Menikah di Bulan Syawal Disebut Mitos, Nabi Muhammad SAW Justru Melakukannya

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:37 WIB
Menikah di bulan Syawal masih dianggap tabu sebagian masyarakat. Dalam video dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW justru menikah pada bulan tersebut. (PINTEREST)
Menikah di bulan Syawal masih dianggap tabu sebagian masyarakat. Dalam video dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW justru menikah pada bulan tersebut. (PINTEREST)

JAKARTA - Menikah di bulan Syawal masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Ada anggapan bahwa bulan tersebut bukan waktu yang baik untuk melangsungkan pernikahan karena berada di antara dua hari raya. Namun, pandangan tersebut dalam sebuah kajian video disebut sebagai mitos yang tidak memiliki dasar untuk melarang pernikahan.

Pembahasan mengenai menikah di bulan Syawal disampaikan dengan mengulas kepercayaan yang berkembang sejak masa masyarakat Arab jahiliyah. Pada masa itu, Syawal dipercaya sebagai bulan yang kurang baik untuk melangsungkan pernikahan.

Anggapan tersebut kemudian dikaitkan dengan fenomena yang terjadi pada unta betina setelah bulan Ramadan. Dalam penjelasan video, unta betina disebut mengangkat ekornya sebagai tanda tidak mau didekati unta jantan untuk melakukan perkawinan.

Fenomena tersebut kemudian ditangkap oleh masyarakat Arab jahiliyah sebagai pertanda tertentu. Kondisi itu dipercaya menjadi salah satu alasan munculnya anggapan bahwa Syawal merupakan bulan yang tidak baik untuk menikah.

Kepercayaan tersebut kemudian berkembang menjadi pandangan bahwa pernikahan yang dilakukan pada bulan Syawal dapat membawa sesuatu yang tidak baik. Karena itu, sebagian masyarakat memilih menghindari bulan tersebut ketika menentukan waktu pernikahan.

Baca Juga: Hari Baik Menikah Menurut Islam, Buya Ungkap Pandangan soal Hitungan Hari Jawa

Nabi Muhammad SAW Menikah pada Bulan Syawal

Pandangan mengenai larangan menikah di bulan Syawal mendapat penjelasan berbeda setelah Islam datang. Dalam video tersebut disampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW justru menikah pada bulan Syawal dengan beberapa istrinya.

Salah satu yang disebut adalah Aisyah radhiyallahu anha. Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai anggapan buruk terhadap Syawal.

Dalam video itu juga dijelaskan bahwa kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW bersama Aisyah dimulai pada bulan Syawal. Hal tersebut kemudian dipandang sebagai contoh langsung bahwa Syawal bukanlah bulan yang terlarang untuk melangsungkan pernikahan.

Aisyah disebut menjadi salah satu sumber penjelasan mengenai hal tersebut. Pernikahan yang dilakukan pada bulan Syawal dipandang sebagai bentuk tindakan nyata untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa menikah pada bulan tersebut tidak menjadi persoalan.

Dengan demikian, mitos mengenai bulan Syawal sebagai waktu yang buruk untuk menikah dinilai tidak sejalan dengan contoh yang diberikan Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Hari Baik Menikah Menurut Islam, Buya Ungkap Pandangan soal Hitungan Hari Jawa

Masyarakat Tetap Bebas Menentukan Waktu Pernikahan

Dalam kehidupan masyarakat, pencarian hari atau bulan baik untuk menikah masih kerap dilakukan. Sebagian orang mempertimbangkan waktu tertentu sebelum menentukan tanggal pernikahan.

Namun, pembahasan dalam video menekankan bahwa pernikahan tidak harus dihindari hanya karena berlangsung pada bulan Syawal. Pasangan tetap dapat memilih waktu pernikahan sesuai dengan kondisi dan pertimbangan masing-masing.

Bahkan, pilihan bulan untuk menikah disebut tidak menjadi persoalan selama pasangan yang dipilih merupakan pasangan yang baik. Dalam video tersebut disampaikan bahwa menikah di bulan Syawal tidak masalah, begitu pula jika seseorang memilih bulan lainnya.

Pesan utama yang disampaikan adalah agar masyarakat tidak menjadikan mitos sebagai alasan untuk menganggap pernikahan di bulan tertentu sebagai sesuatu yang buruk. Contoh pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah pada bulan Syawal menjadi dasar pembahasan untuk menunjukkan bahwa bulan tersebut bukan waktu yang dilarang untuk menikah.

Kepercayaan mengenai buruknya menikah di bulan Syawal disebut memiliki sejarah panjang dan sudah dikenal sejak masyarakat Arab jahiliyah. Setelah Islam datang, praktik Nabi Muhammad SAW memberikan gambaran berbeda mengenai anggapan tersebut.

Karena itu, bagi masyarakat yang masih ragu menentukan waktu pernikahan, pembahasan ini menegaskan bahwa menikah di bulan Syawal bukan sesuatu yang perlu dianggap tabu. Pemilihan pasangan yang baik justru menjadi bagian penting yang ditekankan dalam pesan tersebut.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : SALAAM Indonesia
Menikah di Bulan Syawal Bulan Syawal Aisyah nabi muhammad saw pernikahan