JAKARTA - Cara membuat layangan cotek lawas ternyata bisa dilakukan dengan tahapan yang cukup sederhana. Prosesnya dimulai dari merakit kerangka kepala, sayap, ekor, hingga pinggang. Setelah kerangka selesai, layangan diberi sampul plastik, motif warna, gleber, dan tali goci sebelum siap diterbangkan.
Dalam tutorial tersebut, pembuatan layangan cotek lawas dilakukan secara bertahap. Hal yang paling ditekankan adalah ketelitian saat merakit kerangka. Setiap ikatan perlu dibuat kencang dan kuat agar bagian-bagian layangan tidak mudah lepas ketika digunakan.
Tahap pertama adalah merakit kerangka kepala. Setelah bagian tersebut selesai, proses dilanjutkan dengan membuat kerangka sayap. Perakitan dilakukan secara perlahan agar setiap bagian berada pada posisi yang tepat. Kerangka sayap yang sudah selesai kemudian disiapkan untuk disatukan dengan bagian lain.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Iklan di HP Android Tanpa Aplikasi, Cukup Ubah 3 Pengaturan
Merakit Kerangka Layangan
Tahap berikutnya adalah membuat kerangka ekor sekaligus bagian pinggang. Ikatan pada bagian ini juga harus kuat. Setelah kerangka utama selesai, pemasangan list dilakukan pada bagian ekor.
List dipasang di sisi kiri dan kanan. Panjang keduanya harus dibuat sama, begitu pula dengan posisi pemasangannya. Kesamaan ukuran menjadi bagian penting dalam proses perakitan karena berkaitan dengan keseimbangan layangan.
Selanjutnya dipasang tali penarikan pada kerangka sayap. Panjang tali di sisi kiri dan kanan kembali diukur agar seimbang. Setelah itu, list dipasang pada bagian tubuh sayap secara satu per satu.
Pada bagian ini, list dibuat sedikit lemas dan tidak terlalu kaku. Setiap pemasangan tetap harus diikat kuat supaya kerangka tidak mudah berubah atau terlepas. Setelah bagian sayap selesai, pemasangan list dilanjutkan ke bagian kepala.
Setelah seluruh kerangka terpasang, ukuran, jarak, dan posisi setiap bagian diperiksa kembali. Kerangka yang sudah selesai kemudian masuk ke tahap penyampulan.
Menyampul dan Memberi Motif
Sampul layangan menggunakan plastik. Dalam tutorial tersebut, plastik putih digunakan sebagai warna dasar. Plastik dipotong terlebih dahulu, kemudian diletakkan di atas kerangka dan ditempel secara perlahan.
Proses penyampulan tidak dilakukan dengan terburu-buru. Plastik perlu ditarik dan dirapikan agar hasil akhirnya tidak kusut. Setelah bagian atas tertutup, sisi kepala dan bagian bawah layangan dirapikan dengan memotong plastik yang berlebih.
Untuk memberikan warna, digunakan kombinasi merah, putih, dan hitam. Pemasangan warna dilakukan satu per satu agar motif tetap rapi dan presisi. Menurut pembuat tutorial, bagian pewarnaan justru menjadi salah satu tahap yang membutuhkan ketelitian lebih.
Untuk merekatkan sampul, tutorial tersebut menggunakan obat nyamuk bakar. Alternatif yang disebutkan adalah lem kuning. Namun, pembuat layangan memilih obat nyamuk bakar karena lebih sesuai dengan cara yang digunakannya.
Setelah sampul dan motif selesai, pembuatan gleber dilakukan. Bagian ini diawali dengan membuat garis dan menentukan ukuran yang sesuai. Plastik yang digunakan disebut cukup tipis sehingga dibuat dua lapis agar lebih tebal.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Iklan di HP Android Tanpa Aplikasi, Cukup Ubah 3 Pengaturan
Gleber kemudian dipasang pada bagian yang sudah ditentukan. Posisi dan ukurannya harus dibuat sama antara sisi kiri dan kanan. Kesamaan tersebut disebut penting karena dapat memengaruhi keseimbangan saat layangan diterbangkan.
Tahap terakhir adalah memasang tali goci. Pada layangan cotek lawas tersebut terdapat dua tali goci. Satu dipasang di bagian atas, tepat di tengah kerangka sayap, sedangkan satu lainnya berada di atas kerangka pinggang. Panjang tali goci yang digunakan sekitar tiga meter.
Setelah seluruh bagian selesai, layangan cotek lawas siap diterbangkan. Layangan kemudian dicoba dengan cara menarik dan mengulur tali secara perlahan mengikuti kondisi angin. Dalam percobaan tersebut, layangan berhasil mengudara dengan baik.
Bagi pemula, proses ini menunjukkan bahwa cara membuat layangan membutuhkan ketelitian lebih daripada sekadar merangkai bambu dan plastik. Kesamaan ukuran, kekuatan ikatan, kerapian sampul, hingga posisi gleber perlu diperhatikan agar layangan dapat terbang dengan maksimal.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : PECINTA MUSIM