JAKARTA - Bonsai tidak hanya dikenal sebagai tanaman hias berukuran mini, tetapi juga memiliki nilai seni dan investasi yang sangat tinggi. Bahkan, beberapa bonsai langka di dunia pernah terjual dengan harga fantastis hingga puluhan miliar rupiah.
Bonsai merupakan seni mengerdilkan pohon dalam pot sehingga menyerupai miniatur pohon berukuran besar. Seni ini berasal dari China dan kemudian berkembang pesat di berbagai negara, terutama Jepang. Para seniman bonsai biasanya melakukan berbagai teknik modifikasi pada batang dan cabang untuk menghasilkan bentuk yang unik dan berbeda dari pohon aslinya.
Di Indonesia, bonsai menjadi salah satu tanaman hias yang memiliki banyak penggemar. Jenis seperti bonsai beringin dan serut termasuk yang paling diminati. Selain menjadi hobi, bonsai juga dinilai memiliki potensi investasi karena nilai jualnya bisa terus meningkat, terutama untuk tanaman yang langka dan berusia tua.
Baca Juga: Klasemen Moto3 Terbaru Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi di GP Katalunya
Salah satu bonsai termahal yang pernah tercatat di dunia adalah bonsai pinus berusia lebih dari 1.000 tahun. Tanaman ini disebut menjadi bonsai dengan harga tertinggi karena kombinasi usia, kelangkaan, dan kondisi fisiknya yang masih sangat baik.
Meski telah berumur lebih dari satu milenium, batang dan daun bonsai pinus tersebut masih terlihat kokoh dan rimbun. Kondisi ini menjadi sesuatu yang sangat langka mengingat sebagian besar bonsai yang beredar saat ini umumnya berusia jauh di bawah 400 tahun.
Keunikan tersebut membuat bonsai pinus berusia 1.000 tahun itu berhasil terjual dalam sebuah acara lelang di Jepang dengan harga mencapai sekitar Rp18 miliar. Nilai tersebut menjadikannya salah satu bonsai paling mahal yang pernah diperdagangkan.
Baca Juga: Marc Marquez Tak Terkejut Aprilia Dominan di MotoGP 2026, Ini Alasannya
Posisi berikutnya ditempati bonsai jenis juniper yang memiliki daya tarik utama pada bentuk batangnya. Bonsai ini dikenal memiliki lekukan-lekukan artistik yang sulit dibuat. Salah satu bagian batangnya bahkan disebut menyerupai bentuk kaki belakang rusa.
Membentuk karakter batang seperti itu membutuhkan waktu sangat lama dan keterampilan tinggi. Karena keunikannya, bonsai juniper tersebut memiliki nilai jual yang mencapai sekitar Rp5 miliar.
Di urutan ketiga terdapat bonsai asal Jepang bernama Jun Partai Kanten. Tanaman ini dikenal karena bentuk batangnya yang eksotis dan berbeda dibandingkan bonsai pada umumnya.
Baca Juga: Klasemen MotoGP Usai Adrian Fernandez Kehilangan 76 Poin, Veda Pratama Naik ke Posisi 3
Lekukan tajam yang dipadukan dengan gradasi warna alami pada batang membuat tampilannya terlihat elegan. Saat ditempatkan pada pencahayaan yang tepat, bonsai ini bahkan memberikan kesan seperti menggantung. Dalam sebuah lelang di Jepang, bonsai tersebut dilaporkan terjual dengan harga sekitar Rp2,5 miliar.
Sementara itu, posisi keempat ditempati bonsai pinus putih Jepang. Jenis ini tergolong langka karena tidak banyak pohon pinus yang berhasil dibentuk menjadi bonsai dengan kualitas tinggi.
Secara ukuran, bonsai pinus putih Jepang tergolong lebih besar dibandingkan beberapa bonsai lain dalam daftar ini. Batangnya terlihat tebal dengan daun yang sangat rimbun. Tampilan keseluruhannya cenderung gelap sehingga membutuhkan pencahayaan yang baik untuk menikmati detail keindahannya.
Baca Juga: Klasemen Moto3 Usai GP Hungaria: Maximo Quilles Kokoh di Puncak, Ega Pratama Keenam
Karena kelangkaan dan karakter visual yang dimiliki, bonsai pinus putih Jepang tersebut dijual dengan harga sekitar Rp2,3 miliar.
Adapun posisi kelima ditempati bonsai jenis yew. Tanaman ini memiliki karakter batang berwarna cokelat pekat dengan bentuk yang terkesan kokoh dan berotot meski ukurannya relatif kecil.
Daunnya tumbuh merata hampir di seluruh sisi pohon sehingga menciptakan tampilan yang seimbang. Nilai utama bonsai ini terletak pada usianya yang telah mencapai ratusan tahun namun masih mampu tumbuh dengan sehat. Harga jual bonsai yew tercatat mencapai sekitar Rp1,4 miliar.
Baca Juga: Klasemen Sementara Moto3 Usai Race Jerez: Maximok Wales Kokoh di Puncak
Daftar tersebut menunjukkan bahwa bonsai bukan sekadar tanaman hias biasa. Faktor usia, kelangkaan, bentuk batang, hingga sejarah perawatannya dapat membuat sebuah bonsai memiliki nilai yang sangat tinggi dan menjadi incaran para kolektor dari berbagai negara.
source:Youtube/@Mas Vlogger Daily
Editor : Dinda Atha Putri Maharani