JAKARTA - Bonsai klampis putih menjadi salah satu pohon lokal Indonesia yang memiliki karakter kuat untuk dikembangkan sebagai bonsai. Pohon hasil dongkelan dari kawasan Gunung Kidul, Wonosari, tersebut memiliki batang tua, kaki-kaki yang mulai terbentuk, serta jalur urat dan bagian kering yang menjadi daya tarik utamanya.
Pohon klampis putih itu diperlihatkan dalam sebuah video di kanal GR Piknik. Pemiliknya kembali melakukan perapian setelah pertumbuhan pohon membuat ranting dan tunas berkembang tidak beraturan.
Menurut penjelasan dalam video, bahan tersebut sudah beberapa tahun dikembangkan setelah didongkel dari alam. Saat diperoleh, ukuran batangnya memang sudah cukup besar. Setelah ditanam di ground, pohon mampu hidup subur dan menghasilkan banyak tunas.
Karakter alami menjadi salah satu alasan pohon tersebut dipertahankan. Bagian batang memperlihatkan kesan tua dengan urat dan jalur yang terbentuk secara alami. Kondisi itu disebut bukan hasil rekayasa tangan, melainkan bagian dari karakter pohon yang sebelumnya sudah terbentuk di alam.
Dalam proses perapian, pemilik memilih menggunakan teknik cutting atau pemotongan ranting. Cara tersebut dipilih karena pertumbuhan klampis tergolong cepat sehingga penggunaan kawat perlu diawasi dengan baik.
Sebelumnya, kawat pernah digunakan untuk mengarahkan tunas pertama. Namun, penggunaannya tidak berlangsung lama, sekitar beberapa bulan, sebelum akhirnya dilepas.
Pemilik bonsai menilai cutting lebih sesuai dengan karakter pohon yang ingin ditampilkan. Dengan cara tersebut, arah pertumbuhan ranting mengikuti bentuk alami pohon. Selain itu, karakter tua pada batang dinilai tetap lebih terlihat.
Baca Juga: Cara Cek Desil Bansos di DTSEN dan Cek Bantuan yang Diterima, Begini Langkahnya
Pertumbuhan Cepat Jadi Tantangan
Perawatan bonsai klampis memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah pertumbuhan yang cepat. Pohon dapat menghasilkan banyak tunas sehingga pemilik harus jeli memilih ranting mana yang dipertahankan dan mana yang harus dipotong.
Ranting yang saling bersilangan atau tumbuh tidak sesuai arah akan dikurangi. Begitu pula tunas kembar yang tumbuh berdekatan. Salah satunya perlu dibuang agar pertumbuhan cabang tidak saling mengganggu.
Pemilihan tersebut dilakukan dengan melihat arah pertumbuhan. Ranting yang tidak memiliki fungsi terhadap struktur pohon dipotong sehingga bentuk bonsai menjadi lebih terkonsep.
Proses itu membuat bagian pohon yang sebelumnya tertutup oleh rimbunnya daun menjadi lebih terbuka. Pencahayaan pada bagian atas juga lebih mudah masuk, sementara struktur cabang dan ranting terlihat dengan jelas.
Pemilik bonsai juga tidak menetapkan jadwal pemotongan secara kaku. Waktu cutting berikutnya bergantung pada tingkat kesuburan pohon. Jika pertumbuhan kembali cepat dan ranting sudah membesar, pemotongan dapat dilakukan lebih awal. Sebaliknya, jika pohon membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh sehat, cutting dilakukan setelah pertumbuhan kembali mencukupi.
Setelah perapian, ranting yang tersisa dibiarkan tumbuh mengikuti arah yang diharapkan. Ketika ranting kembali memanjang, bagian tertentu akan dipotong lagi untuk mendorong percabangan menjadi lebih rapat.
Baca Juga: Cara Cek Desil Bansos di DTSEN dan Cek Bantuan yang Diterima, Begini Langkahnya
Pupuk Fermentasi dan Penyiraman
Untuk menunjang pertumbuhan, bonsai klampis tersebut menggunakan pupuk fermentasi buatan sendiri berbahan kotoran kambing. Pemberian air juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan cuaca.
Saat berada di ground dan air tersedia cukup banyak, penyiraman tidak perlu dilakukan terlalu sering. Sebaliknya, ketika kondisi lebih kering, penyiraman perlu dilakukan lebih rajin.
Dalam video tersebut juga dijelaskan bahwa bonsai yang sehat tidak selalu ditandai dengan jumlah daun yang sangat rimbun. Kondisi daun perlu disesuaikan dengan ukuran dan proporsi pohon.
Pohon yang berukuran kecil dengan daun terlalu rimbun justru dapat terlihat kurang proporsional. Karena itu, perawatan diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan daun, cabang, dan bentuk keseluruhan pohon.
Setelah proses cutting selesai, struktur bonsai klampis putih tersebut terlihat lebih terbuka. Pemilik kemudian membiarkan pohon tumbuh kembali sebelum melakukan pemotongan berikutnya secara bertahap hingga percabangannya semakin rapat dan sesuai konsep yang diinginkan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Agropiknik