Bonsai Termahal Indonesia Dibanderol Rp750 Juta, Cemara Duri Jadi Masterpiece

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 17:55 WIB
Bonsai termahal Indonesia di Arta Bonsai Batu mencapai Rp750 juta. Cemara duri bergaya grouping menjadi salah satu masterpiece. (PINTEREST)
Bonsai termahal Indonesia di Arta Bonsai Batu mencapai Rp750 juta. Cemara duri bergaya grouping menjadi salah satu masterpiece. (PINTEREST)

BATU - Bonsai termahal Indonesia dalam kunjungan ke Arta Bonsai di Desa Sido Mulyo, Kota Batu, Jawa Timur, dibanderol hingga Rp750 juta. Tanaman tersebut merupakan cemara sargenti atau cemara duri dengan gaya grouping yang disebut sebagai salah satu masterpiece milik Arta Bonsai.

Harga fantastis itu muncul saat sebuah video mengulas koleksi bonsai di Arta Bonsai. Tempat tersebut memiliki area sekitar satu hektare dan menyimpan beragam tanaman, mulai dari bahan bonsai hingga pohon yang telah berusia puluhan tahun dan siap dipajang.

Bapak Somad, pengelola Arta Bonsai, menjelaskan usaha tersebut merupakan warisan keluarga generasi ketiga. Usaha bonsai itu disebut telah dimulai oleh kakeknya sejak sekitar lima dekade lalu. Spesialisasi utama Arta Bonsai adalah cemara karena kondisi cuaca di Batu dinilai mendukung pertumbuhannya.

Baca Juga: Warga Kota Blitar Bisa Sanggah Desil Bansos Mandiri, Ini Syarat Bukti yang Wajib Dilampirkan

Salah satu koleksi yang mencuri perhatian adalah cemara sargenti dengan gaya grouping. Beberapa batang cemara tersebut tumbuh dan kemudian menyatu sehingga menghasilkan tampilan yang berbeda dari bonsai pada umumnya.

“Masterpiece kita,” ujar Somad dalam video tersebut ketika memperlihatkan tanaman itu.

Cemara duri tersebut disebut kerap mengikuti kontes. Karakter batangnya juga menjadi salah satu daya tarik karena dikenal kokoh dan kuat. Dari sisi tampilan, pohon memiliki banyak arah batang yang membentuk dimensi hingga ke bagian belakang.

Somad menyebut harga bonsai tersebut mencapai Rp750 juta. Nilai itu tidak hanya berkaitan dengan ukuran tanaman, tetapi juga proses panjang hingga terbentuk karakter yang dianggap menarik oleh penghobi bonsai.

Koleksi Bonsai Bernilai Ratusan Juta

Selain cemara duri, Arta Bonsai memiliki sejumlah koleksi dengan harga tinggi. Salah satunya pohon asam jawa yang disebut telah berusia lebih dari 100 tahun. Pohon tersebut diperoleh dari alam dalam kondisi berukuran besar dan kemudian dirawat selama sekitar 25 tahun di dalam pot.

Harga pohon asam jawa itu mencapai Rp275 juta. Bentuk bonggol dan karakter batang menjadi bagian yang membuatnya memiliki nilai tinggi.

Ada pula koleksi beringin atau fikus berukuran jumbo yang ditawarkan sekitar Rp400 juta. Tanaman tersebut termasuk kategori bonsai taman karena ukurannya jauh lebih besar dibandingkan bonsai berukuran kecil yang umum ditemui.

Arta Bonsai juga memiliki beringin kimeng. Tiga pohon dalam satu koleksi ditawarkan sekitar Rp500 juta. Karakter batang yang kokoh, komposisi cabang, serta bentuk bonggol menjadi beberapa aspek yang diperhatikan dalam menilai pohon untuk kontes.

Menurut Somad, proses menjadi bonsai bernilai tinggi membutuhkan waktu panjang. Usia pohon dan karakter batang dapat menjadi bagian penting dalam menentukan nilai tanaman.

“Karena proses nunggu lamanya itu,” kata Somad ketika menjelaskan alasan pohon bonsai bisa memiliki harga hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga: Warga Kota Blitar Bisa Sanggah Desil Bansos Mandiri, Ini Syarat Bukti yang Wajib Dilampirkan

Proses Panjang Membentuk Bonsai

Arta Bonsai tidak hanya menjual pohon yang sudah jadi. Tempat tersebut juga memiliki bahan bonsai dengan harga mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Sebagian tanaman dibudidayakan sejak ukuran sangat kecil sebelum dipindahkan ke pot yang lebih besar.

Salah satu contoh adalah boksus yang ditanam dalam jumlah besar sejak sekitar 2002. Dari ribuan tanaman yang ditanam, sebagian kemudian dipanen setelah memiliki karakter tua. Harga boksus yang telah berkembang disebut berada di kisaran Rp5 juta hingga Rp10 juta.

Proses grafting juga menjadi bagian dari pengembangan koleksi. Teknik tersebut digunakan untuk mengganti atau menambahkan karakter daun tertentu pada batang tanaman. Beberapa proses bahkan membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum hasilnya siap.

Selain gaya formal, Arta Bonsai juga mengembangkan gaya yang disebut “rusak-rusak”, yakni bentuk ekstrem dengan batang yang sengaja dipatahkan secara bertahap. Proses tersebut tetap memperhatikan kondisi kambium agar tanaman dapat bertahan hidup.

Koleksi dengan harga tinggi akhirnya menunjukkan bahwa bonsai tidak hanya dinilai dari ukuran. Bentuk batang, bonggol, usia, proses pembentukan, teknik perawatan, hingga karakter visual menjadi bagian dari perjalanan panjang sebuah tanaman sebelum memiliki nilai jual tinggi.

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : AUDTREY A
Arta Bonsai bonsai Jawa Timur bonsai batu bonsai termahal Indonesia Cemara Duri