BLITAR KAWENTAR - Era Bonsai di kawasan K3D, Kemirimuka, Beji, Depok, menyimpan sekitar 1.000 bonsai dari lebih dari 30 jenis. Koleksinya beragam, mulai anting putri, serut, cemara udang, sinensis, hingga beringin yang nilainya mencapai sekitar Rp1 miliar.
Pemilik Era Bonsai, Ruli, mengatakan tempat tersebut sudah diarahkan menjadi area bonsai sejak sekitar 2003–2004. Selain menjadi lokasi budidaya dan pengembangan bonsai, kawasan itu juga menjadi tempat berkumpul para penghobi dari berbagai komunitas bonsai.
Menurut Ruli, jumlah tanaman di lokasi tersebut kurang lebih 1.000 pohon dan kemungkinan masih lebih banyak. Kondisinya pun beragam. Ada tanaman yang masih berupa bahan atau bonggol, dalam tahap pembentukan, hingga bonsai yang hampir selesai.
Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah anting putri yang sudah hampir rampung. Bentuk percabangannya telah tersusun dan tinggal menunggu satu bagian tambahan agar komposisinya lebih seimbang. Untuk bonsai tersebut, Ruli membuka harga sekitar Rp150 juta.
Ia menjelaskan, harga bonsai tidak semata-mata ditentukan ukuran. Komposisi, karakter batang, bonggol, percabangan, tingkat kematangan, serta selera calon pemilik turut menentukan nilai sebuah bonsai.
“Jadi bonsai itu enggak tergantung besar kecilnya. Yang penting jadinya seperti apa, dia punya komposisinya seperti apa,” kata Ruli dalam video tersebut.
Proses pembentukan bonsai juga membutuhkan waktu panjang. Ruli menyebut sebuah bonsai bisa membutuhkan waktu minimal sekitar 10 hingga 20 tahun untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan. Kawat yang digunakan untuk mengarahkan cabang bahkan terkadang harus dibiarkan selama berbulan-bulan hingga satu atau dua tahun sebelum dilepas.
Salah satu contoh lainnya adalah serut yang diperoleh dari alam atau yamadori. Batangnya sudah memiliki karakter miring sehingga Ruli tinggal menyesuaikan komposisi percabangannya. Bonsai tersebut disebut telah melalui proses panjang dan sempat dibuka dengan harga sekitar Rp350 juta.
Dari Beringin Rp1 Miliar hingga Bonsai Kecil
Koleksi berharga tinggi juga terlihat pada beringin yang masih dalam proses pembentukan. Ruli menyebut harganya sekitar Rp1 miliar dan masih bisa lebih ketika sudah selesai.
Baca Juga: Inspirasi Bonsai Asem Jawa Unik 2026: Pilihan Terbaik Pemula yang Mudah Dibentuk dan Tahan Lama
Beringin tersebut merupakan beringin karet yang kemudian diubah dengan teknik tertentu agar tampil lebih elegan. Prosesnya disebut baru mencapai sekitar 85 persen. Bagian yang masih kurang akan dilengkapi hingga komposisinya benar-benar matang.
Bonggol menjadi salah satu daya tarik utama tanaman tersebut. Bentuknya lebar, bulat, dan memiliki akar yang lengkap. Untuk bahan bonggol dengan ukuran dan karakter serupa, Ruli menyebut pernah menemukan harga sekitar Rp600 juta meski belum menjadi bonsai jadi.
Namun, tidak semua koleksi Era Bonsai bernilai ratusan juta rupiah. Ada pula anting putri berukuran kecil yang hampir rampung dengan harga sekitar Rp2 juta. Beberapa tanaman lain seperti mustam, cemara udang, kimeng, kupalandak, lohansung, amplas, dan berbagai jenis beringin juga memenuhi area tersebut.
Ruli juga menunjukkan bonsai cemara udang dengan gaya semi-cascate atau setengah menggantung. Ada pula anting putri dengan gaya windswept, yakni bentuk yang dibuat seolah-olah tumbuh dan bertahan di tengah terpaan angin. Bonsai tersebut telah diproses lebih dari 10 tahun dan dibuka sekitar Rp100 juta.
Menurut Ruli, kegagalan juga menjadi bagian dari proses membuat bonsai. Tanaman yang mati tidak selalu dibuang. Bagian batang yang masih memiliki karakter dapat dipertahankan dan dimodifikasi menjadi batang kering sehingga tetap memiliki cerita visual.
Baca Juga: Bonsai Serut Terbaru: Cara Tepat Ganti Media Tanam dan Solusi Ampuh Atasi Daun Kuning Bolong Putih
Kunci Merawat Bonsai
Bagi pemula, Ruli menekankan pentingnya kesabaran dan ketelatenan. Bonsai harus dirawat secara rutin, mulai dari penyiraman hingga pemangkasan dan pengawasan pertumbuhan cabang.
“Harus sabar dan telaten,” ujar Ruli.
Ia menjelaskan, bonsai yang masih dibentuk membutuhkan perhatian lebih. Kawat harus dilepas pada waktu yang tepat agar tidak mengganggu pertumbuhan. Setelah bentuk mulai jadi, perawatan dapat dilakukan dengan kontrol berkala.
Era Bonsai berada di kawasan K3D, Jalan Margonda Raya, jalur pipa gas Pertamina, Kemirimuka, Beji, Kota Depok. Dalam video tersebut, Ruli menyebut tempatnya buka setiap hari dan terbuka bagi masyarakat yang ingin membeli maupun belajar mengenai bonsai.
Bagi Ruli, membuat bonsai bukan sekadar memiliki tanaman mahal. Proses panjang, kreativitas, komposisi, dan ketekunan menjadi bagian penting untuk menghasilkan sebuah karya yang memiliki karakter.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber