Cara Memilih Buah Matang, Ternyata Tak Cukup Lihat Warna Kulit

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:36 WIB
Cara memilih buah matang tak hanya dari warna. Kenali tanda kematangan nanas, semangka, pisang, mangga, alpukat hingga citrus.
Cara memilih buah matang tak hanya dari warna. Kenali tanda kematangan nanas, semangka, pisang, mangga, alpukat hingga citrus.

JAKARTA - Cara memilih buah matang tidak selalu cukup dengan melihat warna kulitnya. Berat, tekstur, aroma, hingga bagian tertentu dari buah bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui apakah buah sudah siap dimakan atau masih perlu waktu untuk matang.

Hal itu dijelaskan Tristan Kwong, sosok yang bertanggung jawab membeli, mencari, dan memilih buah untuk disajikan dalam fruit plate di restoran. Dalam demonstrasinya, Tristan menunjukkan cara memilih puluhan jenis buah, mulai nanas, semangka, pisang, apel, pir, mangga, hingga berbagai buah tropis.

Menurut Tristan, nanas yang matang biasanya mulai berubah warna menjadi keemasan. Bagian bawahnya juga akan mengeluarkan aroma yang semakin kuat. Salah satu cara lain yang ia gunakan adalah menarik daun yang berada di bagian tengah. Daun tersebut seharusnya dapat ditarik dengan relatif mudah, tetapi tidak terlalu mudah.

Baca Juga: Daihatsu Ayla Bekas di Bawah Rp100 Juta, Benarkah Cocok Disiksa? Ini Jawabannya

Pada semangka, berat menjadi indikator penting. Tristan menyarankan memilih semangka yang terasa paling berat dibandingkan ukurannya. Ia menjelaskan, buah yang matang dan juicy memiliki banyak air. Ketika diketuk, getaran yang terasa di sisi lain semangka juga dapat menjadi petunjuk.

Pisang memiliki tanda kematangan yang berbeda. Bintik-bintik pada kulit menunjukkan gula mulai mengalami kristalisasi di bawah kulit. Namun, tanda tersebut tidak boleh disamakan dengan memar.

Tristan juga menyarankan menyimpan pisang di meja dan menjauhkannya dari buah lain. Pisang merupakan salah satu buah yang banyak menghasilkan etilen. Gas tersebut dapat memengaruhi proses pematangan buah di sekitarnya.

Berat buah bisa menjadi petunjuk

Untuk apel Fuji, Tristan menggunakan cara sederhana dengan membandingkan beberapa buah berukuran relatif sama. Apel yang terasa lebih berat dianggap memiliki lebih banyak sari buah. Apel yang matang juga mulai kehilangan warna kehijauan pada kulitnya.

Pir memiliki indikator tekstur. Buah yang matang seharusnya terasa sedikit lunak ketika ditekan, tetapi tidak sampai lembek. Tristan menilai tingkat kematangan pir juga bergantung pada selera karena ada orang yang menyukai tekstur renyah dan ada yang lebih menyukai buah yang lunak serta manis.

Mangga juga bisa diperiksa dengan cara ditekan. Mangga matang akan terasa sedikit lebih lunak dan menyisakan sedikit lekukan. Pada bagian batang, terkadang terlihat cairan bening dan lengket yang disebut Tristan sebagai gula yang keluar dari buah.

Sementara itu, alpukat yang matang akan berubah dari hijau terang menjadi lebih gelap. Teksturnya sedikit empuk, tetapi tidak sampai terasa lembek. Bagian kecil pada ujung batang juga bisa dilepas. Tristan menjelaskan, warna putih menunjukkan alpukat belum matang, hijau berarti matang, sedangkan cokelat menandakan buah sudah terlalu matang.

Pada markisa, warna bukan indikator utama. Tristan justru memilih buah berdasarkan berat dibandingkan ukurannya. Buah yang lebih berat memiliki lebih banyak cairan di bagian dalam.

Buah naga dapat dipilih dengan memberikan tekanan ringan pada kulit. Buah matang terasa memiliki sedikit ruang atau tekstur lunak di dalam, tetapi tidak sampai penyok. Papaya juga harus terasa lebih lembut ketika matang. Jika masih keras, buah tersebut membutuhkan waktu lebih lama.

Setiap buah punya tanda kematangan berbeda

Kesemek yang matang akan berubah menjadi oranye lebih gelap dan teksturnya menjadi sangat lembut. Kiwi matang memiliki kulit yang lebih gelap dan terasa sedikit firm ketika ditekan.

Untuk stroberi, Tristan menekankan pentingnya warna merah yang dalam. Bagian atas harus terlihat segar, sedangkan bagian dalam buah idealnya hanya memiliki sedikit warna putih.

Sementara itu, buah-buahan citrus seperti pomelo, jeruk, lemon, limau, mandarin, dan kumquat memiliki prinsip pemilihan yang hampir sama. Buah yang terasa berat dibandingkan ukurannya cenderung memiliki lebih banyak air.

Baca Juga: Daihatsu Ayla Bekas di Bawah Rp100 Juta, Benarkah Cocok Disiksa? Ini Jawabannya

Kulit citrus yang halus dan mengilap juga menjadi indikator yang diperhatikan Tristan. Ia menjelaskan bahwa buah citrus menghasilkan minyak alami. Ketika kulitnya tidak lagi mengilap, produksi minyak tersebut disebut tidak lagi banyak.

Khusus lemon dan limau, Tristan mengatakan keduanya berhenti mengalami proses pematangan setelah dipetik. Karena itu, tidak ada cara untuk membuat keduanya semakin matang setelah dibeli.

Dari berbagai buah tersebut, terlihat bahwa cara memilih buah matang sangat bergantung pada karakter masing-masing. Ada buah yang lebih mudah dikenali melalui warna, sementara lainnya justru lebih akurat diperiksa lewat berat, aroma, atau tekstur.

Bagi Tristan, proses memilih hingga menyusun fruit plate merupakan hasil dari pengalaman dan percobaan berulang. Ia kemudian menata berbagai potongan buah menjadi satu sajian dengan tampilan menyerupai bunga.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Bon Appit
Cara memilih buah matang Buah matang Tips memilih buah Buah segar Tristan Kwong