JAKARTA - Cara menanam bawang merah membutuhkan sejumlah tahapan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari menyiapkan bedengan, menanam bibit, merawat tanaman, memberikan pupuk, hingga melakukan panen. Praktik budidaya yang ditampilkan Wijaya Farm memperlihatkan proses tersebut secara berurutan hingga bawang merah siap dicabut.
Tahap pertama dilakukan dengan membuat bedengan sebagai media tanam. Permukaan tanah kemudian diberikan kapur dolomit dan diratakan. Setelah itu, tanah dibuat garis menggunakan alat sederhana agar posisi tanaman lebih teratur.
Kondisi tanah yang cukup keras membuat lubang tanam perlu dibuat terlebih dahulu. Dalam praktik tersebut, jarak yang digunakan sekitar satu jengkal dengan tiga lubang. Bibit kemudian ditancapkan pada lubang yang sudah disiapkan.
Sebelum ditanam, bibit dipotong sekitar seperempat bagian. Setelah itu, bagian bibit yang sudah ditanam diimpit menggunakan tanah secukupnya.
Baca Juga: Tahfidzul Quran MIN 13 Blitar Jadi Ekskul Favorit, Puluhan Siswa Tak Hanya Hafal Juz Amma tapi Diben
Bibit Mulai Tumbuh dan Mendapat Perawatan
Beberapa hari setelah penanaman, tunas mulai terlihat memanjang. Pertumbuhan tanaman juga tampak cukup serempak. Pada tahap awal, tanaman belum mendapatkan perlakuan khusus.
Penyemprotan mulai dilakukan ketika tanaman memasuki fase pertumbuhan berikutnya. Dalam praktik tersebut, beberapa bahan digunakan untuk menangani hama sekaligus membantu mencegah penyakit seperti moler dan antraknosa.
Karena ukuran tanaman masih kecil, dosis penyemprotan yang digunakan relatif rendah. Penyemprotan dilakukan dengan jarak sekitar dua hingga tiga hari dan menggunakan insektisida secara bergantian.
Setelah tanaman berkembang, pemupukan pertama dilakukan. Pupuk NPK 16-16 dicampur dengan pupuk lainnya dan ditaburkan di sela-sela tanaman bawang merah.
Pemupukan kemudian dilanjutkan dengan pendangiran. Langkah ini dilakukan untuk menggemburkan tanah sehingga oksigen dapat masuk ke bagian akar. Pendangiran juga berfungsi menutup pupuk dan membantu membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman.
Pemupukan kedua menggunakan NPK yang ditambah KCl. Pendangiran kembali dilakukan dengan tujuan membantu mengatur aliran air. Saat hujan deras, air diharapkan tidak menggenang di sekitar tanaman karena genangan dapat meningkatkan risiko penyakit moler.
Perawatan Dilanjutkan sampai Umbi Membesar
Saat tanaman semakin tinggi, penyemprotan kembali dilakukan dengan penyesuaian dosis. Dalam praktik tersebut, kalsium ditambahkan untuk membantu mempertegak batang sehingga tanaman tidak mudah mengalami masalah akibat moler.
Pemupukan ketiga kembali dilakukan dengan cara menaburkan pupuk di bagian tengah tanaman. Berbeda dari tahap sebelumnya, pendangiran tidak lagi dilakukan karena tanaman sudah tumbuh lebih tinggi.
Setelah hujan deras, kapur dolomit kembali diberikan. Perlakuan tersebut dilakukan dengan tujuan menjaga pH tanah agar tidak turun atau menjadi terlalu asam.
Baca Juga: Tahfidzul Quran MIN 13 Blitar Jadi Ekskul Favorit, Puluhan Siswa Tak Hanya Hafal Juz Amma tapi Diben
Pemupukan selanjutnya menggunakan metode kocor. NPK dan KCl dilarutkan kemudian dikocorkan di bagian tengah tanaman. Cara tersebut digunakan ketika tidak turun hujan. Jika hujan cukup lebat, pemupukan dilakukan dengan metode tabur.
Metode kocor juga sekaligus menjadi bagian dari penyiraman tanaman. Perawatan kemudian dilanjutkan dengan penyemprotan nutrisi yang digunakan pada tahap sebelumnya. Pada fase pertumbuhan ini, salah satu nutrisi diberikan untuk membantu merangsang pembentukan umbi.
Memasuki tahap berikutnya, pemupukan kelima kembali menggunakan NPK dan KCl. Pada fase tersebut, umbi bawang merah sudah mulai terbentuk dan ukurannya semakin besar.
Setelah pertumbuhan berlanjut, umbi terlihat semakin membesar. Tanaman kemudian memasuki fase menjelang panen. Salah satu tanda yang diperlihatkan adalah daun bawang merah mulai rebah.
Ketika kondisi tersebut muncul, tanaman dinilai sudah dapat dipanen. Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut bawang merah langsung dari tanah.
Praktik tersebut menunjukkan bahwa cara menanam bawang merah membutuhkan perawatan berkelanjutan. Pengaturan kondisi tanah, pemupukan, penyemprotan, pengendalian gulma, serta pengelolaan air menjadi bagian penting yang dilakukan hingga tanaman menghasilkan umbi dan siap dipanen.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Wijaya Farm