JAKARTA - Bonsai termahal Indonesia kembali menjadi perhatian karena salah satu pohon anting putri dalam pameran disebut memiliki harga Rp1,5 miliar. Pohon setinggi sekitar 50 sentimeter itu tampil dengan karakter yang sudah matang, daun berukuran kecil, serta susunan cabang yang dinilai rapi.
Pohon tersebut diperlihatkan dalam sebuah kunjungan ke area pameran bonsai. Pembawa acara menyambangi sejumlah koleksi dan berbincang langsung dengan para pemiliknya. Salah satu yang menarik perhatian adalah anting putri dengan nomor peserta 106.
Dari tampilan yang diperlihatkan, pohon anting putri tersebut memiliki batang yang cukup besar dibandingkan ukuran keseluruhan pohonnya. Susunan cabangnya juga menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian karena alurnya tetap terlihat meski jumlah cabang cukup rapat.
Saat ditanya mengenai harga, pemilik menyebut angka Rp1,5 miliar. Ketika kembali ditanya apakah pohon tersebut bisa dijual jika ada kolektor yang berminat, pemilik menyatakan terbuka untuk tawaran.
Harga tersebut kemudian menjadi salah satu bagian paling menonjol dalam pembahasan koleksi bonsai. Apalagi, pohon yang ditawarkan bukan sekadar mengandalkan ukuran, tetapi juga memiliki karakter yang terbentuk melalui proses perawatan panjang.
Baca Juga: Warga Kota Blitar Bisa Sanggah Desil Bansos Mandiri, Ini Syarat Bukti yang Wajib Dilampirkan
Anting Putri dengan Tampilan Matang
Dalam pembahasan, anting putri tersebut disebut sudah memiliki daun yang kecil dan tingkat kematangan yang baik. Penataan cabang juga menjadi faktor penting untuk membentuk tampilan pohon agar tetap enak dilihat.
Pemilik menjelaskan bahwa merawat bonsai tidak selalu mudah. Salah satu kendala yang pernah dialami berkaitan dengan air yang digunakan. Pohon disebut sempat tidak cocok dengan air tertentu sehingga pertumbuhannya kurang maksimal.
Kondisi tersebut kemudian membaik setelah mendapatkan air yang sesuai. Bahkan, pemilik menyebut perubahan itu baru terlihat setelah penggunaan air yang cocok.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa perawatan bonsai membutuhkan perhatian terhadap kondisi tanaman. Media dan air menjadi bagian yang turut diperhatikan agar pohon dapat tumbuh sesuai harapan.
Anting putri juga memiliki keunikan lain ketika memasuki masa berbunga. Dalam video disebutkan bahwa bunga tanaman tersebut memiliki aroma harum. Karakter itu menjadi nilai tambahan dari tanaman yang sedang dibahas.
Koleksi Bonsai Lain Ikut Dipamerkan
Selain anting putri, terdapat sejumlah koleksi lain yang diperlihatkan. Salah satunya pohon sendigi yang disebut telah berusia sekitar 15 tahun.
Sendigi tersebut juga menjadi perhatian karena bentuk dan tingkat kematangannya. Pemilik mengatakan sebelumnya memiliki banyak koleksi bonsai, tetapi setelah pindah ke Jakarta, hanya satu pohon yang tersisa di rumah.
Jenis lain yang diperlihatkan adalah serut. Pada tanaman ini, perawatan bagian ranting menjadi salah satu tantangan. Pemangkasan perlu dilakukan secara rutin agar ranting bagian dalam tidak mati dan kerapatan tetap terjaga.
Pembawa acara juga menyoroti santigi dengan bagian kering yang disebut masih orisinal. Karakter batang dan bagian kering tersebut menjadi salah satu unsur yang membuat tampilan pohon terlihat menarik.
Ada pula koleksi berukuran lebih kecil yang tetap terlihat mewah karena memiliki liukan batang yang baik. Dalam pembahasan, bentuk seperti itu disebut tidak mudah didapatkan.
Baca Juga: Warga Kota Blitar Bisa Sanggah Desil Bansos Mandiri, Ini Syarat Bukti yang Wajib Dilampirkan
Nilai Bonsai Tidak Hanya Ditentukan Ukuran
Pembahasan tentang bonsai termahal Indonesia dalam video menunjukkan bahwa harga tinggi tidak semata-mata berkaitan dengan ukuran tanaman. Karakter pohon, kematangan, kerapatan daun, susunan cabang, akar, hingga hasil perawatan menjadi bagian yang diperhatikan.
Pada anting putri yang disebut bernilai Rp1,5 miliar, penempatan cabang menjadi salah satu keunggulannya. Meski cabangnya cukup padat, alurnya masih terlihat sehingga bentuk pohon tidak tampak berantakan.
Perawatan juga membutuhkan ketelatenan. Pemangkasan dilakukan untuk mengarahkan pertumbuhan agar bagian tertentu dapat berkembang dengan baik. Hal serupa terlihat pada sejumlah koleksi lain yang dipamerkan.
Bagi penghobi, koleksi tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa proses membentuk bonsai membutuhkan waktu dan kesabaran. Pohon yang terlihat matang merupakan hasil dari perawatan serta pembentukan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan harga yang disebut mencapai Rp1,5 miliar, anting putri nomor 106 menjadi salah satu koleksi yang paling mencuri perhatian dalam kunjungan tersebut. Nilai tersebut sekaligus menggambarkan tingginya apresiasi terhadap bonsai yang memiliki karakter dan tingkat kematangan tertentu.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : zuka zuka balibonsai