JAKARTA - Hari baik memulai usaha berdasarkan weton dalam tradisi perhitungan Jawa dapat dicari dengan mencocokkan neptu hari kelahiran dengan neptu hari yang dipilih untuk memulai usaha. Perhitungan tersebut kemudian dibagi lima untuk melihat sisa angka yang menjadi pedoman.
Pembahasan mengenai cara menentukan waktu memulai usaha berdasarkan weton ini disampaikan dalam sebuah video YouTube. Dalam penjelasannya, perhitungan dilakukan dengan menjumlahkan neptu weton kelahiran dengan neptu hari yang dipilih untuk membuka usaha.
Neptu sendiri diperoleh dari nilai hari dan pasaran dalam kalender Jawa. Dalam contoh yang disampaikan, Senin Pahing memiliki jumlah neptu 13, sedangkan Senin Pon memiliki neptu 11. Daftar neptu tersebut digunakan sebagai dasar sebelum menentukan hari yang dianggap sesuai.
Cara menghitungnya cukup sederhana. Misalnya seseorang ingin membuka usaha pada Minggu Legi. Dalam contoh video, neptu Minggu Legi dijumlahkan dengan neptu kelahiran. Jika hasil penjumlahan mencapai 25, angka tersebut kemudian dibagi lima.
Baca Juga: Karnaval Blitar 2026 Makin Meriah, Deretan Sound System Besar Mulai Siap Tampil
Hasil pembagian itu digunakan untuk melihat sisa angka. Dalam penjelasan tersebut, angka dengan sisa tertentu memiliki istilah dan makna masing-masing. Salah satunya adalah Pati yang disebut tidak cocok untuk dijadikan pilihan berdasarkan pedoman perhitungan tersebut.
Perhitungan serupa kemudian dicontohkan dengan angka 24. Angka tersebut dibagi lima sehingga tidak habis dan menyisakan empat. Dalam video, hasil dengan sisa empat disebut berkaitan dengan kategori tertentu yang perlu diperhatikan ketika menentukan waktu memulai usaha.
Menghitung Hari Usaha dari Neptu
Contoh lainnya menggunakan Minggu Pon. Neptu Minggu Pon disebut berjumlah 12. Ketika angka tersebut dijumlahkan dengan neptu kelahiran sebesar 15, hasilnya menjadi 27.
Angka 27 kemudian dibagi lima. Karena 25 merupakan kelipatan lima, hasil perhitungan tersebut menyisakan dua. Dalam pedoman yang dijelaskan, sisa dua masih disebut dapat diteruskan atau dicoba.
Video tersebut juga memberikan contoh seseorang yang lahir pada Rabu Kliwon. Jika ingin mencari hari lain yang menghasilkan sisa tertentu, neptu hari yang dipilih dapat ditambahkan dengan neptu kelahiran. Dari hasil penjumlahan itu kemudian dicari sisa ketika dibagi lima.
Dalam salah satu contoh, angka 16 ditambahkan dengan neptu kelahiran hingga menghasilkan 31. Ketika 31 dibagi lima, hasilnya menyisakan satu. Sisa satu dalam pedoman yang digunakan disebut Sandang.
Penjelasan tersebut kemudian mengaitkan kategori Sandang dengan kondisi usaha yang dianggap lebih sulit. Karena itu, orang yang menggunakan metode ini dianjurkan mencari pilihan hari lain dengan hasil sisa yang berbeda.
Baca Juga: Karnaval Blitar 2026 Makin Meriah, Deretan Sound System Besar Mulai Siap Tampil
Pedoman Sisa Pembagian Lima
Inti metode yang dijelaskan dalam video adalah menjumlahkan neptu kelahiran dan neptu hari yang dipilih, kemudian membagi hasilnya dengan lima. Sisa pembagian menjadi dasar untuk membaca kategori hasil perhitungan.
Dalam penjelasan video juga disebutkan bahwa apabila seseorang ingin mengubah hasil perhitungan, ia dapat mencari kombinasi hari dan pasaran lain. Dengan begitu, hasil akhirnya bisa dibandingkan sebelum menentukan pilihan.
Pembahasan ini merupakan bagian dari tradisi perhitungan weton dan neptu dalam budaya Jawa. Cara tersebut digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai pedoman dalam menentukan waktu tertentu, termasuk ketika hendak memulai usaha.
Video tersebut juga mengingatkan bahwa daftar neptu hari dan pasaran perlu diketahui terlebih dahulu agar perhitungannya tidak keliru. Bagi yang belum mengetahui cara menghitung neptu, penjelasan mengenai dasar perhitungannya disebut tersedia pada video lain dari kanal yang sama.
Dengan demikian, hari baik memulai usaha berdasarkan weton dalam metode ini tidak ditentukan secara langsung hanya dari nama hari. Perhitungannya melibatkan neptu kelahiran, neptu hari yang dipilih, serta sisa pembagian lima sebagai dasar membaca hasilnya.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula