Cara Membuat Layangan Bentuk Burung yang Bisa Terbang Stabil, Begini Trik Menyetelnya

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 18:50 WIB
Cara membuat layangan bentuk burung dimulai dari membuat rangka, memasang penutup, hingga menyetel tali koci agar terbang stabil. (PINTEREST)
Cara membuat layangan bentuk burung dimulai dari membuat rangka, memasang penutup, hingga menyetel tali koci agar terbang stabil. (PINTEREST)

JAKARTA - Cara membuat layangan berbentuk burung tidak hanya membutuhkan rangka dan plastik penutup. Agar layangan dapat terbang dengan stabil, pembuat juga perlu memperhatikan bentuk batang sayap, kelenturan rangka, pemasangan penutup, hingga posisi tali koci.

Dalam tutorial yang dibahas, layangan dibuat dengan bentuk menyerupai burung pemangsa. Pembuat berusaha membuat konstruksi yang lebih mudah diterbangkan dengan melakukan beberapa penyesuaian pada rangka, terutama bagian penyangga sayap.

Rangka yang digunakan masih mengambil bentuk lama. Namun, bagian sayap mendapatkan perhatian khusus. Batang sayap dibuat semakin kecil menuju ujungnya. Bentuk tersebut digambarkan menyerupai batang pancing yang semakin meruncing ke bagian ujung.

Tahapan membuat bagian sayap ini disebut membutuhkan latihan. Pada awal pengerjaan, membuat batang yang semakin kecil menuju ujung tidak mudah. Namun, setelah terbiasa, proses tersebut dapat dilakukan dengan lebih baik.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Iklan di HP Android Tanpa Aplikasi, Cukup Ubah 3 Pengaturan

Rangka dan Penutup Layangan

Selain bentuk sayap, kelenturan rangka menjadi bagian yang diperhatikan. Dalam tutorial tersebut, batang bagian tengah di kepala dibuat lebih lentur, sedangkan bagian bawah dibuat lebih kaku.

Penyesuaian ini dilakukan sebagai salah satu cara agar layangan tidak mudah jatuh ketika diterbangkan. Rangka kemudian dipersiapkan untuk masuk ke tahap pembungkusan menggunakan bahan penutup.

Sebelum penutup dipasang, bahan plastik dilipat terlebih dahulu mengikuti bentuk layangan. Setelah itu, pola atau gambar dapat dibuat sesuai desain yang diinginkan.

Proses menggambar tidak dilakukan secara terburu-buru. Bentuk yang akan dipotong perlu disesuaikan terlebih dahulu dengan ukuran layangan. Setelah dianggap cocok, barulah bagian plastik dipotong.

Dalam tutorial tersebut juga diperlihatkan teknik untuk membuat penutup menggunakan bahan yang disebut bajam tanpa lubang. Prosesnya memanfaatkan panas secara singkat. Bagian tersebut dipanaskan untuk membantu membuat bukaan sehingga proses pemasangan menjadi lebih mudah.

Plastik kemudian dilipat menjadi setengah bagian layangan sebelum pola dibuat. Setelah bentuk selesai, penutup dipasang pada rangka dari bagian belakang dan kemudian dilipat agar mengikuti konstruksi layangan.

Hasilnya adalah layangan dengan desain yang menyerupai burung. Bagian rangkanya dibuat sederhana, sedangkan penutupnya mengikuti bentuk yang sudah ditentukan.

Menyetel Tali Koci Layangan

Setelah rangka dan penutup selesai, tahapan berikutnya adalah memasang tali koci atau tali kendali.

Dalam tutorial tersebut, pola pemasangannya menggunakan dua tali di bagian atas dan satu tali di bagian bawah, seperti pengaturan pada layangan sawangan.

Pada tahap awal, posisi tali dibuat di bagian tengah karena layangan belum diuji terbang. Setelah berada di udara, posisi tali dapat disesuaikan berdasarkan gerakan layangan.

Jika layangan terlihat miring ke kanan, tali koci bagian bawah digeser ke kanan. Sebaliknya, jika layangan miring ke kiri, bagian bawah tersebut digeser ke kiri.

Penyetelan juga diperlukan apabila layangan berputar. Dalam kondisi tersebut, bagian tali bawah ditarik untuk mengubah pengaturannya.

Sementara itu, apabila layangan tidak mau terbang, tali koci bagian atas dapat ditarik. Pengaturan dilakukan secara bertahap sampai posisi layangan lebih sesuai.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Iklan di HP Android Tanpa Aplikasi, Cukup Ubah 3 Pengaturan

Karena itu, posisi tali koci sebaiknya tidak dibuat permanen sejak awal. Tali perlu dibuat agar masih dapat digeser sehingga proses penyetelan lebih mudah dilakukan setelah layangan diuji.

Dalam percobaan pada tutorial, kondisi angin juga menjadi bagian dari pengujian. Setelah posisi tali disesuaikan, layangan akhirnya dapat terbang dengan lebih stabil.

Cara membuat layangan tersebut menunjukkan bahwa tahap akhir tidak berhenti ketika rangka selesai ditutup plastik. Pengaturan tali menjadi bagian penting untuk mengetahui respons layangan ketika sudah berada di udara.

Bagi pembuat layangan, proses pengujian juga dapat menjadi tahap untuk melihat apakah konstruksi yang dibuat sudah sesuai. Ketika layangan miring atau berputar, posisi tali dapat disesuaikan daripada langsung mengubah seluruh rangka.

Dengan demikian, pembuatan layangan berbentuk burung terdiri dari beberapa tahapan utama. Mulai dari membentuk rangka, membuat batang sayap yang meruncing, mengatur kelenturan bagian tertentu, memasang penutup, hingga menyetel tali koci.

Setiap tahap memiliki fungsi masing-masing. Rangka menentukan bentuk dasar, penutup memberikan tampilan sesuai desain, sedangkan tali koci digunakan untuk membantu mengatur posisi layangan ketika diterbangkan.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : SORE OFFICIAL
Layangan Burung Rangka Layangan Tali Koci Tips Layangan cara membuat layangan