Cara Merawat Bonsai agar Makin Rimbun, Perhatikan Akar hingga Media Tanamnya

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 17:05 WIB
Cara merawat bonsai meliputi pemangkasan, peremajaan akar, pemupukan, media tanam dan pengendalian jamur agar tanaman tetap sehat. (PINTEREST)
Cara merawat bonsai meliputi pemangkasan, peremajaan akar, pemupukan, media tanam dan pengendalian jamur agar tanaman tetap sehat. (PINTEREST)

JAKARTA - Cara merawat bonsai membutuhkan ketelatenan karena pembentukan tanaman tidak bisa dilakukan secara instan. Selain menjaga kesuburan, perawatan bonsai juga mencakup pengaturan cabang, pemangkasan akar, pergantian pot, pemupukan, hingga pencegahan serangan jamur.

Salah satu tahapan yang dilakukan dalam perawatan bonsai adalah repotting atau pemindahan tanaman ke pot lain. Langkah ini diperlukan ketika pot yang digunakan sudah mengalami kerusakan. Pemindahan juga dilakukan secara bertahap agar bonsai dapat menyesuaikan diri sebelum ditempatkan pada pot keramik.

Dalam proses tersebut, cabang bonsai terlebih dahulu diatur melalui teknik pressing dan pengelosan. Cabang yang masih dibiarkan panjang bukan berarti tidak dirawat. Bagian tersebut justru dipertahankan untuk membantu pembentukan karakter dan arah percabangan.

Teknik ini membuat anak ranting memiliki gerakan yang lebih tegas. Jika cabang terlalu cepat dibuat rimbun ketika ukurannya masih kecil, percabangannya justru berpotensi terlihat menumpuk dan kurang menunjukkan struktur.

Baca Juga: HP Terbaru 2026 di Kelas Rp2 Jutaan, Ini 7 Pilihan yang Masih Layak Dibeli

Akar Menjadi Bagian Penting

Perawatan bonsai tidak hanya berfokus pada bagian yang terlihat. Kondisi akar juga harus diperhatikan, terutama ketika tanaman menjalani proses peremajaan.

Akar yang sudah bertumpuk dapat dikurangi untuk memberikan ruang bagi pertumbuhan akar baru. Akar baru yang berwarna putih kemudian diharapkan tumbuh lebih aktif dan membantu tanaman mendapatkan nutrisi dari media tanam.

Pada tahap tertentu, bagian atas bonsai juga dipangkas hingga terlihat lebih gundul. Teknik tersebut dilakukan ketika kondisi jaringan akar masih dalam proses perbaikan. Pemangkasan bagian atas membantu menyesuaikan kebutuhan tanaman dengan kondisi akar yang belum sepenuhnya pulih.

Setelah akar baru tumbuh, bonsai tidak langsung dipindahkan ke pot keramik. Tanaman terlebih dahulu dibiarkan berkembang di pot pembesaran dengan media yang lebih banyak.

Setelah akar dan media di dalam pot menjadi lebih padat, bonsai dapat kembali dipindahkan. Cara bertahap ini bertujuan membuat tanaman lebih siap ketika masuk ke pot keramik.

Untuk pembesaran, ruang juga menjadi faktor penting. Bonsai yang ingin dikembangkan tidak dapat mengandalkan tempat yang terlalu sempit. Jika ruang terbatas, ukuran tanaman pun akan sulit berkembang secara maksimal.

Media Tanam dan Pemupukan

Media tanam menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam cara merawat bonsai. Campuran yang digunakan terdiri dari kompos, sekam lapuk, cocopeat, dan sedikit kapur dolomit.

Media tersebut dibuat dengan karakter poros. Kondisinya diharapkan tetap lembap, tetapi tidak membuat air menggenang. Air setelah penyiraman harus dapat mengalir sehingga media tidak terlalu basah.

Pupuk diberikan dalam jumlah sedikit tetapi merata. Pemberian nutrisi dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bonsai setelah proses perawatan akar.

Pemupukan juga dapat dilakukan secara berlapis. Bagian atas media tetap mendapatkan pupuk untuk mendukung akar yang tumbuh menyamping di area tersebut, sedangkan bagian bawah berkaitan dengan akar yang berkembang lebih dalam.

Selain nutrisi, bonsai juga perlu mendapat perhatian terhadap serangan jamur. Fungisida digunakan untuk membantu mengatasi jamur yang menyerang bagian batang. Sebelum pemberian fungisida, permukaan batang dapat dibersihkan dengan cara disikat.

Baca Juga: HP Terbaru 2026 di Kelas Rp2 Jutaan, Ini 7 Pilihan yang Masih Layak Dibeli

Penyikatan dilakukan sesuai kebutuhan. Dalam kondisi normal, perawatan dapat dilakukan setiap beberapa bulan. Jika serangan jamur cukup tinggi, frekuensinya dapat ditingkatkan.

Bagian permukaan media juga bisa diberi topping. Bahan yang digunakan dapat berupa pasir Malang, cocopeat, organik granul, maupun tumbukan bata. Penggunaan bahan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan.

Perawatan bonsai pada akhirnya merupakan proses bertahap. Tanaman yang awalnya berukuran kecil membutuhkan waktu untuk membentuk karakter batang, cabang, dan ranting. Dengan pengaturan akar, pemangkasan, media yang sesuai, pemupukan, serta pengendalian jamur, bonsai dapat terus dikembangkan hingga memiliki struktur yang semakin matang.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Waroeng kacir
media tanam bonsai cara merawat bonsai Repotting Bonsai Peremajaan Akar bonsai