JAKARTA - Bonsai pemula tidak harus langsung memilih tanaman yang rumit untuk dirawat. David Easterbrook, yang telah menggeluti bonsai selama lebih dari 50 tahun, merekomendasikan lima jenis pohon yang dinilai paling mudah untuk memulai hobi tersebut.
Lima jenis bonsai pemula yang menjadi pilihan Easterbrook adalah ficus, elaeagnus, privet atau ligustrum, Chinese elm, serta larch atau tamarack. Rekomendasi itu disampaikan berdasarkan pengalaman panjangnya dalam menanam dan merawat bonsai.
Easterbrook sendiri pernah menjadi kurator koleksi bonsai di Montreal Botanical Garden selama lebih dari 30 tahun. Ia menilai kemudahan tumbuh tidak membuat kelima jenis tersebut kehilangan nilai sebagai tanaman bonsai.
Baca Juga: Mobil Bekas Tangerang Mulai Rp28,5 Juta, Ada Mercy, BMW, Alphard hingga RX-8
Ficus dan Elaeagnus
Ficus menjadi pilihan pertama Easterbrook. Salah satu yang diperlihatkan adalah ficus bird davii yang berasal dari Afrika Selatan. Jenis tersebut memiliki daun kecil dan kompak sehingga cocok dibentuk menjadi bonsai.
Ficus juga dapat tumbuh dengan baik di dalam ruangan dan mampu menghasilkan buah. Daunnya yang tebal membuat tanaman cukup tahan terhadap kondisi kering yang biasa terjadi di dalam rumah.
Meski demikian, ficus memiliki satu kelemahan penting. Tanaman ini termasuk jenis tropis dan tidak tahan terhadap embun beku. Karena itu, ficus perlu dipindahkan ke tempat hangat saat musim dingin, misalnya ruangan dalam rumah yang terang dan memiliki sirkulasi udara baik atau rumah kaca.
Pemangkasan ficus juga relatif mudah. Cabang cukup dipotong kembali hingga daun yang menghadap ke arah pertumbuhan yang diinginkan.
Pilihan kedua adalah elaeagnus atau thorny elaeagnus. Menurut Easterbrook, tanaman ini sebenarnya sangat cocok dijadikan bonsai, tetapi belum cukup banyak digunakan.
Elaeagnus mempunyai daun tebal yang mampu menghadapi kondisi kering. Tanaman tersebut juga dapat tumbuh pada berbagai tingkat pH tanah dan bisa ditempatkan di dalam maupun luar ruangan pada kondisi yang sesuai.
Keunggulan lain terdapat pada bunganya. Sekitar Agustus hingga September, elaeagnus dapat menghasilkan bunga putih kecil dengan aroma manis. Saat tanaman memasuki masa dormansi, buah merah dapat muncul dan memberikan warna selama musim dingin.
Easterbrook bahkan menggunakan elaeagnus dalam kelas bonsai pemula di sekolah hortikultura. Ia menunjukkan contoh elaeagnus yang dibeli di China pada 1980-an dan diperkirakan telah berusia lebih dari 60 tahun.
Privet dan Chinese Elm
Privet atau ligustrum menempati posisi ketiga. Tanaman yang sering digunakan sebagai pagar tersebut tumbuh cepat dan sangat responsif terhadap pemangkasan.
Privet dapat menghasilkan tunas baru setelah dipangkas. Tanaman ini juga mudah diperbanyak melalui stek. Untuk mempertahankan bentuk, pertumbuhan baru dapat dibiarkan matang sebelum dipotong kembali hingga dua daun.
Salah satu contoh yang ditampilkan adalah Ligustrum obtusum atau Japanese privet. Easterbrook menyebut berbagai spesies privet lainnya juga dapat digunakan sebagai bonsai.
Pilihan keempat adalah Chinese elm. Tanaman ini disebut sangat mudah tumbuh dan batangnya dapat menebal dengan baik. Berbagai varietas Chinese elm juga tersedia.
Pemangkasan menjadi salah satu keunggulannya. Chinese elm dapat dipangkas keras beberapa kali selama musim panas. Setelah dipangkas, pohon akan menghasilkan pertumbuhan baru sehingga percabangannya menjadi semakin rapat.
Namun, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Chinese elm rentan terhadap penyakit jamur elm black spot. Selain itu, ketika musim panas berlangsung panas dan kering, tanaman dapat terserang tungau laba-laba.
Easterbrook juga menunjukkan contoh Chinese elm tua dengan kulit batang kasar. Pohon tersebut dapat melewati musim dingin di luar ruangan dengan perlindungan minimal dalam kondisi iklim yang sesuai.
Baca Juga: Mobil Bekas Tangerang Punya Banyak Pilihan, Harga Mulai Rp28,5 Juta hingga Mobil Premium
Larch untuk Wilayah Dingin
Jenis kelima adalah larch atau tamarack. Ini merupakan pilihan favorit Easterbrook bagi penghobi yang tinggal di wilayah beriklim utara.
Larch memiliki ketahanan tinggi terhadap suhu dingin. Dalam kondisi yang tepat, tanaman dapat melewati musim dingin di luar ruangan tanpa perlindungan khusus. Tanaman ini juga dapat tumbuh pada media bonsai buatan.
Selain tahan dingin, larch mudah dibentuk. Cabangnya dapat ditekuk dan dikawat. Pertumbuhan baru juga dapat dijepit berulang kali untuk membuat percabangan semakin rapat.
Easterbrook menunjukkan larch yang diperkirakan telah berusia lebih dari 300 tahun. Pohon tersebut memiliki kayu mati alami yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Dalam pemangkasan, larch membutuhkan teknik tertentu. Pertumbuhan baru tidak boleh ditarik sembarangan karena seluruh bagian pertumbuhan dapat ikut terlepas. Jarum perlu didorong ke belakang sebelum bagian yang diinginkan dipotong.
Menurut Easterbrook, kelima jenis tersebut layak dicoba oleh orang yang baru memulai bonsai. Kemudahan perawatan juga bukan berarti bonsai yang dihasilkan memiliki kualitas rendah. Dengan perawatan dan pembentukan yang tepat, tanaman-tanaman tersebut tetap dapat dikembangkan menjadi bonsai berkualitas tinggi.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Bonsai