Sirah Kencong Blitar Punya Pesona Lain, Jalan 20 Kilometer Berujung Kebun Teh di Lereng Kawi

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 15:05 WIB
Sirah Kencong Blitar menawarkan perjalanan 20 kilometer dari Wlingi dengan hamparan kebun teh, udara sejuk, dan panorama lereng Gunung Kawi.(Pinterest)
Sirah Kencong Blitar menawarkan perjalanan 20 kilometer dari Wlingi dengan hamparan kebun teh, udara sejuk, dan panorama lereng Gunung Kawi.(Pinterest)

WLINGI - Sirah Kencong Blitar menawarkan perjalanan yang bukan sekadar menuju kebun teh. Dari Wlingi, Kabupaten Blitar, pengunjung harus menempuh rute sekitar 20 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih satu jam sebelum tiba di kawasan perkebunan teh di lereng Gunung Kawi.

Rute menuju Sirah Kencong Blitar melewati sejumlah desa dengan karakter pemandangan yang terus berubah. Perjalanan dimulai dari pertigaan Desa Meru, Kecamatan Wlingi, kemudian berlanjut melewati kawasan Tembalang, Ngadirenggo, Tegalasri, hingga memasuki wilayah perkebunan.

Perjalanan tersebut kembali dilakukan setelah lebih dari lima tahun. Dalam video, perjalanan menuju kawasan Sirah Kencong digambarkan sebagai salah satu rute yang menarik karena menyuguhkan perpaduan perkampungan, persawahan, perbukitan, hutan, dan perkebunan.

Baca Juga: Toyota Innova G 2024 Disulap Jadi Spek Sultan, Full Black hingga Interior Ala Mercedes-Maybach

Jalan Menuju Sirah Kencong

Kondisi jalan menjadi salah satu bagian yang cukup banyak diceritakan dalam perjalanan. Dibandingkan kondisi sekitar 10 hingga 15 tahun sebelumnya, sejumlah ruas kini disebut jauh lebih baik.

Pada awal 2000-an, perjalanan menuju kawasan perkebunan masih melewati jalan yang rusak. Bahkan, terdapat bagian yang berupa makadam dan jalan tanah. Kini beberapa ruas sudah berupa cor dan aspal, meskipun menjelang kawasan perkebunan masih ditemukan jalan yang rusak dan semakin menyempit.

Rute tersebut juga memiliki banyak tikungan. Namun, tanjakan dan turunan yang dilewati tidak terlalu tajam. Kondisi itu membuat perjalanan menggunakan kendaraan bermotor tetap terasa nyaman selama pengendara berhati-hati.

Sepanjang perjalanan, hamparan persawahan dan perbukitan menjadi pemandangan yang dominan. Memasuki kawasan yang lebih tinggi, vegetasi mulai berubah. Pohon damar, tanaman paku-pakuan, hingga perkebunan teh terlihat di sejumlah titik.

Ada pula kawasan Greenfield yang disebut memiliki wilayah sangat luas. Dalam perjalanan tersebut, kawasan itu dikaitkan dengan aktivitas peternakan sapi dan produksi susu.

Kebun Teh di Ketinggian Lebih dari 1.000 Meter

Semakin mendekati kawasan wisata, suasana semakin terasa seperti wilayah pegunungan. Sirah Kencong berada di lereng Gunung Kawi dengan ketinggian yang disebut mencapai sekitar 1.075 meter di atas permukaan laut.

Hamparan tanaman teh menjadi daya tarik utama. Barisan tanaman hijau memenuhi lereng dan menciptakan pemandangan yang berbeda dibandingkan kawasan perdesaan yang dilewati sebelumnya.

Di sekitar gerbang kawasan agrowisata, terdapat penginapan, homestay, warung, dan kafe. Pengunjung juga dapat menemukan bukit yang bisa dinaiki melalui tangga. Selain itu, terdapat basecamp yang dapat menjadi tempat mencari informasi bagi mereka yang ingin melakukan pendakian ke kawasan Gunung Kawi.

Kawasan ini juga memiliki air terjun. Untuk menuju lokasi tersebut, pengunjung masih harus berjalan kaki dari titik tertentu. Keberadaan air terjun dan vegetasi alami membuat perjalanan tidak hanya menawarkan pemandangan perkebunan teh.

Udara di kawasan Sirah Kencong terasa sejuk karena berada di dataran tinggi. Namun, kawasan ini juga disebut cenderung sering diguyur hujan, terutama setelah siang hari. Pengendara sepeda motor karena itu perlu menyiapkan perlengkapan untuk menghadapi perubahan cuaca.

Baca Juga: Toyota FT86 Dimodifikasi Ekstrem, Pakai Air Suspension dan Velg Custom Super Lebar

Dalam perjalanan, terdapat pula jembatan kecil yang hanya cukup dilalui satu sepeda motor. Detail semacam ini memperlihatkan karakter rute menuju perkebunan yang masih memiliki sejumlah bagian sempit dan menantang.

Kawasan wisata Sirah Kencong sendiri disebut pernah mengalami dampak pandemi pada 2020. Sejumlah fasilitas kemudian terlihat mulai mengalami kerusakan. Tanaman bunga yang dahulu banyak menghiasi area sekitar pintu masuk juga disebut sudah tidak sebanyak sebelumnya.

Meski begitu, suasana alam dan hamparan kebun teh tetap menjadi daya tarik utama. Perjalanan sekitar satu jam dari Wlingi justru memberikan pengalaman tersendiri karena pengunjung tidak langsung tiba di lokasi wisata, melainkan diajak menyusuri berbagai lanskap Blitar sebelum sampai di lereng Gunung Kawi.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : MT Tohir
Perkebunan Sirah Kencong Wlingi gunung kawi wisata blitar sirah kencong blitar