Bonsai Rp750 Juta di Kota Batu, Dibentuk dari Cemara yang Akarnya Menyatu

Difa'un Nadhiroh • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 05:10 WIB
Bonsai Rp750 juta menjadi salah satu koleksi Arta Bonsai di Kota Batu. Cemara bergaya grouping itu memiliki akar yang menyatu.(PINTEREST)
Bonsai Rp750 juta menjadi salah satu koleksi Arta Bonsai di Kota Batu. Cemara bergaya grouping itu memiliki akar yang menyatu.(PINTEREST)

BLITAR KAWENTAR - Koleksi bonsai bernilai ratusan juta rupiah dipamerkan di Arta Bonsai, Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timur. Salah satu yang mencuri perhatian adalah bonsai cemara dengan harga mencapai Rp750 juta. Tanaman tersebut memiliki gaya grouping dengan sejumlah batang yang akarnya telah menyatu.

Bonsai mahal itu menjadi salah satu koleksi yang diperlihatkan saat kunjungan ke Arta Bonsai. Tempat tersebut berada di area yang cukup luas dan dipenuhi berbagai tanaman, mulai dari bahan bonsai hingga koleksi yang telah terbentuk.

Pengelola Arta Bonsai, Somad, menjelaskan usaha tersebut telah diteruskan hingga generasi ketiga. Menurutnya, usaha bonsai yang dirintis sang kakek telah berjalan sejak sekitar tahun 1970-an.

“Kalau kakek mulainya dari tahun 9.9,” ujar Somad dalam percakapan tersebut.

Arta Bonsai memiliki spesialisasi utama pada tanaman cemara. Kondisi udara di Batu yang dingin menjadi salah satu alasan tanaman tersebut banyak dikembangkan. Selain cemara, berbagai jenis tanaman lain seperti ficus, beringin, asem, boksus, ulmus, murbei, serut, ligustrum hingga kelor juga tersedia.

Baca Juga: Inspirasi Bonsai Asem Jawa Unik 2026: Pilihan Terbaik Pemula yang Mudah Dibentuk dan Tahan Lama

Koleksi di lokasi tidak semuanya memiliki harga fantastis. Bahan-bahan bonsai bahkan tersedia mulai dari sekitar Rp150 ribu hingga jutaan rupiah. Namun, semakin tua, matang, dan memiliki karakter unik, harga tanaman bisa meningkat hingga ratusan juta rupiah.

Bonsai Rp750 Juta Punya Gaya Unik

Salah satu koleksi yang paling mencolok adalah cemara sargenti atau cemara duri. Tanaman tersebut dibentuk dengan gaya grouping. Beberapa batang tampak tumbuh berdampingan hingga bagian akarnya menyatu.

Somad menyebut bonsai tersebut sebagai salah satu masterpiece mereka. Tanaman itu juga disebut telah beberapa kali mengikuti kontes.

“Masterpiece kita,” katanya.

Ketika ditanya mengenai harga, nilainya mencapai Rp750 juta.

Baca Juga: Bonsai Serut Terbaru Tampil Memukau di Pameran Nasional, Jadi Buruan Kolektor Karena Karakter Uniknya!

Keunikan bonsai tersebut tidak hanya terlihat dari ukurannya. Bentuk batang, susunan cabang, serta proses panjang hingga beberapa bagian tanaman menyatu menjadi faktor yang membuatnya bernilai tinggi.

Somad menjelaskan, batang cemara duri dikenal kokoh dan kuat. Karakter tersebut menjadi salah satu daya tarik tanaman.

Di Arta Bonsai juga terdapat bonsai berukuran besar yang berfungsi sebagai tanaman taman. Salah satunya ficus dibanderol sekitar Rp400 juta. Ada pula pohon asem yang disebut berusia lebih dari 100 tahun dengan harga Rp275 juta.

Pohon asem tersebut telah berada di dalam pot selama sekitar 25 tahun. Bentuk bonggol dan karakter batangnya menjadi bagian yang membuat tanaman tersebut memiliki nilai tinggi.

“Kalau ini 100 tahun lebih,” ujar Somad ketika ditanya mengenai usia pohon asem tersebut.

Untuk bonsai boksus, harga yang ditawarkan lebih terjangkau, yakni sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta. Koleksi tersebut berasal dari penanaman dalam jumlah besar yang dimulai sekitar 2002. Sebagian tanaman baru dipanen setelah tumbuh selama bertahun-tahun.

Proses panjang juga terlihat pada bonsai hasil grafting atau penyambungan. Salah satu teknik yang diperlihatkan membutuhkan waktu sekitar 13 tahun hanya untuk proses tempelan agar tanaman dapat berkembang sesuai bentuk yang diinginkan.

Baca Juga: Panduan Belajar Bonsai untuk Pemula ala Milton Chang: Rahasia Merawat Pohon Kerdil Agar Tidak Mudah Mati

Ada pula bonsai yang dibentuk dengan gaya “rusak-rusak”. Batangnya sengaja dipatahkan secara bertahap untuk mendapatkan karakter ekstrem. Setelah bagian yang dipatahkan sehat, proses serupa dapat dilakukan kembali dan membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Menurut Somad, karakter semacam itu justru bisa menjadi nilai lebih ketika menghasilkan bentuk yang menarik.

Dari Tanaman Murah hingga Koleksi untuk Pasar Luar Negeri

Arta Bonsai juga mengembangkan tanaman dalam jumlah besar untuk berbagai kebutuhan. Sebagian tanaman ditujukan sebagai bahan bonsai, sementara lainnya dikembangkan untuk pasar souvenir.

Tanaman kecil tersedia mulai sekitar Rp100 ribuan. Ada pula bahan bonsai yang masih membutuhkan waktu empat hingga lima tahun sebelum bisa dinaikkan ke tahap berikutnya dalam proses pembentukan.

Somad mengatakan sebagian koleksi juga dipasarkan ke luar daerah. Bahkan, beberapa gaya bonsai disebut banyak terjual ke Singapura.

Untuk pengiriman tanaman berukuran besar, Arta Bonsai menggunakan kargo atau truk.

Pengunjung yang ingin melihat langsung koleksi tersebut juga dipersilakan datang. Arta Bonsai disebut buka setiap hari di Jalan Bukit Berbunga Nomor 1, Kota Batu, Desa Sidomulyo.

Koleksi yang tersedia memperlihatkan bahwa harga bonsai tidak hanya ditentukan oleh ukuran tanaman. Usia, karakter batang, bentuk, proses perawatan, hingga waktu yang dibutuhkan untuk membentuknya turut menjadi bagian dari nilai sebuah bonsai.

Editor : Difa'un Nadhiroh
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Arta Bonsai bonsai Rp750 juta bonsai Jawa Timur Cemara Sargenti kota batu