JAKARTA - Cara merawat bonsai tidak cukup hanya dengan rajin menyiram atau segera memindahkan tanaman ke pot yang terlihat indah. Pemilihan bahan, kondisi akar, ukuran pot, hingga pola penyiraman menjadi bagian penting yang menentukan pertumbuhan bonsai.
Hal tersebut dibahas dalam materi Akademi Bonsai bersama trainer internasional Lutfi. Dalam pembahasan tersebut, sejumlah kesalahan yang umum dilakukan pemain bonsai, terutama pemula, dijelaskan mulai dari salah memilih bahan, penggunaan pot yang tidak sesuai, hingga terlalu sering menyiram.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi lingkungan tempat bonsai diletakkan. Tanaman membutuhkan sinar matahari, angin, udara, serta tempat yang bersih. Karena itu, kondisi lahan perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
Perbedaan lingkungan juga berpengaruh. Bonsai yang diletakkan di rumah dengan tembok penghalang tentu bisa mendapatkan paparan matahari berbeda dibandingkan tanaman yang berada di tempat terbuka.
Baca Juga: HP Terbaru 2026 Infinix Punya Banyak Pilihan, Ini 8 Model dengan Spek Beragam
Perhatikan Kondisi dan Perakaran Bonsai
Kesalahan pertama yang dibahas adalah pemilihan pohon atau bahan bonsai yang kurang tepat. Kondisi akar menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan sejak awal.
Pada contoh pohon sancang, terlihat beberapa akar berukuran kecil dan menggantung sehingga tidak langsung menyentuh media. Sementara itu, terdapat akar lain yang ukurannya jauh lebih besar. Kondisi tersebut membuat komposisi perakaran terlihat tidak seimbang.
Menurut Lutfi, kondisi tersebut masih dapat diperbaiki dengan teknik tertentu. Salah satunya adalah penyuluran akar. Teknik tersebut dilakukan dengan mengeluarkan akar dari pot kemudian memasukkannya kembali ke tanah agar mendapatkan sumber makanan lebih banyak bersama akar lainnya.
Namun, pertumbuhan akar juga perlu dikontrol karena dapat berpengaruh terhadap cabang yang mendapatkan suplai dari akar tersebut. Akar yang berkembang lebih kuat berpotensi membuat cabang yang disuplai ikut tumbuh lebih dominan.
Perakaran yang baik, menurut penjelasan dalam materi tersebut, adalah akar yang menyebar secara merata dengan ukuran yang bervariasi. Akar tidak harus memiliki ukuran seragam, tetapi komposisinya perlu mendukung keseimbangan tampilan pohon dan cabang.
Jangan Terburu-buru Memakai Pot Ideal
Kesalahan kedua adalah menggunakan pot yang terlalu kecil atau terlalu besar untuk kondisi bonsai.
Pohon yang masih berada dalam tahap pembesaran sebaiknya tidak langsung ditempatkan pada pot berukuran ideal untuk tampilan akhir. Pot yang terlalu kecil dapat membuat pertumbuhan terhambat karena ruang akar terbatas.
Pada contoh pohon asam yang masih dalam proses pembesaran, penggunaan pot yang sudah ideal membuat pertumbuhannya menjadi lebih lambat. Dampaknya, cabang dan ranting dapat lebih cepat mengalami penuaan, sementara produktivitas pertumbuhan menurun.
Sebaliknya, pohon yang masih dalam tahap pengelosan atau pembesaran dapat menggunakan pot yang lebih besar. Tujuannya memberikan ruang bagi pertumbuhan akar sehingga proses pembesaran batang bisa lebih optimal.
Pot yang jauh lebih besar memang memberikan ruang tambahan, tetapi tidak berarti harus terus diganti dengan ukuran yang semakin besar. Dalam materi tersebut juga dijelaskan bahwa penggunaan pot yang lebih besar dapat membuat kebutuhan penggantian media menjadi lebih jarang karena akar memiliki ruang untuk memanjang.
Untuk bonsai yang masih mengejar pertumbuhan, pot plastik atau ember pun dinilai tidak menjadi masalah. Pot keramik lebih cocok ketika tanaman sudah mendekati kondisi yang diinginkan secara keseluruhan.
Baca Juga: HP Terbaru 2026 Infinix Punya Banyak Pilihan, Ini 8 Model dengan Spek Beragam
Penyiraman Tidak Harus Berlebihan
Kesalahan ketiga adalah terlalu sering menyiram. Pemain bonsai pemula terkadang menganggap penyiraman berkali-kali dalam sehari dapat mempercepat pertumbuhan.
Padahal, kebutuhan air bergantung pada kondisi media dan lingkungan. Air berfungsi sebagai penghantar makanan agar dapat diserap akar, sehingga jumlah dan frekuensi penyiraman perlu disesuaikan.
Salah satu faktor penting adalah porositas media. Media yang sangat poros membuat air cepat mengalir keluar dari lubang pot. Namun, kondisi tersebut juga dapat membuat tanaman lebih cepat kehilangan air, terutama jika menggunakan pot tipis dan berada di bawah panas terik.
Karena itu, cara merawat bonsai perlu memperhatikan jenis media, bentuk dan ketebalan pot, kondisi cuaca, serta kebutuhan tanaman. Penyiraman tidak bisa disamaratakan untuk semua bonsai.
Intinya, perawatan bonsai membutuhkan proses dan pengamatan. Pertumbuhan akar, ukuran pot, pembesaran batang, hingga kebutuhan air perlu dikontrol secara bertahap agar tanaman berkembang sesuai program yang diinginkan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Akademi Bonsai