JAKARTA - Cara menghilangkan iklan di HP Android dapat dilakukan tanpa memasang aplikasi tambahan. Berdasarkan pembahasan dalam video, pengguna bisa memanfaatkan pengaturan bawaan perangkat untuk memblokir iklan yang muncul di browser, aplikasi, hingga notifikasi.
Iklan yang muncul di layar HP memang bisa mengganggu aktivitas. Bentuknya beragam, mulai dari pop-up ketika membuka artikel, iklan video, hingga promosi yang masuk melalui bilah notifikasi. Dalam tutorial tersebut, terdapat tiga pengaturan yang disarankan untuk mengurangi gangguan iklan di perangkat Android.
Langkah pertama adalah mengaktifkan Private DNS menggunakan layanan AdGuard DNS. Pengaturan ini disebut sebagai perlindungan utama untuk menyaring koneksi yang berkaitan dengan iklan pada aplikasi dan browser.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Iklan di HP yang Muncul Terus, Cek Aplikasi Tersembunyi
Aktifkan Private DNS
Untuk mengaktifkannya, pengguna perlu membuka menu Settings atau Pengaturan pada HP Android. Setelah itu, pilih bagian Connections atau Network. Nama menu dapat berbeda bergantung pada perangkat yang digunakan.
Selanjutnya, cari menu Other Connection Settings atau pengaturan koneksi lainnya. Setelah ditemukan, pilih Private DNS.
Pada bagian tersebut biasanya tersedia beberapa pilihan. Ubah pengaturan dari Automatic menjadi Private DNS Provider Hostname. Setelah itu, masukkan alamat dns.adguard.com pada kolom yang tersedia.
Pastikan penulisan alamat tersebut benar sebelum menekan tombol Save atau Simpan. Pengaturan ini menjadi langkah pertama yang dibahas untuk menyaring iklan ketika pengguna mengakses situs melalui browser maupun menggunakan aplikasi tertentu.
Hapus Advertising ID
Langkah kedua berkaitan dengan Advertising ID atau ID iklan Google. Dalam tutorial tersebut, penghapusan ID iklan disebut sebagai cara untuk memutus penggunaan identitas iklan dalam pembuatan profil iklan berdasarkan aktivitas pengguna.
Caranya, kembali ke menu utama Settings. Kemudian cari menu Google atau layanan Google. Setelah masuk, pilih bagian All Services.
Berikutnya, cari menu Ads. Di halaman tersebut pengguna akan menemukan pilihan Delete Advertising ID. Tekan pilihan tersebut, kemudian ikuti konfirmasi penghapusan yang muncul pada layar.
Pengaturan ini berbeda dengan pemblokiran iklan secara langsung. Tujuannya berkaitan dengan identitas yang digunakan untuk keperluan periklanan pada perangkat.
Karena tampilan menu Android dapat berbeda antara satu perangkat dan perangkat lainnya, posisi menu maupun nama pilihan bisa saja tidak persis sama.
Matikan Notifikasi Promosi
Langkah ketiga adalah menonaktifkan notifikasi promosi dari aplikasi yang sering mengirimkan penawaran.
Pengguna dapat membuka Settings, kemudian masuk ke menu Notifications. Setelah itu, pilih App Notifications untuk melihat daftar aplikasi yang memiliki izin mengirimkan notifikasi.
Dari daftar tersebut, pengguna dapat memilih aplikasi yang sering mengirimkan promosi. Contohnya aplikasi game, belanja online, atau aplikasi bawaan yang kerap memberikan penawaran.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Iklan di HP yang Muncul Terus, Cek Aplikasi Tersembunyi
Matikan tombol notifikasi pada aplikasi yang dianggap mengganggu. Namun, pengguna perlu memperhatikan bahwa menonaktifkan notifikasi aplikasi juga dapat membuat informasi lain dari aplikasi tersebut tidak muncul.
Selain pengaturan notifikasi Android, beberapa aplikasi besar seperti browser atau aplikasi toko online memiliki pengaturan promosi sendiri. Pengguna dapat membuka pengaturan internal aplikasi dan mencari pilihan terkait rekomendasi, promosi, atau penawaran.
Jika tersedia, opsi tersebut dapat dinonaktifkan sesuai kebutuhan.
Ketiga langkah tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Private DNS digunakan untuk menyaring koneksi yang berkaitan dengan iklan, penghapusan Advertising ID berkaitan dengan identitas untuk kebutuhan periklanan, sedangkan pengaturan notifikasi digunakan untuk menghentikan promosi yang muncul melalui bilah notifikasi.
Dengan memanfaatkan pengaturan tersebut, pengguna dapat mengurangi iklan dan notifikasi promosi yang mengganggu tanpa harus memasang aplikasi tambahan. Namun, hasil pemblokiran tidak selalu sama pada setiap perangkat, aplikasi, atau situs karena sistem dan pengaturan masing-masing bisa berbeda.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : UDO Tekno