JAKARTA - Buah untuk awet muda ternyata tidak cukup dikonsumsi dari satu jenis atau satu warna. Dalam tayangan Ayo Hidup Sehat, dokter menjelaskan pentingnya mengonsumsi buah dengan beragam warna karena setiap warna memiliki kandungan fitokimia dan antioksidan yang berbeda.
Menurut penjelasan dokter dalam tayangan tersebut, warna pada buah berkaitan dengan kandungan fitokimia seperti karotenoid, antosianin, lutein, dan likopen. Zat-zat tersebut disebut memiliki efek antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas.
Radikal bebas sendiri dijelaskan sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan proses penuaan. Karena jenis radikal bebas beragam, antioksidan yang dibutuhkan juga tidak hanya berasal dari satu kelompok.
“Makanya harus konsumsi yang merah, kuning, hijau harus dikonsumsi,” kata dokter dalam tayangan tersebut.
Ia bahkan menyarankan konsumsi 10 jenis buah dengan 10 warna jika ingin mendapatkan variasi antioksidan dari makanan. Sementara bagi yang belum terbiasa, konsumsi buah dapat dibagi dalam beberapa waktu makan.
Baca Juga: 5 HP 1 Jutaan yang Menarik untuk Dibeli, dari Infinix hingga Samsung
Warna buah punya kandungan berbeda
Buah berwarna merah menjadi salah satu kelompok yang dibahas. Semangka, apel, dan tomat disebut sebagai contoh. Pada kelompok ini, likopen menjadi salah satu zat yang mendapat perhatian, terutama dalam pembahasan mengenai konsumsi tomat untuk pria.
Dokter menyarankan tomat dikukus selama 20 sampai 30 menit hingga menjadi seperti bubur. Setelah itu, tomat disebut sebaiknya dikonsumsi bersama lemak.
Menurut penjelasannya, pemanasan membantu melepaskan likopen dari matriks tomat sehingga lebih mudah diserap oleh usus. Likopen juga disebut memiliki efek antioksidan dan berkaitan dengan pencegahan hipertrofi prostat atau pembesaran prostat.
Selain merah, buah berwarna kuning atau oranye disebut kaya karotenoid. Zat tersebut dijelaskan berperan dalam pembentukan vitamin A dan memiliki efek antioksidan.
Sementara buah berwarna putih disebut mengandung alisin. Dalam tayangan tersebut, alisin dikaitkan dengan kemampuan mengendalikan radikal bebas, mengendalikan gula darah, serta meningkatkan daya tahan.
Buah berwarna cokelat juga disebut memiliki efek antioksidan. Contohnya antara lain sawo, sementara kiwi dimasukkan ke kelompok hijau. Pir dapat masuk kelompok cokelat jika dimakan bersama kulitnya, sedangkan setelah dikupas bagian tersebut disebut masuk kelompok putih.
Bukan hanya soal kulit
Dokter menekankan bahwa penuaan tidak hanya berkaitan dengan kondisi kulit. Ada pula penuaan dari dalam yang berkaitan dengan kondisi organ tubuh dan pembuluh darah.
Buah disebut memiliki sejumlah kandungan, mulai serat, vitamin, mineral, fitokimia hingga air. Karena itu, manfaatnya dalam pola makan tidak hanya dikaitkan dengan tampilan kulit.
Buah dengan warna yang mencolok juga disarankan karena disebut memiliki kandungan fitokimia yang lebih tinggi. Dalam tayangan tersebut, antosianin disebut sebagai salah satu antioksidan kuat yang membantu menangkal radikal bebas, termasuk yang dapat merusak dinding pembuluh darah.
Plum dan anggur dengan kulitnya menjadi contoh buah yang disebut mengandung antosianin.
Untuk konsumsi harian, dokter menyebut setidaknya lima jenis warna buah. Namun, rekomendasi yang lebih banyak adalah 10 jenis buah dengan 10 warna.
Jumlahnya dapat disesuaikan dengan ukuran buah. Buah kecil seperti anggur dapat dikonsumsi 10 buah, sedangkan buah seperti sawo dan kiwi masing-masing satu buah.
Baca Juga: 5 HP 1 Jutaan yang Menarik untuk Dibeli, dari Infinix hingga Samsung
Dokter juga mengingatkan agar tidak memilih seluruh buah yang rasanya terlalu manis. Konsumsi gula berlebihan disebut dapat meningkatkan kadar gula darah dan kemudian diubah menjadi trigliserida.
Pepaya menjadi salah satu contoh yang dibahas. Untuk orang berusia di atas 40 tahun, dokter menyarankan memilih pepaya yang masih agak keras, seperti pepaya Bangkok, lalu mengolahnya dengan blender.
Perubahan dari pola konsumsi buah juga tidak disebut terjadi secara instan. Dokter mengatakan setidaknya diperlukan dua sampai tiga bulan konsumsi sebelum seseorang mulai merasakan perubahan seperti wajah yang terlihat lebih segar.
“Ini bukan obat, ini makanan,” ujarnya.
Dengan demikian, keberagaman menjadi poin utama dalam pola konsumsi buah yang dibahas. Bukan hanya jumlahnya, tetapi juga variasi warna dan jenis buah yang dikonsumsi agar kandungan vitamin, mineral, serat, air, serta antioksidan dapat saling melengkapi.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Hidup Sehat tvOne