BLITAR - Pembangunan JLS Blitar Jolosutro terus menunjukkan aktivitas di lapangan. Jalur baru mulai dibuka di kawasan perbukitan dengan bantuan alat berat. Trase yang dikerjakan terlihat melewati medan naik-turun dan berkelok sebelum diarahkan menuju sejumlah titik jalan utama.
Perkembangan JLS Blitar Jolosutro tersebut terekam dalam video terbaru kanal YouTube Aji Story. Pengamatan dilakukan mulai dari kawasan utara Pantai Jolosutro hingga menuju bagian pembangunan yang mengarah ke Tempur, Ringinanyar.
JLS Blitar Jolosutro yang terlihat dalam pantauan masih berada dalam tahap pengerjaan. Sejumlah bagian trase berupa tanah dan belum cukup padat untuk dilalui sepeda motor secara nyaman. Aktivitas alat berat dan kendaraan proyek juga masih berlangsung di beberapa lokasi.
Baca Juga: Toyota Innova G 2024 Disulap Jadi Spek Sultan, Full Black hingga Interior Ala Mercedes-Maybach
Jalur Baru Dibuka dari Kawasan Jolosutro
Dari kawasan Pantai Jolosutro, terdapat Jembatan Wonosari yang mengarah menuju wilayah Malang. Di sekitar jembatan tersebut masih terlihat jalur lama yang tersambung dengan jalan utama.
Sementara itu, trase JLS baru berada di bagian yang lebih tinggi dari jalur lama. Pembukaan badan jalan dilakukan melewati kawasan dengan kondisi medan yang cukup menantang.
Trase tersebut tidak dibuat lurus. Jalurnya berkelok mengikuti kondisi kawasan pegunungan. Beberapa bagian masih dalam proses pembukaan sehingga permukaan jalan belum sepenuhnya terbentuk.
Dari jalur baru tersebut, pemandangan kawasan sekitar juga terlihat cukup terbuka. Namun, kondisi jalan membuat akses kendaraan masih terbatas.
Setelah melewati kawasan perbukitan, trase baru kemudian mengarah kembali ke jalan utama. Dalam pantauan, terdapat sejumlah titik yang menjadi lokasi persilangan antara jalur baru dengan jalan yang sudah digunakan masyarakat.
Di salah satu titik, arah kiri merupakan jalur menuju Pantai Jolosutro. Sedangkan arah kanan mengarah ke bagian lain dari pembangunan JLS.
Pengerjaan Mencapai Sekitar 8 Kilometer
Ruas yang sedang dikerjakan disebut memiliki panjang sekitar 8 kilometer. Pembangunan dilakukan dari dua sisi, yakni dari kawasan Jolosutro di bagian timur dan Tempur, Ringinanyar, di bagian barat.
Dari sisi Jolosutro, pengerjaan terlihat bergerak naik menuju kawasan Pegunungan Pukuk Krio. Trase kemudian diarahkan melewati sejumlah persimpangan sebelum bergerak ke arah barat.
Jembatan Gayam menjadi salah satu titik yang disebut berada dalam jalur pengerjaan tersebut. Dari kawasan itu, trase berlanjut menuju Tempur.
Berdasarkan pola pekerjaan yang terlihat, pembuat video memperkirakan pengerjaan dari sisi timur dan barat kemungkinan akan bertemu di sekitar Jembatan Gayam. Namun, perkiraan tersebut bukan informasi resmi mengenai titik pertemuan proyek.
Pekerjaan di kedua sisi masih berjalan. Karena itu, belum terlihat adanya jalur baru yang sudah tersambung sepenuhnya dari Jolosutro hingga Tempur.
Baca Juga: Toyota FT86 Dimodifikasi Ekstrem, Pakai Air Suspension dan Velg Custom Super Lebar
Truk Proyek Hilir Mudik
Selain alat berat, aktivitas truk pengangkut material juga terlihat di sejumlah lokasi. Kendaraan proyek bergerak membawa material hasil pekerjaan melalui area yang sedang dibangun.
Aktivitas tersebut membuat kondisi sekitar proyek cukup berdebu. Ketika truk melintas, debu terlihat beterbangan hingga mengurangi jarak pandang di sekitar jalan.
Di salah satu lokasi, alat berat bekerja di sisi jalan utama. Trase baru terlihat memotong atau menyeberangi jalan eksisting sebelum kembali menuju kawasan yang lebih tinggi.
Roller juga terlihat melakukan pemadatan pada bagian jalan yang telah dipersiapkan. Sementara itu, sejumlah patok terpasang di sepanjang area yang menjadi bagian dari arah trase baru.
Pembatas berwarna kuning dan hitam turut dipasang di beberapa titik untuk menandai kawasan pekerjaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa area tersebut masih menjadi lokasi aktif pembangunan.
Pembuat video memilih tidak masuk terlalu jauh ke area proyek karena mempertimbangkan aktivitas pekerja dan keselamatan. Pengambilan gambar dilakukan dari bagian yang dianggap lebih aman sambil memperlihatkan perkembangan trase.
Dengan kondisi tersebut, pembangunan JLS Blitar Jolosutro masih berfokus pada pembukaan badan jalan, pekerjaan tanah, serta pemadatan di sejumlah titik. Trase baru perlahan terbentuk dari kawasan Jolosutro menuju arah barat dengan melewati medan perbukitan dan beberapa persilangan jalan utama.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : aji story