Hari Baik Memulai Usaha Bukan Cuma Soal Modal, Ini Kebiasaan yang Perlu Diperhatikan

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:55 WIB
Hari baik memulai usaha perlu diiringi kebiasaan mengelola uang, melayani pelanggan, mencatat transaksi, dan berani memulai dari skala kecil. (PINTEREST)
Hari baik memulai usaha perlu diiringi kebiasaan mengelola uang, melayani pelanggan, mencatat transaksi, dan berani memulai dari skala kecil. (PINTEREST)

JAKARTA - Hari baik memulai usaha kerap dikaitkan dengan modal, lokasi, hingga strategi berdagang. Namun, sebuah video YouTube yang membahas kebiasaan pedagang Tionghoa menyoroti hal lain yang tidak kalah penting, yakni konsistensi, kedisiplinan mengelola uang, pelayanan kepada pelanggan, serta keberanian memulai usaha dari skala kecil.

Video tersebut tidak membahas penentuan hari baik berdasarkan perhitungan tertentu. Pembahasannya lebih banyak mengangkat pengalaman narator saat melihat aktivitas sejumlah keluarga Tionghoa yang menjalankan toko kelontong dan usaha perdagangan. Dari pengamatan itu, muncul sejumlah pelajaran yang dinilai bisa diterapkan oleh orang yang sedang merintis bisnis.

Salah satu kebiasaan yang paling ditekankan adalah tidak meremehkan pelanggan. Dalam cerita narator, pembeli yang datang ke toko tetap disapa meski hanya membeli barang dengan nilai kecil. Pelayanan sederhana tersebut dianggap dapat membuat pelanggan merasa dihargai dan akhirnya kembali berbelanja.

Narator kemudian menyoroti cara pedagang memberikan harga dan perhatian kepada pelanggan. Menurut cerita dalam video, keuntungan tidak selalu dikejar melalui harga tinggi. Ada kalanya pelanggan mendapatkan bonus kecil atau potongan harga sebagai bentuk penghargaan.

Baca Juga: Hari Baik Membuka Usaha Menurut Primbon Jawa, Ini Urutan Watak Setiap Hari

Mulai dari Kecil dan Pisahkan Uang Usaha

Pelajaran berikutnya berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Dalam video diceritakan adanya kebiasaan memisahkan uang hasil usaha dari kebutuhan rumah tangga. Keuntungan yang diperoleh tidak langsung digunakan untuk keperluan pribadi, melainkan disisihkan sebagai bagian dari uang usaha.

Kebiasaan tersebut dinilai penting bagi siapa pun yang ingin memulai usaha. Pemisahan uang dagang dan uang pribadi membuat kondisi keuangan bisnis lebih mudah dipantau.

Video juga menceritakan pengalaman seorang teman narator yang memulai usaha dari berjualan es mambo di depan rumah. Keuntungan yang diperoleh ditabung hingga mampu membeli freezer. Usaha kemudian dikembangkan menjadi bisnis minuman dingin dan disebut berkembang hingga memiliki minimarket.

Dari cerita itu, narator menekankan bahwa calon pengusaha tidak perlu menunggu modal besar. Usaha dapat dimulai dari skala kecil selama uang terus berputar dan keuntungan digunakan untuk mengembangkan bisnis.

Keterlibatan keluarga juga menjadi salah satu hal yang dibahas. Dalam cerita mengenai toko kelontong, anggota keluarga disebut memiliki tugas masing-masing, mulai dari menjaga kasir, mengatur barang, hingga membantu mencatat stok. Pola tersebut dinilai dapat membantu menekan biaya operasional ketika usaha masih kecil.

Selain itu, pencatatan transaksi menjadi bagian penting. Narator menceritakan pernah melihat buku berisi catatan utang pelanggan, barang keluar-masuk, dan keuntungan. Dari situ, ia menyimpulkan bahwa transaksi sebaiknya tidak hanya mengandalkan ingatan.

Pelanggan, Lokasi dan Relasi Jadi Perhatian

Video tersebut juga menyoroti pentingnya lokasi usaha. Toko tidak harus berada di pusat perbelanjaan atau memiliki dekorasi mewah. Lokasi yang mudah ditemukan dan dilewati banyak orang, seperti dekat pasar, sekolah, jalan, atau kawasan permukiman, disebut lebih penting untuk usaha tertentu.

Jam operasional juga menjadi perhatian. Narator menceritakan beberapa toko yang buka sejak pagi hingga malam. Dalam konteks usaha, waktu operasional yang lebih panjang dianggap dapat memberikan kesempatan lebih besar untuk melayani pelanggan, selama tetap disesuaikan dengan kemampuan pengelola.

Stok barang juga disebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Barang yang paling sering dicari seperti gula, beras, minyak, dan sabun diutamakan agar tidak mudah kosong. Sementara itu, barang lain dapat ditambahkan secara bertahap.

Hubungan dengan pemasok menjadi pelajaran berikutnya. Video menekankan pentingnya menjaga kepercayaan, termasuk memenuhi janji pembayaran. Relasi yang baik dengan pemasok disebut dapat membantu kelancaran usaha.

Baca Juga: Hari Baik Membuka Usaha Menurut Primbon Jawa, Ini Urutan Watak Setiap Hari

Narator juga mengangkat pentingnya kejujuran. Jika terdapat barang dengan kualitas kurang sempurna, penjual disebut sebaiknya menyampaikan kondisi sebenarnya kepada pembeli dan menyesuaikan harga.

Pada akhirnya, video tersebut menekankan bahwa keberhasilan berdagang tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya modal atau kemewahan toko. Kebiasaan melayani pelanggan dengan baik, memisahkan uang usaha, mencatat transaksi, menjaga relasi, hidup hemat, dan memutar kembali keuntungan menjadi bagian dari pelajaran yang disampaikan.

Pembahasan tersebut merupakan pengalaman dan pandangan narator dalam video, sehingga tidak dapat digeneralisasi sebagai karakter seluruh masyarakat Tionghoa. Bagi calon pengusaha yang sedang mencari hari baik memulai usaha, pesan utama video justru mengarah pada pentingnya kesiapan menjalankan bisnis secara konsisten setelah usaha dimulai.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Uang Bicara
Hari Baik Memulai Usaha Tips Memulai Usaha Strategi Dagang Bisnis Toko Kelontong wirausaha