Hari Baik Membeli Sepeda Motor Menurut Hitungan Jawa, Kenali 4 Firasat Ini

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:23 WIB
Hari baik membeli sepeda motor menurut hitungan Jawa mengenal empat firasat, yakni Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong. (PINTEREST)
Hari baik membeli sepeda motor menurut hitungan Jawa mengenal empat firasat, yakni Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong. (PINTEREST)

JAKARTA - Hari baik membeli sepeda motor menurut hitungan Jawa dapat ditentukan dengan melihat nilai hari dan pasarannya. Dalam sebuah video YouTube, terdapat empat firasat yang digunakan sebagai pedoman, yakni Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong. Keempatnya memiliki makna berbeda bagi seseorang yang hendak membeli sepeda motor.

Menurut penjelasan dalam video tersebut, pemilihan hari merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang dilakukan sebelum membeli kendaraan. Perhitungan ini disebut sebagai petuah leluhur yang digunakan untuk memilih hari berdasarkan hitungan Jawa.

Dalam hitungan tersebut, hari yang dipilih bukan sekadar Senin, Selasa, atau Minggu. Hari yang dimaksud merupakan gabungan antara hari biasa dan pasaran Jawa. Masing-masing memiliki nilai tertentu yang kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan nilai keseluruhan.

Empat hasil perhitungan tersebut kemudian digunakan untuk melihat firasat dari hari pembelian sepeda motor. Ada hasil yang dianggap baik untuk kebutuhan keluarga, ada pula yang dikaitkan dengan kelancaran rezeki. Sebaliknya, terdapat hasil yang dalam pedoman tersebut disarankan untuk dihindari.

Baca Juga: Hari Baik Membuka Usaha Menurut Primbon Jawa, Ada Hari yang Dianggap Berat

Empat Firasat Hari Membeli Motor

Firasat pertama adalah Guru. Dalam penjelasan video, hari yang jatuh pada firasat Guru dianggap memiliki kemungkinan membawa manfaat dan kegembiraan bagi pemilik sepeda motor.

Hari dengan hasil Guru disebut cocok untuk membeli sepeda motor yang digunakan untuk keperluan pribadi maupun keluarga. Karena itu, hasil perhitungan ini ditempatkan sebagai salah satu firasat yang baik.

Firasat kedua adalah Ratu. Hari yang masuk dalam kategori ini disebut memiliki kemungkinan membawa manfaat yang baik serta kelancaran rezeki.

Karena maknanya tersebut, hari dengan firasat Ratu disebut sangat bagus apabila sepeda motor yang dibeli akan digunakan untuk berdagang atau mencari rezeki. Dalam konteks ini, kendaraan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga menunjang aktivitas ekonomi.

Sementara itu, firasat ketiga adalah Rogoh. Berbeda dari dua hasil sebelumnya, kategori ini disebut kurang baik. Dalam penjelasan video, membeli sepeda motor pada hitungan Rogoh dikaitkan dengan kemungkinan kendaraan mudah hilang, boros, serta membutuhkan banyak biaya perawatan.

Karena alasan tersebut, hari yang menghasilkan firasat Rogoh disarankan untuk dihindari ketika hendak membeli sepeda motor.

Firasat keempat adalah Sempoyong. Hasil ini juga disebut sebagai kategori yang perlu dihindari. Dalam video, sepeda motor yang dibeli pada hari dengan firasat Sempoyong dikaitkan dengan kemungkinan mengalami musibah kecelakaan, baik besar maupun kecil.

Selain itu, firasat Sempoyong juga disebut dapat mengundang pertengkaran orang-orang di sekitar kendaraan tersebut. Karena makna yang dianggap kurang baik, hasil Sempoyong disebut perlu dihindari.

Contoh Menghitung Hari Minggu Wage

Setelah memahami empat firasat tersebut, langkah berikutnya adalah menghitung nilai hari dan pasarannya. Dalam contoh video, Minggu Wage digunakan sebagai ilustrasi.

Nilai hari Minggu disebut lima, sedangkan nilai pasaran Wage adalah empat. Jika keduanya dijumlahkan, hasilnya menjadi sembilan.

Angka sembilan kemudian dicocokkan dengan urutan firasat yang digunakan dalam hitungan Jawa. Urutannya dimulai dari Guru, Ratu, Rogoh, Sempoyong, kemudian kembali lagi ke Guru dan seterusnya.

Dalam contoh tersebut, urutan sembilan berakhir pada Guru. Dengan demikian, Minggu Wage dengan nilai sembilan masuk dalam firasat Guru.

Berdasarkan pedoman yang dijelaskan dalam video, hasil tersebut dianggap baik untuk membeli sepeda motor, terutama kendaraan yang akan digunakan untuk kepentingan keluarga.

Baca Juga: Hari Baik Membuka Usaha Menurut Primbon Jawa, Ada Hari yang Dianggap Berat

Perhitungan ini menunjukkan bahwa pemilihan hari tidak dilakukan secara sembarangan. Nilai hari dan pasaran terlebih dahulu dijumlahkan, kemudian hasilnya dicocokkan dengan empat firasat yang menjadi pedoman.

Video tersebut menekankan bahwa hitungan Jawa ini merupakan bentuk ikhtiar manusia. Hasil perhitungan bukanlah kepastian mengenai apa yang akan terjadi setelah seseorang membeli sepeda motor.

Pada akhirnya, keputusan dan hasil kehidupan tetap berada di luar kendali manusia. Bagi masyarakat yang mengikuti tradisi hitungan Jawa, perhitungan hari dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan sebelum melakukan pembelian.

Dengan mengetahui empat firasat, yakni Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong, seseorang dapat mencoba menghitung hari yang akan dipilih. Guru dan Ratu disebut sebagai hasil yang baik dalam pedoman tersebut, sedangkan Rogoh dan Sempoyong dianjurkan untuk dihindari.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Kuat Wijoyo Chanel
Hari Baik Membeli Sepeda Motor Hitungan Jawa Firasat Guru Firasat Ratu weton jawa