5 Jenis Bonsai untuk Pemula yang Paling Mudah Dirawat Menurut Ahli Berpengalaman 50 Tahun

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 18:20 WIB
Bonsai untuk pemula bisa dimulai dari ficus, elaeagnus, privet, Chinese elm, dan larch yang dikenal mudah dirawat.(Pinterest)
Bonsai untuk pemula bisa dimulai dari ficus, elaeagnus, privet, Chinese elm, dan larch yang dikenal mudah dirawat.(Pinterest)

JAKARTA - Bonsai untuk pemula tidak harus dimulai dari jenis pohon yang sulit dirawat. David Easterbrook, yang telah menekuni bonsai selama lebih dari 50 tahun dan pernah menjadi kurator koleksi bonsai di Montreal Botanical Garden selama lebih dari 30 tahun, merekomendasikan lima jenis tanaman yang relatif mudah untuk dipelajari.

Lima pilihan tersebut adalah ficus, elaeagnus, privet atau ligustrum, Chinese elm, dan larch atau tamarack. Menurut Easterbrook, kelima jenis tersebut dapat menjadi material bonsai yang bagus sekaligus memberi kesempatan bagi pemula untuk belajar memangkas dan membentuk pohon.

Rekomendasi ini didasarkan pada pengalaman panjang Easterbrook dalam merawat dan mengembangkan bonsai. Ia menekankan bahwa jenis pohon yang mudah tumbuh bukan berarti hasil bonsainya memiliki nilai yang lebih rendah.

Baca Juga: Mobil Bekas Tangerang Mulai Rp28,5 Juta, Ada Mercy, BMW, Alphard hingga RX-8

Ficus dan Elaeagnus

Pilihan pertama adalah ficus. Salah satu contoh yang ditampilkan ialah ficus bird davii yang memiliki daun kecil dan kompak. Jenis ini tumbuh baik di dalam ruangan dan dapat berbuah.

Namun, ficus merupakan tanaman tropis sehingga tidak tahan terhadap embun beku. Pada musim dingin, tanaman harus dipindahkan ke tempat yang hangat, seperti area dalam rumah yang terang dan memiliki sirkulasi udara baik atau rumah kaca yang hangat.

Ficus juga relatif mudah dipangkas. Cabang dapat dipotong kembali hingga menyisakan daun yang menghadap ke arah pertumbuhan yang diinginkan. Daunnya yang tebal membuat tanaman lebih mampu menghadapi kondisi kering di dalam rumah.

Pilihan kedua adalah elaeagnus atau thorny elaeagnus. Tanaman ini dinilai cocok sebagai bonsai karena daunnya tebal dan cukup tahan terhadap kondisi kering. Elaeagnus juga dapat tumbuh pada berbagai tingkat pH tanah.

Selain dapat ditanam di dalam maupun luar ruangan pada kondisi tertentu, tanaman ini memiliki daya tarik lain. Pada Agustus hingga September, elaeagnus dapat menghasilkan bunga putih kecil dengan aroma manis. Saat memasuki masa dormansi, tanaman menghasilkan buah merah yang dapat bertahan selama musim dingin.

Easterbrook bahkan menggunakan elaeagnus dalam kelas bonsai untuk pemula di sekolah hortikultura yang pernah ia kelola. Ia juga menunjukkan contoh elaeagnus yang telah berusia puluhan tahun dengan batang tua, kayu mati, bunga putih, dan buah merah.

Privet dan Chinese Elm

Jenis ketiga adalah privet atau ligustrum. Tanaman ini dikenal sebagai material pagar dan memiliki kemampuan tumbuh yang cepat. Privet juga merespons pemangkasan dengan baik serta mudah menghasilkan tunas baru.

Pemangkasannya relatif sederhana. Pertumbuhan dapat dibiarkan matang terlebih dahulu, kemudian dipotong kembali hingga dua daun untuk mempertahankan bentuk. Privet juga dapat diperbanyak melalui stek dengan relatif mudah.

Contoh lain yang ditampilkan adalah Japanese privet atau Ligustrum obtusum. Menurut Easterbrook, berbagai spesies privet dari sejumlah negara juga dapat digunakan sebagai bonsai.

Pilihan keempat adalah Chinese elm. Tanaman ini dikenal sangat mudah tumbuh dan batangnya dapat membesar dengan baik. Terdapat banyak varietas Chinese elm, termasuk jenis dari wilayah utara dan selatan China.

Chinese elm juga sangat responsif terhadap pemangkasan. Pohon dapat dipangkas cukup keras beberapa kali selama musim panas dan akan kembali menghasilkan pertumbuhan baru yang membuat percabangannya semakin rapat.

Meski mudah dirawat, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Chinese elm rentan terhadap penyakit jamur elm black spot. Selain itu, ketika kondisi pertengahan musim panas panas dan kering, tanaman dapat terserang tungau laba-laba.

Baca Juga: Mobil Bekas Tangerang Punya Banyak Pilihan, Harga Mulai Rp28,5 Juta hingga Mobil Premium

Larch untuk Iklim Utara

Pilihan kelima sekaligus favorit Easterbrook untuk daerah beriklim utara adalah larch atau tamarack. Tanaman ini sangat tahan terhadap suhu dingin dan dapat ditempatkan di luar ruangan selama musim dingin tanpa perlindungan khusus dalam kondisi yang sesuai.

Larch juga mudah dipangkas, dibengkokkan, dan dikawat. Pertumbuhan baru dapat dipangkas atau dijepit berulang kali sehingga percabangannya menjadi semakin rapat dan membentuk bidang dedaunan yang menarik.

Easterbrook menunjukkan larch tua yang diperkirakan berusia lebih dari 300 tahun. Kayu mati alami pada batang menjadi salah satu karakter yang membuat material tersebut menarik sebagai bonsai.

Ia juga menjelaskan teknik pemangkasan larch. Pertumbuhan baru perlu dipotong dengan hati-hati agar tidak menarik seluruh bagian pertumbuhan baru. Saat memangkas, jarum perlu didorong ke belakang dan menyisakan beberapa jarum baru untuk menghindari kerusakan pada ujungnya.

Bagi pemula, kelima jenis tersebut menawarkan pilihan untuk belajar tanpa harus langsung berhadapan dengan tanaman yang sangat sulit dirawat. Easterbrook menegaskan, pohon yang mudah tumbuh tetap dapat dibentuk menjadi bonsai berkualitas tinggi.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Bonsai
Bonsai untuk Pemula ficus bonsai elaeagnus Chinese elm larch bonsai