Buah untuk Diet Ternyata Bisa Bantu Kenyang dan Redakan Ngidam Manis

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:50 WIB
Buah untuk diet dinilai rendah kalori, mengenyangkan, kaya nutrisi, dan membantu mengatasi keinginan makan manis. (PINTEREST)
Buah untuk diet dinilai rendah kalori, mengenyangkan, kaya nutrisi, dan membantu mengatasi keinginan makan manis. (PINTEREST)

JAKARTA - Buah untuk diet dinilai punya sejumlah keunggulan, terutama karena rendah kalori, mengenyangkan, kaya mikronutrien, dan bisa membantu mengatasi keinginan mengonsumsi makanan manis. Hal itu disampaikan Dr Mike dari Renaissance Periodization dalam sebuah video yang membahas pentingnya konsumsi buah, terutama bagi orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Dr Mike mengatakan buah kerap mendapat citra kurang baik, khususnya di kalangan bodybuilding. Menurut dia, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Justru, buah segar dapat menjadi pilihan makanan yang membantu membuat pola makan lebih nyaman dan berkelanjutan ketika seseorang sedang menjalani diet.

Salah satu keunggulan buah adalah kepadatan kalorinya yang rendah. Artinya, seseorang dapat mengonsumsi buah dalam jumlah relatif banyak tanpa mendapatkan kalori sebanyak makanan dengan kepadatan energi lebih tinggi.

Baca Juga: HP Sejutaan Terbaik 2026 Mulai Ganas, Ada Baterai 7.000 mAh

Dr Mike memberikan gambaran melalui asupan karbohidrat. Ketika seseorang memiliki jatah karbohidrat tertentu dalam satu kali makan, buah dapat memberikan volume makanan yang lebih besar dibandingkan sumber karbohidrat yang lebih padat. Kondisi tersebut membuat porsi makanan terasa lebih banyak.

Keunggulan berikutnya adalah rasa kenyang. Menurut Dr Mike, buah memiliki tingkat satiety yang tinggi dibandingkan jumlah kalori yang diberikan. Ia bahkan menempatkan buah setelah sayuran dalam hal kemampuan memberikan rasa kenyang.

Dalam konteks diet, hal ini dinilai penting. Seseorang yang memiliki jatah karbohidrat dapat memilih buah seperti persik untuk mendapatkan makanan dengan volume lebih besar. Dengan begitu, diet tidak hanya berkutat pada makanan yang porsinya terasa kecil.

Kaya vitamin dan serat

Dr Mike juga menyoroti kandungan mikronutrien dalam buah. Buah mengandung vitamin, mineral, fitokimia, dan serat. Karena itu, ia menilai buah segar sebagai bagian dari pola makan yang sehat.

Ia bahkan mengkritik anggapan bahwa buah secara umum buruk bagi kesehatan. Menurutnya, jika seseorang yang dianggap sebagai sumber informasi nutrisi mengatakan buah harus dihindari, pernyataan tersebut patut dipertanyakan.

Namun, Dr Mike tidak mengatakan semua bentuk olahan buah memiliki manfaat yang sama. Ia secara khusus menekankan bahwa pembahasannya terutama berlaku untuk buah segar.

Menurut dia, jus buah tidak dapat disamakan begitu saja dengan konsumsi buah segar. Ia bahkan mengingatkan agar orang tidak menerjemahkan sarannya sebagai anjuran mengonsumsi jus buah dalam jumlah sangat besar.

Selain soal rasa kenyang dan kandungan nutrisi, buah juga dianggap membantu menghadapi tantangan psikologis ketika menjalani diet penurunan berat badan.

Bisa membantu mengatasi keinginan makan manis

Dr Mike menyebut buah sebagai salah satu cara untuk membantu memenuhi keinginan terhadap makanan manis. Saat menjalani diet penurunan berat badan, keinginan mengonsumsi brownies, permen, atau makanan manis lainnya bisa terasa lebih kuat.

Ia mengakui buah tidak memiliki rasa yang sama dengan makanan penutup seperti brownies. Namun, menurutnya, buah tetap dapat menjadi pilihan yang memuaskan ketika seseorang sedang membatasi makanan berkalori tinggi.

Buah seperti raspberry disebutnya dapat memberikan rasa manis sekaligus menjadi bagian dari makanan yang lebih sehat. Dengan memasukkan buah ke dalam menu, pola makan tidak harus selalu terdiri dari makanan seperti brokoli dan nasi.

Baca Juga: HP Sejutaan Terbaik 2026 Mulai Ganas, Ada Baterai 7.000 mAh

Menurut Dr Mike, mengganti sebagian sumber karbohidrat dengan buah dapat membuat menu lebih mengenyangkan dan membantu memenuhi keinginan terhadap rasa manis. Hal tersebut pada akhirnya dapat membuat diet terasa lebih menyenangkan dan lebih mudah dipertahankan.

Ia juga membahas kekhawatiran mengenai fruktosa. Menurut Dr Mike, konsumsi fruktosa yang sangat tinggi secara kronis kemungkinan tidak baik bagi kesehatan maupun komposisi tubuh. Namun, ia menilai kondisi tersebut sangat kecil kemungkinannya terjadi hanya karena seseorang rutin mengonsumsi buah segar.

Alasannya, jumlah buah segar yang harus dikonsumsi untuk mencapai asupan fruktosa yang sangat tinggi disebutnya lebih banyak daripada yang mampu dikonsumsi kebanyakan orang secara konsisten.

Karena itu, pesan utama Dr Mike cukup sederhana: buah segar tetap layak menjadi bagian dari pola makan, termasuk ketika seseorang sedang menjalani diet penurunan berat badan. Selain memberikan nutrisi dan rasa kenyang, buah juga dapat membantu membuat diet terasa lebih menyenangkan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Renaisansse Perodization
Buah segar Buah untuk diet Penurunan berat badan Dr Mike diet