sepatu sekitar Rp20 ribu.
Tracking Menantang dengan Panorama Menakjubkan
Setelah melewati loket, perjalanan menuju panorama Tumpak Sewu dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 350 meter. Jalur tersebut didominasi turunan dan tangga kecil yang berada di sisi tebing.
Beberapa bagian jalur cukup sempit sehingga wisatawan harus bergantian ketika berpapasan. Kondisi trek juga dapat menjadi licin, terutama ketika terkena aliran air.
Meski cukup menguras tenaga, pemandangan sepanjang perjalanan menjadi salah satu daya tarik. Tebing hijau, pepohonan, aliran air, hingga suasana yang menyerupai latar film petualangan membuat perjalanan terasa sepadan.
Sesampainya di area bawah, hempasan air Tumpak Sewu bahkan terasa seperti hujan. Wisatawan yang ingin mengambil foto atau video dari dekat disarankan menyiapkan jas hujan agar tidak terlalu basah.
Baca Juga: Samsung Terbaru Pertengahan 2026, Ini 9 Pilihan Sesuai Kebutuhan
Backpacker Bisa Pulang-Pergi atau Menginap
Perjalanan Tumpak Sewu dari Malang juga memungkinkan dilakukan pulang-pergi dalam satu hari. Dalam video tersebut, seorang wisatawan dari Jakarta memilih datang menggunakan transportasi umum dan berencana kembali ke Kota Malang menggunakan bus yang sama.
Namun, bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi kawasan Pronojiwo lebih lama, tersedia sejumlah penginapan di sekitar destinasi wisata. Dalam perjalanan tersebut, penginapan yang dipilih adalah Harmony Guest House dengan tarif sekitar Rp250 ribu per malam.
Keputusan menginap juga memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di sekitar Pronojiwo. Salah satunya Air Terjun Kapas Biru yang dikenal memiliki panorama alam menarik.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa liburan ke Tumpak Sewu tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Dengan memanfaatkan bus umum, wisatawan bisa menghemat biaya transportasi sekaligus menikmati perjalanan dengan gaya backpacker.
Bagi wisatawan yang ingin mencoba rute serupa, waktu keberangkatan dan jadwal bus sebaiknya dipastikan terlebih dahulu. Selain itu, kondisi fisik juga perlu diperhatikan karena jalur menuju area air terjun memiliki medan menurun dan cukup menantang.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : VLOG ADIE