Bonsai untuk Pemula, Ini Langkah Belajar agar Tak Salah Pilih Bahan

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 15:02 WIB
Bonsai untuk pemula sebaiknya dimulai dari bahan dengan anatomi lengkap agar proses belajar, merawat, dan membentuk tanaman lebih terarah. (PINTEREST)
Bonsai untuk pemula sebaiknya dimulai dari bahan dengan anatomi lengkap agar proses belajar, merawat, dan membentuk tanaman lebih terarah. (PINTEREST)

JAKARTA - Belajar bonsai untuk pemula sebaiknya tidak dilakukan dengan terburu-buru, terutama dalam memilih bahan tanaman. Pemula yang baru mengenal bonsai disarankan memulai dari tanaman yang sudah memiliki anatomi lengkap hingga perantingan sehingga proses belajar bisa lebih mudah dan tidak memakan waktu terlalu panjang.

Dalam pembahasan tersebut, dijelaskan bahwa cara belajar bonsai dapat berbeda antara pemula yang belajar sendiri melalui internet dengan mereka yang mendapat pendampingan teman atau trainer. Pemula yang belajar secara mandiri biasanya menghadapi banyak referensi dari berbagai sumber sehingga terkadang kesulitan menentukan langkah yang tepat.

Berbagai video dan referensi di internet juga lebih sering menampilkan bonsai yang sudah bagus, termasuk tanaman berukuran kecil atau mame yang telah mengikuti kompetisi. Kondisi tersebut dapat membuat pemula tertarik mencoba, meski kemampuan eksekusinya belum cukup untuk menangani tanaman tertentu.

Baca Juga: Prive Coffee & Sweet Blitar, Nikmati 20 Cita Rasa Kopi Nusantara dalam Konsep Slow Bar

Jangan terburu-buru membeli bahan mahal

Salah satu kecenderungan pemula adalah membeli bahan bonsai dengan harga lebih terjangkau karena masih dalam tahap belajar. Bahan seperti itu biasanya belum memiliki percabangan dan perantingan yang lengkap sehingga membutuhkan proses panjang sebelum bisa dibentuk sesuai keinginan.

Dalam pembahasan tersebut, bahan bonsai dengan harga sekitar Rp5 juta ke atas disebut sebagai contoh bahan yang cukup mahal bagi seorang pemula. Ketika kemampuan eksekusi belum memadai, pemula cenderung berpikir berulang kali karena merasa sayang jika tanaman mahal justru salah penanganan.

Sebaliknya, bahan yang masih sangat muda juga memiliki tantangan tersendiri. Pemula bisa tidak sabar dan terlalu dini melakukan pengawatan atau wiring. Padahal, proses tersebut membutuhkan teknik yang tepat agar arah pertumbuhan tanaman dapat dikendalikan tanpa melakukan kesalahan yang membuat proses berikutnya semakin panjang.

Untuk teknik wiring, ukuran kawat disebut sebaiknya sekitar sepertiga dari ukuran batang yang ingin diarahkan. Kawat berfungsi sebagai alat bantu untuk mengarahkan pertumbuhan tanaman. Pengarahan juga dapat dilakukan menggunakan tali, meski penggunaan kawat dinilai lebih rapi dari sisi estetika.

Mulai dari merawat dan menyayangi tanaman

Baca Juga: Prive Coffee & Sweet Blitar, Nikmati 20 Cita Rasa Kopi Nusantara dalam Konsep Slow Bar

Bagi pemula yang benar-benar belajar sendiri, pilihan yang disarankan adalah bahan bonsai yang sudah memiliki anatomi lengkap. Artinya, tanaman tersebut sudah mempunyai akar, batang, cabang, ranting, hingga anak ranting dan cucu ranting, meskipun belum berada pada tingkat kematangan seperti bonsai untuk kebutuhan kompetisi.

Dengan bahan seperti itu, pemula tidak perlu menunggu terlalu lama hanya untuk melihat perkembangan percabangan. Fokus awal dapat diarahkan pada perawatan, menjaga tanaman tetap subur, serta membangun rasa suka dan kepedulian terhadap tanaman.

Pembahasan tersebut juga mengibaratkan belajar bonsai seperti belajar menggambar atau bermain gitar. Kesalahan pada tahap awal merupakan bagian dari proses mengasah keterampilan. Karena itu, pemula tidak perlu merasa harus langsung menghasilkan bonsai dengan bentuk sempurna.

Jika belajar bersama trainer, tahap pembelajaran dapat dibuat lebih bertahap. Pemula bisa diarahkan terlebih dahulu pada bonsai yang sudah memiliki anatomi lengkap dan bahkan pernah digunakan untuk pameran. Setelah mampu merawatnya dengan baik, pembelajaran dapat dilanjutkan menggunakan bahan setengah jadi yang masih membutuhkan pengembangan percabangan dan perantingan.

Tahap berikutnya barulah pemula dapat belajar dari bahan yang lebih mentah. Bahkan, bahan dongkelan disebut dapat menjadi pilihan terakhir setelah kemampuan merawat, membentuk, dan mengembangkan bonsai sudah dikuasai.

Dengan pola tersebut, proses belajar bonsai untuk pemula tidak hanya berfokus pada membentuk tanaman. Perawatan dan kesabaran menjadi bagian penting sebelum masuk ke tahap pembentukan yang lebih rumit. Tujuannya agar pemula tidak cepat bosan karena terlalu lama menunggu bahan berkembang dan akhirnya meninggalkan hobinya.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : MTG BONSAI SEMARANG
Belajar Bonsai Bonsai untuk Pemula Perawatan Bonsai bonsai tanaman bonsai