JAKARTA - Cara menanam bawang merah di rumah dapat dilakukan menggunakan media tanam sederhana. Tanah, sekam bakar, sekam mentah, pupuk NPK 16-16, serta pot atau polybag sudah cukup untuk memulai proses budidaya. Tahap perawatan kemudian dilanjutkan dengan penyiraman dan pemupukan hingga umbi bawang merah membesar dan siap dipanen.
Praktik tersebut dibagikan melalui channel Agrobisnis TV. Penanaman dilakukan menggunakan polybag berukuran 35 x 35. Media tanam yang digunakan terdiri dari tanah, sekam bakar, sekam mentah, dan pupuk NPK 16-16.
Seluruh bahan tersebut dicampurkan hingga merata. Setelah itu, campuran media dimasukkan ke dalam polybag. Media tanam menjadi bagian awal yang perlu disiapkan sebelum bibit bawang merah ditanam.
Baca Juga: Sumur Bor Kering 3 Bulan, Warga Panggungrejo Terpaksa Beli Air Galon hingga Rp80 Ribu
Menyiapkan Bibit dan Media Tanam
Bibit bawang merah dapat diperoleh dari pasar. Dalam praktik tersebut, bibit yang dipilih berukuran besar. Bibit kemudian dijemur terlebih dahulu selama sekitar satu jam.
Setelah dijemur, bibit disimpan di tempat yang teduh seperti ruangan atau dapur. Penyimpanan tersebut dilakukan agar kondisi bibit lebih sesuai untuk digunakan sebagai bahan tanam.
Sebelum ditanam, bagian ujung atas bawang merah dipotong sekitar sepertiga bagian. Langkah tersebut dilakukan dengan tujuan mempercepat pertumbuhan tunas baru.
Media tanam juga tidak boleh terlalu becek. Karena itu, bagian bawah polybag diberi tambahan kayu dan dibuat lubang agar air dapat keluar. Setelah media siap, bibit bawang merah ditancapkan ke dalam tanah.
Bibit yang sudah ditanam kemudian disiram. Penyiraman dapat dilakukan setiap hari apabila kondisi cuaca tidak hujan.
Pertumbuhan mulai terlihat setelah beberapa hari. Tunas bawang merah tumbuh dengan cepat. Kondisi tersebut dikaitkan dengan kadar air pada bibit yang sudah berkurang setelah melalui proses penyimpanan.
Bibit yang langsung ditanam setelah dibeli dari pasar juga tetap dapat digunakan. Namun, dalam praktik tersebut, bibit dinilai lebih baik jika disimpan terlebih dahulu sebelum ditanam.
Pemupukan hingga Bawang Merah Siap Panen
Setelah tanaman berkembang, tahap berikutnya adalah pemupukan. Sebelum memberikan pupuk, rumput yang tumbuh di sekitar tanaman dibersihkan terlebih dahulu.
Pupuk NPK 16-16 kemudian disiapkan sebanyak satu sendok makan dan dicampurkan dengan 10 liter air. Campuran tersebut diaduk sampai merata, lalu disiramkan ke tanaman bawang merah.
Baca Juga: Sumur Bor Kering 3 Bulan, Warga Panggungrejo Terpaksa Beli Air Galon hingga Rp80 Ribu
Pemupukan dilakukan secara rutin dengan jarak sekitar satu minggu. Perawatan tersebut membuat tanaman terus berkembang. Daun bawang merah semakin panjang dan tanaman terlihat lebih besar serta sehat.
Ketika tanaman memasuki pertumbuhan lebih lanjut, umbi mulai muncul di bagian bawah. Ukuran umbi kemudian semakin terlihat seiring perkembangan tanaman.
Pada tahap berikutnya, komposisi pupuk diubah dengan fokus pada pertumbuhan umbi. Dalam praktik tersebut digunakan NPK 16-16 sebanyak satu sendok teh dan pupuk Gandasil B sebanyak satu sendok teh.
Kedua pupuk dicampurkan dengan 10 liter air. Setelah diaduk secara merata, larutan tersebut disiramkan ke tanaman. Pemupukan dengan komposisi tersebut dilakukan secara rutin sampai tanaman siap dipanen.
Perawatan tersebut kemudian menunjukkan perkembangan umbi yang semakin besar. Selain membantu memperbesar umbi, Gandasil B dalam praktik tersebut disebut membuat warna umbi bawang merah menjadi lebih merah.
Memasuki tahap akhir, umbi bawang merah telah berukuran besar dan tanaman siap dipanen. Proses panen dilakukan dengan cara sederhana, yakni mencabut tanaman langsung dari media tanam.
Cara menanam bawang merah tersebut menunjukkan bahwa budidaya di rumah dapat dimulai dari bahan dan media yang relatif sederhana. Tahap pentingnya meliputi pemilihan bibit, persiapan media, pengaturan drainase, penyiraman, pembersihan rumput, serta pemupukan secara berkala hingga umbi berkembang dan siap dipanen.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Wulan Garden