5 Bonsai untuk Pemula yang Mudah Dirawat, Ahli Ini Sudah 50 Tahun Menggelutinya

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 18:40 WIB
Bonsai untuk pemula bisa dimulai dari ficus, elaeagnus, privet, Chinese elm, dan larch yang relatif mudah tumbuh dan dibentuk.(Pinterest)
Bonsai untuk pemula bisa dimulai dari ficus, elaeagnus, privet, Chinese elm, dan larch yang relatif mudah tumbuh dan dibentuk.(Pinterest)

JAKARTA - Bonsai untuk pemula tidak harus selalu dimulai dari tanaman yang sulit dirawat. David Easterbrook, praktisi bonsai dengan pengalaman lebih dari 50 tahun, menyebut ada lima jenis yang relatif mudah dikembangkan bagi orang yang baru menekuni hobi tersebut.

Lima pilihan itu adalah ficus, elaeagnus, privet atau ligustrum, Chinese elm, serta larch atau tamarack. Masing-masing memiliki kelebihan berbeda, mulai dari kemampuan tumbuh di dalam ruangan, respons terhadap pemangkasan, hingga ketahanan menghadapi suhu dingin.

Pengalaman Easterbrook di dunia bonsai cukup panjang. Ia pernah menjadi kurator koleksi bonsai di Montreal Botanical Garden selama lebih dari 30 tahun. Karena itu, lima jenis tersebut dipilih berdasarkan pengalaman langsungnya dalam merawat dan membentuk bonsai.

Baca Juga: Mobil Bekas Tangerang Mulai Rp28,5 Juta, Pilih Sedan Murah sampai Alphard

Ficus hingga Privet

Ficus menjadi pilihan pertama Easterbrook. Salah satu contoh yang ditampilkan adalah ficus bird davii yang berasal dari Afrika Selatan. Jenis ini memiliki daun kecil dan kompak sehingga cocok untuk dijadikan bonsai.

Ficus juga dapat tumbuh dengan baik di dalam ruangan dan mampu menghasilkan buah. Daunnya yang tebal membuat tanaman relatif tahan terhadap kondisi kering di dalam rumah.

Namun, ficus merupakan tanaman tropis yang tidak tahan terhadap embun beku. Saat musim dingin, tanaman harus dipindahkan ke tempat yang hangat. Easterbrook menyarankan lokasi dalam rumah yang terang dan memiliki sirkulasi udara baik atau rumah kaca.

Pemangkasan ficus juga tergolong mudah. Cabang dapat dipotong kembali hingga daun yang menghadap ke arah pertumbuhan yang diinginkan.

Pilihan kedua adalah elaeagnus atau thorny elaeagnus. Tanaman ini disebut belum cukup banyak digunakan sebagai bonsai, meski memiliki karakter yang cocok untuk pemula.

Daunnya tebal dan mampu menghadapi kondisi kering. Elaeagnus juga dapat tumbuh pada berbagai tingkat pH tanah. Dalam kondisi yang sesuai, tanaman ini bisa dipelihara di dalam maupun luar ruangan.

Daya tarik elaeagnus tidak hanya pada bentuknya. Pada Agustus hingga September, tanaman dapat menghasilkan bunga putih kecil dengan aroma manis. Setelah memasuki masa dormansi, buah merah dapat muncul dan memberikan warna selama musim dingin.

Easterbrook bahkan menggunakan elaeagnus dalam kelas bonsai pemula di sekolah hortikultura. Ia menunjukkan tanaman elaeagnus yang dibeli di China pada 1980-an dan kini diperkirakan berusia lebih dari 60 tahun.

Pilihan ketiga adalah privet atau ligustrum. Tanaman yang sering digunakan sebagai pagar ini tumbuh cepat dan mampu merespons pemangkasan dengan baik.

Privet juga mudah diperbanyak melalui stek. Setelah pertumbuhan baru cukup matang, cabang dapat dipotong kembali hingga menyisakan dua daun untuk mempertahankan bentuk bonsai.

Salah satu contoh yang ditampilkan adalah Ligustrum obtusum atau Japanese privet. Menurut Easterbrook, berbagai spesies privet lainnya juga dapat digunakan sebagai bonsai.

Baca Juga: Mobil Bekas Tangerang Mulai Rp28,5 Juta, Ada Mercy, BMW, Alphard hingga RX-8

Chinese Elm dan Larch

Chinese elm menjadi pilihan keempat. Tanaman ini dikenal sangat mudah tumbuh dan mampu membentuk batang yang semakin tebal. Berbagai varietas juga tersedia.

Keunggulan Chinese elm terletak pada responsnya terhadap pemangkasan. Pohon dapat dipangkas keras beberapa kali selama musim panas. Setelah itu, pertumbuhan baru akan muncul dan membuat percabangan semakin rapat.

Meski demikian, ada dua gangguan yang perlu diperhatikan. Chinese elm rentan terhadap penyakit jamur elm black spot. Selain itu, tanaman dapat terserang tungau laba-laba ketika kondisi pertengahan musim panas panas dan kering.

Easterbrook menunjukkan contoh rough bark Chinese elm dari wilayah utara China. Di Montreal, tanaman tersebut dapat melewati musim dingin dengan perlindungan minimal dalam kondisi yang sesuai.

Pilihan kelima sekaligus favorit Easterbrook untuk wilayah beriklim utara adalah larch atau tamarack. Tanaman ini memiliki ketahanan terhadap suhu dingin dan dapat melewati musim dingin di luar ruangan dalam kondisi yang sesuai.

Larch juga mudah dibentuk. Cabangnya dapat ditekuk dan dikawat. Pertumbuhan baru bisa dijepit berulang kali sehingga percabangannya semakin rapat.

Easterbrook memperlihatkan larch yang diperkirakan berusia lebih dari 300 tahun. Kayu mati alami pada pohon tersebut menjadi salah satu karakter yang membuatnya menarik sebagai bonsai.

Dalam pemangkasan larch, teknik yang digunakan harus tepat. Pertumbuhan baru tidak boleh ditarik sembarangan karena seluruh bagian tersebut bisa ikut terlepas. Jarum perlu didorong ke belakang sebelum bagian yang diinginkan dipotong.

Menurut Easterbrook, kemudahan dalam merawat tanaman tidak mengurangi nilai bonsai yang dihasilkan. Kelima jenis tersebut tetap bisa dikembangkan menjadi bonsai berkualitas tinggi.

Bagi orang yang baru mulai, pemilihan tanaman dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Ficus dapat menjadi pilihan untuk dalam ruangan, sedangkan larch cocok untuk wilayah beriklim dingin. Elaeagnus, privet, dan Chinese elm menawarkan pilihan lain dengan karakter pertumbuhan dan pemangkasan yang relatif mudah.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Bonsai
Bonsai untuk Pemula ficus bonsai elaeagnus Chinese elm privet bonsai