Menggambar Wajah Tak Harus Jago, Mulai dari Pola Sederhana dan Kenali Proporsinya

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 19:45 WIB
Menggambar wajah untuk pemula bisa dimulai dari pola dasar, pembagian proporsi, posisi mata hingga teknik arsiran 6B dan 8B.(Pinterest)
Menggambar wajah untuk pemula bisa dimulai dari pola dasar, pembagian proporsi, posisi mata hingga teknik arsiran 6B dan 8B.(Pinterest)

JAKARTA - Menggambar wajah sering dianggap sulit karena terdapat banyak detail yang harus diperhatikan. Padahal, proses tersebut bisa dimulai dari pola sederhana sebelum berlanjut ke mata, hidung, mulut, rambut, hingga arsiran.

Dalam praktik menggambar wajah, tahap awal menjadi bagian penting karena menentukan keseimbangan seluruh sketsa. Bentuk wajah terlebih dahulu dibuat menyerupai telur atau lingkaran, kemudian ditambahkan garis bantu sebagai acuan.

Garis bantu tersebut digunakan untuk memperkirakan posisi mata, hidung, dan mulut. Dengan cara ini, penggambar tidak perlu langsung membuat detail sehingga kesalahan proporsi masih mudah diperbaiki.

Baca Juga: Cara Pasang Lis Plafon PVC Sendiri, Perhatikan Jarak Paku dan Posisi Lampu LED

Mata Jadi Salah Satu Patokan

Setelah pola wajah selesai, bagian mata dapat mulai dibuat. Jarak antara mata kiri dan kanan bisa diperkirakan menggunakan lebar salah satu mata sebagai ukuran pembanding.

Patokan serupa juga digunakan untuk melihat jarak mata dengan hidung. Lebar hidung dapat dibandingkan dengan ukuran mata sehingga susunan wajah terlihat lebih seimbang.

Sementara itu, garis bibir bisa mengikuti posisi pupil. Cara tersebut menjadi salah satu panduan sederhana untuk memperkirakan letak mulut pada wajah yang sedang digambar.

Berbeda dengan bagian lainnya, alis lebih banyak ditentukan melalui pengamatan. Penggambar perlu menggunakan feeling untuk menilai posisi dan bentuk alis sesuai dengan referensi yang digunakan.

Tidak semua wajah memiliki ukuran yang sama. Karena itu, berbagai patokan tersebut sebaiknya dipahami sebagai panduan, bukan aturan yang harus diterapkan secara kaku pada setiap gambar.

Proporsi Wajah Dibagi Tiga

Salah satu cara membaca wajah adalah membaginya menjadi tiga bagian. Area dari dahi menuju alis, alis menuju hidung, serta hidung menuju dagu dapat diperkirakan memiliki jarak yang hampir sama.

Pembagian tersebut membantu penggambar memahami struktur wajah secara keseluruhan. Jika salah satu bagian terlihat terlalu panjang atau terlalu pendek, sketsa dapat dikoreksi sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Namun, menentukan proporsi tidak selalu bisa dilakukan dengan penggaris. Pengamatan tetap dibutuhkan untuk menyesuaikan bentuk wajah dengan gambar referensi.

Kemampuan tersebut akan berkembang seiring latihan. Semakin sering menggambar, mata akan semakin terbiasa mengenali perbedaan ukuran dan jarak antara satu bagian wajah dengan bagian lainnya.

Baca Juga: Cara Pasang Lis Plafon PVC, Dua Teknik Ini Bikin Sudut Lebih Rapi

Bentuk Rambut Jangan Langsung Didetailkan

Setelah struktur wajah selesai, bagian rambut dapat mulai dibuat. Langkah awalnya bukan menggambar setiap helai rambut, melainkan menentukan bentuk keseluruhan rambut.

Cara tersebut membuat komposisi gambar lebih mudah dikontrol. Detail rambut bisa ditambahkan setelah bentuk besarnya sudah sesuai dengan referensi.

Sebelum masuk ke arsiran, sketsa kasar perlu diperiksa kembali. Pastikan bentuk wajah, posisi mata, hidung, dan mulut sudah terlihat proporsional.

Jika masih terdapat bagian yang terasa janggal, perbaikan sebaiknya dilakukan pada tahap ini. Setelah garis diperkuat dan arsiran diberikan, koreksi akan menjadi lebih sulit.

Untuk menghasilkan kesan volume, arsiran dapat dilakukan menggunakan teknik arsir silang atau cross hatching. Proses pengarsiran dimulai dari area gelap kemudian diarahkan menuju bagian yang lebih terang.

Pensil 6B digunakan untuk bagian yang relatif lebih ringan, sedangkan 8B dapat dipakai untuk menghasilkan bagian yang lebih gelap. Penggunaan kedua jenis pensil tersebut membantu menciptakan perbedaan tingkat gelap dan terang.

Bagi pemula, arsir silang memang membutuhkan latihan. Jika belum terbiasa, dusel dapat digunakan untuk membantu membaurkan arsiran.

Hal yang tidak kalah penting adalah memahami bentuk atau volume wajah sebelum memberikan bayangan. Arsiran harus mengikuti struktur objek agar wajah tidak terlihat datar.

Karena itu, latihan basic shape menjadi salah satu dasar yang penting. Dengan menguasai bentuk-bentuk sederhana, penggambar akan lebih mudah memahami volume sebelum masuk ke gambar wajah yang lebih detail.

Pada akhirnya, kemampuan menggambar wajah berkembang melalui latihan berulang. Semakin sering membuat sketsa, semakin terbiasa pula mata membaca proporsi dan tangan menerjemahkannya ke dalam gambar.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Aditya Art
cara menggambar wajah menggambar wajah proporsi wajah teknik arsiran sketsa wajah