WLINGI - Perkebunan Sirah Kencong di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, kembali menjadi tujuan perjalanan yang menawarkan suasana berbeda. Kawasan perkebunan teh di lereng Gunung Kawi tersebut menghadirkan hamparan hijau, jalan berkelok, udara sejuk, hingga sejumlah fasilitas wisata yang bisa dinikmati pengunjung.
Perjalanan menuju Perkebunan Sirah Kencong dimulai dari wilayah Desa Meru, Kecamatan Wlingi. Rute kemudian melewati sejumlah kawasan perdesaan, persawahan, perbukitan, hingga perkebunan sebelum akhirnya masuk ke kawasan Sirah Kencong.
Perjalanan menuju Perkebunan Sirah Kencong itu disebut memiliki jarak sekitar 20 kilometer dari Wlingi. Dalam perjalanan, kondisi jalan yang ditemui cukup beragam. Ada bagian yang sudah dicor dan diaspal, tetapi terdapat pula ruas yang mulai rusak serta menyempit ketika mendekati kawasan perkebunan.
Baca Juga: Toyota Innova G 2024 Disulap Jadi Spek Sultan, Full Black hingga Interior Ala Mercedes-Maybach
Menyusuri Perdesaan hingga Lereng Gunung Kawi
Rute menuju kawasan tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan. Pengendara melewati Desa Tembalang, Desa Ngadirenggo, dan wilayah Tegalasri. Pemandangan di sepanjang jalan berganti-ganti, mulai dari permukiman, persawahan, hingga kawasan hutan dan perkebunan.
Menurut pengalaman dalam video perjalanan tersebut, kondisi jalan di kawasan ini jauh lebih baik dibanding sekitar 10 hingga 15 tahun lalu. Pada awal 2000-an, masih terdapat bagian jalan yang berupa makadam dan tanah. Aspal di sejumlah ruas juga disebut pernah mengalami kerusakan.
Setelah melewati kawasan perdesaan, perjalanan berlanjut menuju wilayah perkebunan. Salah satu kawasan yang disebut dalam perjalanan adalah Greenfield. Luas kawasan tersebut disebut sangat besar dan terdapat aktivitas peternakan sapi yang berkaitan dengan produksi susu.
Semakin mendekati Sirah Kencong, suasana berubah menjadi lebih hijau. Pohon damar tampak di beberapa bagian, sementara tanaman teh mulai mendominasi pemandangan. Kawasan tersebut berada di lereng Gunung Kawi dengan ketinggian sekitar 1.000 meter lebih di atas permukaan laut.
Baca Juga: Toyota FT86 Dimodifikasi Ekstrem, Pakai Air Suspension dan Velg Custom Super Lebar
Hamparan Teh dan Wisata Alam
Setibanya di gerbang kawasan agrowisata, pemandangan perkebunan teh semakin jelas. Tanaman teh membentang di lereng dengan jalur yang berkelok dan naik turun. Meski demikian, tanjakan maupun turunan yang dilewati disebut tidak terlalu tajam sehingga perjalanan tetap terasa nyaman.
Kawasan wisata juga memiliki sejumlah fasilitas seperti homestay, penginapan, warung, dan kafe. Di sekitar kawasan terdapat bukit yang bisa didaki melalui tangga. Terdapat pula informasi mengenai basecamp untuk pendakian menuju kawasan Gunung Kawi.
Keberadaan vegetasi seperti paku-pakuan dan pakis juga menjadi salah satu daya tarik lingkungan sekitar. Tanaman tersebut terlihat di beberapa titik perjalanan dan memperkuat kesan alami kawasan perkebunan.
Dalam perjalanan, terdapat pula air terjun yang dapat menjadi pilihan aktivitas wisata. Namun, untuk mencapainya pengunjung masih perlu berjalan kaki dari lokasi tertentu.
Suasana di Perkebunan Sirah Kencong juga dikenal sejuk. Kawasan tersebut berada pada ketinggian sekitar 1.075 meter di atas permukaan laut. Kondisi cuaca cenderung sering hujan, terutama setelah siang hari. Karena itu, pengunjung yang datang menggunakan sepeda motor disarankan dalam video tersebut untuk membawa jas hujan.
Perjalanan dari Wlingi menuju kawasan perkebunan memakan waktu sekitar satu jam, terutama karena kondisi jalan dan rute yang berkelok. Meski cukup melelahkan, perjalanan tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman menikmati kawasan lereng Gunung Kawi.
Kawasan wisata Sirah Kencong sebelumnya juga sempat terdampak pandemi 2020. Beberapa fasilitas disebut mulai mengalami kerusakan, sementara sebagian tanaman bunga yang dulu menghiasi area sekitar gerbang kini tidak sebanyak sebelumnya.
Meski begitu, hamparan kebun teh dan suasana alami masih menjadi daya tarik utama. Perjalanan panjang menuju kawasan tersebut menawarkan pengalaman menyusuri perdesaan Blitar hingga akhirnya tiba di perkebunan teh yang berada di lereng Gunung Kawi.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : MT Tohir