Bonsai untuk Pemula Ternyata Bisa Dibuat dengan 5 Langkah Sederhana

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 15:12 WIB
Bonsai untuk pemula bisa dimulai dari memilih tanaman, media tanam, perawatan, pembentukan, hingga pemangkasan untuk menyempurnakan bentuk. (PINTEREST)
Bonsai untuk pemula bisa dimulai dari memilih tanaman, media tanam, perawatan, pembentukan, hingga pemangkasan untuk menyempurnakan bentuk. (PINTEREST)

JAKARTA - Bonsai untuk pemula tidak harus dimulai dengan cara yang rumit. Ada lima tahapan dasar yang bisa diterapkan, mulai dari memilih tanaman yang tepat, menyiapkan media tanam, melakukan perawatan, membentuk tanaman, hingga menyempurnakan bentuknya.

Bonsai merupakan tanaman yang popularitasnya disebut tidak pernah benar-benar surut. Selain menjadi tanaman hias, bonsai juga dinilai memiliki peluang usaha karena bentuk yang semakin unik dapat meningkatkan nilai jualnya.

Namun, membuat bonsai tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, serta pengetahuan mengenai cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Bagi pemula, memahami tahapan dasarnya menjadi bagian penting sebelum mulai membentuk bonsai.

Baca Juga: Pantai Gayasan Blitar, Pesona Pasir Putih Tersembunyi dengan Suasana yang Masih Asri

1. Pilih tanaman yang tepat

Langkah pertama dalam membuat bonsai untuk pemula adalah menentukan tanaman yang sesuai. Tanaman bonsai dapat berasal dari bagian tanaman yang diperbanyak melalui stek, cangkok, okulasi, maupun sambung.

Meski demikian, tidak semua jenis tanaman bisa dijadikan bonsai. Salah satu kriteria yang disebutkan adalah tanaman dikotil dan memiliki usia hidup panjang, seperti streblus asper.

Bentuk awal tanaman juga perlu diperhatikan. Tanaman yang memiliki daun lebat, bunga menarik, atau karakter batang yang unik dinilai lebih ideal untuk dijadikan bonsai.

Kebutuhan nutrisi juga tidak boleh diabaikan. Pemangkasan batang serta penggunaan pot berukuran terbatas membuat ketersediaan nutrisi tanaman menjadi lebih terbatas.

2. Perhatikan media tanam dan perawatannya

Media tanam memiliki peran penting karena bonsai tumbuh dalam wadah yang ukurannya terbatas. Kondisi tersebut membuat pengaturan air dan nutrisi harus diperhatikan.

Penggunaan pasir dapat membantu mencegah air menggenang terlalu lama di sekitar akar. Jika menggunakan tanah, pilihan yang disebutkan adalah tanah gunung atau tanah merah yang gembur.

Kompos dapat digunakan sebagai sumber nutrisi untuk membantu pertumbuhan bonsai. Sementara itu, pupuk kandang berfungsi memberikan tambahan nutrisi. Jenis pupuk kandang kambing yang sudah matang dapat dipilih dalam proses pembuatan bonsai.

Saat menanam, lapisan paling atas media harus subur dan gembur dengan ketebalan tidak lebih dari 35 sentimeter. Lapisan kedua perlu memiliki tekstur yang lembut sekaligus mampu mengalirkan air dengan baik. Lapisan ketiga biasanya dicampur dengan batu yang tidak mudah ditembus air.

Media tanam juga sebaiknya disaring untuk mengurangi risiko serangan hama seperti cacing dan serangga. Setelah ditanam, letakkan pot di tempat teduh, terlindung dari angin kencang, serta jauh dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan.

Untuk penyiraman, botol semprot dapat digunakan agar jumlah air lebih mudah dikontrol.

3. Mulai membentuk bonsai secara bertahap

Pembentukan bonsai dapat dimulai ketika batang sudah cukup kuat dan mulai tumbuh. Tahap awal dilakukan dengan membuat kerangka dasar atau gambaran kasar mengenai bentuk yang diinginkan.

Beberapa alat yang dapat digunakan antara lain kawat, tali plastik, gunting pangkas, pisau, dan tang. Kawat juga dapat membantu mempertahankan bentuk serta mengarahkan pertumbuhan batang.

Proses pembentukan harus dilakukan secara berkelanjutan karena bonsai tetap mengalami pertumbuhan. Karena itu, pemilik perlu terus memperhatikan perkembangan tanaman dan menyesuaikan bentuknya.

Baca Juga: Pantai Gayasan Blitar, Pesona Pasir Putih Tersembunyi dengan Suasana yang Masih Asri

4. Sempurnakan bentuk dengan pemangkasan

Bentuk bonsai yang benar-benar sempurna umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun. Penilaiannya berkaitan dengan keseimbangan bentuk, termasuk kesesuaian proporsi bunga dan batang dengan karakter tanaman aslinya.

Daun yang lebat dan rimbun juga menjadi bagian dari tampilan bonsai. Untuk mendapatkannya, pemangkasan dan pemotongan titik tumbuh perlu dilakukan secara tepat.

Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada cabang yang berada paling dekat dengan tunas. Jika terdapat bekas potongan besar, bagian tersebut dapat ditutup menggunakan parafin agar tampilan bonsai tetap terjaga.

Bagi pemula, proses tersebut menjadi latihan untuk memahami karakter pertumbuhan tanaman. Kunci utamanya adalah sabar, rajin merawat, dan tidak mudah menyerah. Bahkan pembuat bonsai profesional pun membutuhkan waktu panjang untuk mendapatkan bentuk yang benar-benar sempurna.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : TRIBUN BONSAI
media tanam bonsai Bonsai untuk Pemula Perawatan Bonsai bonsai tanaman hias