5 Jenis Bonsai Termudah untuk Pemula, Ficus hingga Larch Punya Keunggulan Berbeda

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 18:35 WIB
Jenis bonsai termudah untuk pemula menurut David Easterbrook adalah ficus, elaeagnus, privet, Chinese elm, dan larch.(Pinterest)
Jenis bonsai termudah untuk pemula menurut David Easterbrook adalah ficus, elaeagnus, privet, Chinese elm, dan larch.(Pinterest)

JAKARTA - Jenis bonsai termudah untuk pemula ternyata cukup beragam. David Easterbrook, pehobi bonsai yang telah menekuni tanaman tersebut selama lebih dari 50 tahun, memilih lima jenis yang menurut pengalamannya paling mudah dikembangkan oleh orang yang baru memulai.

Lima tanaman yang direkomendasikan adalah ficus, elaeagnus, privet atau ligustrum, Chinese elm, dan larch atau tamarack. Masing-masing memiliki karakter berbeda, mulai dari ketahanan terhadap kondisi kering hingga kemampuan bertahan menghadapi suhu dingin.

Easterbrook bukan orang baru dalam dunia bonsai. Ia pernah menjadi kurator koleksi bonsai di Montreal Botanical Garden selama lebih dari 30 tahun. Karena itu, rekomendasinya didasarkan pada pengalaman panjang dalam menanam, memangkas, dan membentuk berbagai jenis bonsai.

Baca Juga: Mobil Bekas Tangerang Mulai Rp28,5 Juta, Pilih Sedan Murah sampai Alphard

Ficus Cocok untuk Bonsai Dalam Ruangan

Ficus menjadi pilihan pertama Easterbrook. Salah satu contoh yang diperlihatkan adalah ficus bird davii yang berasal dari Afrika Selatan. Tanaman ini memiliki daun kecil dan kompak sehingga secara alami cocok untuk dijadikan bonsai.

Keunggulan ficus lainnya adalah kemampuannya tumbuh dengan baik di dalam ruangan. Tanaman ini juga dapat menghasilkan buah. Daunnya yang tebal membuat ficus relatif mampu menghadapi kondisi kering yang sering terjadi di dalam rumah.

Namun, pemilik perlu memperhatikan suhu. Ficus merupakan tanaman tropis dan tidak tahan terhadap embun beku. Saat musim dingin, tanaman harus ditempatkan di lokasi yang hangat, seperti ruangan terang dengan sirkulasi udara baik atau rumah kaca.

Pemangkasan ficus juga tidak rumit. Cabang cukup dipotong kembali menuju daun yang mengarah ke arah pertumbuhan yang diinginkan.

Jenis kedua adalah elaeagnus atau thorny elaeagnus. Menurut Easterbrook, tanaman ini belum cukup banyak dimanfaatkan sebagai bonsai, padahal cukup mudah dirawat.

Daunnya tebal dan tahan terhadap kondisi kering. Elaeagnus juga dapat tumbuh pada berbagai tingkat pH tanah. Dalam kondisi yang sesuai, tanaman dapat dipelihara di dalam maupun luar ruangan.

Keunggulan lainnya adalah bunga dan buah. Pada sekitar Agustus hingga September, tanaman dapat menghasilkan bunga putih kecil dengan aroma manis. Ketika memasuki masa dormansi, buah berwarna merah dapat muncul dan bertahan selama musim dingin.

Easterbrook bahkan menggunakan elaeagnus dalam kelas bonsai pemula di sekolah hortikultura. Ia memperlihatkan contoh tanaman yang dibeli di China pada era 1980-an dan kini diperkirakan berusia lebih dari 60 tahun.

Privet dan Chinese Elm Mudah Dibentuk

Privet atau ligustrum berada di urutan ketiga. Tanaman yang banyak digunakan sebagai pagar ini tumbuh cepat, mudah dipangkas, dan mampu menghasilkan tunas baru dengan baik.

Privet juga mudah diperbanyak melalui stek. Untuk menjaga bentuk bonsai, pertumbuhan baru bisa dibiarkan matang kemudian dipotong hingga menyisakan dua daun.

Easterbrook memperlihatkan Ligustrum obtusum atau Japanese privet. Ia menyebut ada banyak spesies privet dari berbagai negara yang juga dapat dikembangkan menjadi bonsai.

Chinese elm menjadi pilihan keempat. Tanaman ini dikenal memiliki pertumbuhan kuat dan mampu membentuk batang yang semakin tebal. Berbagai varietas Chinese elm juga tersedia.

Salah satu kelebihan utamanya adalah respons terhadap pemangkasan. Chinese elm dapat dipangkas beberapa kali selama musim panas. Setiap pemangkasan dapat memicu pertumbuhan baru sehingga percabangannya semakin rapat.

Meski mudah tumbuh, Chinese elm tetap memiliki sejumlah gangguan yang harus diwaspadai. Salah satunya penyakit jamur elm black spot. Tanaman ini juga rentan terhadap tungau laba-laba ketika kondisi pertengahan musim panas panas dan kering.

Easterbrook menunjukkan Chinese elm dengan kulit batang kasar yang berasal dari wilayah utara China. Dalam kondisi Montreal, tanaman tersebut dapat melewati musim dingin dengan perlindungan minimal.

Baca Juga: Mobil Bekas Tangerang Mulai Rp28,5 Juta, Ada Mercy, BMW, Alphard hingga RX-8

Larch Jadi Pilihan untuk Iklim Dingin

Pilihan terakhir adalah larch atau tamarack. Tanaman ini menjadi favorit Easterbrook bagi penghobi yang tinggal di wilayah beriklim utara karena memiliki ketahanan terhadap suhu dingin.

Dalam kondisi yang sesuai, larch dapat melewati musim dingin di luar ruangan tanpa perlindungan. Tanaman ini juga dapat ditanam menggunakan campuran media bonsai buatan.

Larch relatif mudah dibentuk. Cabangnya dapat ditekuk dan dikawat. Pertumbuhan barunya juga bisa dijepit berkali-kali sehingga menghasilkan percabangan yang semakin rapat.

Easterbrook memperlihatkan larch yang diperkirakan berusia lebih dari 300 tahun. Pohon tersebut memiliki kayu mati alami yang memberikan karakter kuat pada tampilannya.

Teknik pemangkasan larch perlu dilakukan secara hati-hati. Pertumbuhan baru tidak boleh ditarik sembarangan karena seluruh bagian tersebut bisa ikut terlepas. Saat menggunakan gunting, jarum perlu didorong ke belakang sebelum pertumbuhan dipotong.

Bagi Easterbrook, kemudahan tumbuh bukan berarti tanaman tersebut menghasilkan bonsai dengan kualitas rendah. Kelima jenis yang direkomendasikan tetap memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bonsai berkualitas tinggi.

Pemula dapat memilih jenis berdasarkan kondisi lingkungan masing-masing. Ficus cocok bagi yang membutuhkan tanaman untuk dalam ruangan, sedangkan larch menjadi pilihan menarik bagi penghobi di wilayah dengan musim dingin. Sementara itu, elaeagnus, privet, dan Chinese elm menawarkan karakter yang berbeda dalam hal pertumbuhan dan pemangkasan.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Bonsai
bonsai pemula ficus bonsai Chinese elm larch bonsai jenis bonsai termudah