BLITAR KAWENTAR - Pameran flora dan fauna di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, menghadirkan beragam tanaman dan hewan yang bisa dinikmati warga secara gratis. Salah satu yang mencuri perhatian adalah tanaman bonsai dengan harga mencapai Rp35 juta.
Pameran tersebut digelar hingga 28 September. Dalam kegiatan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyuguhkan berbagai jenis flora dan fauna yang ditempatkan di sejumlah area. Pengunjung juga dapat berfoto di lokasi tanpa dipungut biaya.
Selain menjadi tempat rekreasi, pameran tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pedagang tanaman untuk menawarkan koleksi mereka. Berbagai tanaman yang dipajang di area pameran memang diperjualbelikan, termasuk bonsai dengan harga puluhan juta rupiah.
Seorang pedagang bonsai yang ditemui di lokasi mengatakan, harga tanaman yang dijual berbeda-beda. Salah satu bonsai yang dipamerkan dibanderol sekitar Rp35 juta.
“Kalau yang ini 35-an,” ujar pedagang tersebut ketika ditanya mengenai harga salah satu bonsai koleksinya.
Menurut dia, bonsai yang dijual memiliki beragam jenis dan bentuk. Salah satunya disebut kimeng, yang merupakan jenis ficus. Harga bonsai tidak semata-mata ditentukan dari jenis tanaman. Bentuk dan keunikan pohon turut menjadi pertimbangan.
Baca Juga: 5 Bonsai Termahal di Dunia, Ada yang Ditawar Rp1,3 Miliar dan Berusia 800 Tahun
“Bentuknya juga, terus pandangannya lebih luas, lebih unik,” katanya.
Semakin unik bentuk bonsai, harga tanaman tersebut dapat semakin tinggi. Pedagang itu menjelaskan, tampilan pohon yang terlihat tua dan memiliki nilai estetika juga menjadi salah satu pertimbangan.
Konsep bonsai memang berusaha menghadirkan kesan seperti bentuk pohon di alam dalam ukuran yang lebih kecil. Karena itu, karakter batang, bentuk, hingga kesan keseluruhan tanaman menjadi bagian yang diperhatikan.
Perawatan Bonsai Bergantung Musim
Selain soal harga, perawatan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi bonsai. Pedagang tersebut menjelaskan, penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca.
Saat kondisi normal, bonsai dapat disiram satu kali sehari, baik pada pagi maupun sore. Namun, ketika musim kemarau, penyiraman bisa dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan sore.
Sementara ketika musim hujan, penyiraman tambahan tidak selalu diperlukan karena tanaman sudah mendapatkan air dari hujan.
Baca Juga: 5 Bonsai Termahal di Dunia, Ada yang Ditaksir Hampir Rp5 Miliar
Pedagang bonsai itu mengaku telah mengikuti kegiatan pameran seperti ini sejak sebelum pandemi Covid-19. Selama mengikuti satu event hingga selesai, omzet yang diperolehnya disebut bisa mencapai sekitar Rp100 juta.
Ia juga datang dari Blitar, Jawa Timur, untuk mengikuti pameran di Jakarta.
Untuk mengikuti kegiatan tersebut, koleksi tanaman yang dibawa tidak sedikit. Ia menyebut membawa tanaman menggunakan beberapa truk. Jumlah tanaman yang dibawa pun mencapai ratusan, mulai dari bonsai berukuran kecil hingga tanaman lainnya.
“Lebih banyak ada 300,” ujarnya saat ditanya mengenai jumlah tanaman yang dibawa.
Tak hanya bonsai, pedagang tersebut juga membawa berbagai tanaman lain yang dapat digunakan untuk kebutuhan taman maupun koleksi rumah. Jenis tanaman yang ditawarkan pun beragam, termasuk bunga yang banyak diminati para pembeli.
Di sisi lain, keberadaan pameran flora dan fauna di Lapangan Banteng memberikan ruang bagi warga Jakarta untuk menikmati berbagai koleksi tanaman dan hewan tanpa biaya masuk. Pengunjung dapat berkeliling, melihat berbagai sajian flora dan fauna, sekaligus mengabadikan momen di sejumlah spot yang tersedia.
Baca Juga: Deretan Bonsai Termahal di Dunia, Ada yang Ditawar Rp1,3 Miliar dalam Lelang
Pameran itu juga mempertemukan masyarakat dengan para pelaku usaha tanaman dari berbagai daerah. Salah satunya pedagang dari Blitar yang membawa ratusan koleksi tanaman ke Jakarta, termasuk bonsai dengan harga mencapai Rp35 juta.
Dengan beragam koleksi yang ditampilkan, pameran tersebut tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pedagang tanaman untuk memperkenalkan sekaligus menjual koleksi mereka hingga akhir September.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber