Konsumsi Buah untuk Awet Muda, Dokter Sarankan 10 Jenis dan 10 Warna

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:41 WIB
Konsumsi buah untuk awet muda disarankan beragam warna. Dokter menyebut 10 jenis buah dan 10 warna untuk melengkapi antioksidan. (SC YOUTUBE)
Konsumsi buah untuk awet muda disarankan beragam warna. Dokter menyebut 10 jenis buah dan 10 warna untuk melengkapi antioksidan. (SC YOUTUBE)

JAKARTA - Konsumsi buah untuk awet muda disarankan dilakukan dengan memilih beragam jenis dan warna. Dalam tayangan Ayo Hidup Sehat, seorang dokter menjelaskan bahwa buah berwarna-warni mengandung fitokimia dengan efek antioksidan yang berbeda dalam menangkal radikal bebas.

Menurut dokter dalam tayangan tersebut, warna buah berkaitan dengan kandungan zat fitokimia. Beberapa kelompok yang disebut antara lain karotenoid, antosianin, lutein, dan likopen. Zat-zat tersebut dijelaskan memiliki efek antioksidan.

Karena jenis antioksidannya berbeda, konsumsi buah tidak dianjurkan hanya terpaku pada satu warna. Buah berwarna merah, kuning, hijau, ungu, hitam, putih hingga cokelat disebut memiliki kandungan yang dapat saling melengkapi.

“Pokoknya pilih yang warnanya kinclong, merah ya merah seperti semangka, seperti apel. Kemudian yang kuning,” kata dokter dalam tayangan tersebut.

Baca Juga: 5 HP 1 Jutaan yang Menarik untuk Dibeli, dari Infinix hingga Samsung

Buah merah dan oranye

Buah berwarna merah menjadi salah satu yang dibahas. Tomat dan semangka disebut sebagai contoh buah berwarna merah. Khusus tomat, dokter menjelaskan cara pengolahan yang menurutnya dapat membantu pelepasan likopen.

Untuk konsumsi tomat bagi pria, ia menyarankan tomat dikukus selama 20 sampai 30 menit hingga teksturnya menjadi seperti bubur. Setelah itu, tomat disebut perlu dikonsumsi bersama lemak.

Dokter menjelaskan pemanasan diperlukan karena likopen berada dalam matriks tomat. Jika tidak dipanaskan, likopen disebut tidak mudah lepas sehingga penyerapannya oleh usus menjadi tidak optimal.

Sementara itu, buah berwarna kuning atau oranye disebut banyak mengandung karotenoid. Zat tersebut dijelaskan berkaitan dengan pembentukan vitamin A sekaligus memiliki efek antioksidan.

Perbedaan warna buah juga dikaitkan dengan jenis radikal bebas yang ditangkal. Karena itu, dokter menyarankan konsumsi buah dengan berbagai warna agar asupan zat antioksidan tidak hanya berasal dari satu kelompok.

Disarankan 10 jenis buah

Dalam tayangan itu, dokter menyebut konsumsi buah setidaknya lima jenis warna sebagai anjuran. Namun, jika ingin menerapkan pola yang lebih beragam, ia menyarankan 10 jenis buah dengan 10 warna.

Alasannya, tidak ada satu jenis bahan makanan yang disebut memiliki seluruh zat gizi secara lengkap. Vitamin dan mineral dari berbagai buah dinilai perlu saling melengkapi.

Bagi orang yang belum terbiasa, konsumsi 10 jenis buah tersebut dapat dibagi menjadi empat pada pagi hari, tiga siang, dan tiga malam. Sementara dokter mengaku lebih memilih mengonsumsi 10 jenis sekaligus karena kesibukan membuatnya khawatir tidak sempat makan buah pada siang hari.

Ukuran konsumsinya juga disebut tidak harus sama. Contohnya, buah berukuran kecil dapat dikonsumsi dalam jumlah tertentu, seperti 10 buah anggur, sementara buah seperti sawo dan kiwi dapat dikonsumsi satu buah.

Buah putih juga disebut memiliki manfaat sebagai antioksidan. Dalam tayangan tersebut, kandungan alisin disebut memiliki efek mengendalikan radikal bebas, gula darah, dan meningkatkan daya tahan.

Selain kulit, pembicaraan juga mencakup pembuluh darah. Buah disebut mengandung serat, vitamin, mineral, fitokimia, dan air. Karena itu, manfaat konsumsi buah tidak hanya dikaitkan dengan kulit, tetapi juga bagian dalam tubuh.

Baca Juga: 5 HP 1 Jutaan yang Menarik untuk Dibeli, dari Infinix hingga Samsung

Dokter juga menyinggung buah seperti plum dan anggur dengan kulitnya yang memiliki warna mencolok. Antosianin disebut sebagai antioksidan kuat yang membantu menangkal radikal bebas, termasuk yang dapat merusak dinding pembuluh darah.

Untuk jeruk, dokter menyarankan mengonsumsinya bersama kulit bagian tertentu yang disebut mengandung hesperidin. Zat tersebut dijelaskan memiliki efek menghambat penyumbatan pembuluh darah dan membuat pembuluh darah lebih elastis.

Namun, dokter mengingatkan agar konsumsi buah tidak didominasi buah yang terlalu manis. Kadar gula yang berlebihan disebut dapat meningkatkan kadar gula darah dan kemudian diubah menjadi trigliserida.

Ia juga menyebut hasil dari pola makan tersebut tidak bisa dirasakan seperti efek obat secara instan. Menurutnya, konsumsi buah perlu dilakukan selama dua hingga tiga bulan sebelum perubahan seperti wajah yang terlihat lebih segar mulai dirasakan.

“Ini bukan obat, ini makanan,” ujar dokter tersebut.

Dengan demikian, konsumsi buah untuk awet muda dalam tayangan itu ditekankan pada keberagaman jenis dan warna. Pola tersebut disebut menjadi bagian dari kebiasaan makan yang mendukung asupan serat, vitamin, mineral, air, dan antioksidan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Hidup Sehat tvOne
Konsumsi Buah untuk Awet Muda Buah Berwarna Likopen pola makan antioksidan