Pantai Kuta Berbenah, Pathway Baru Jadi Daya Tarik Wisatawan

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:05 WIB
Pantai Kuta berbenah dengan pathway baru, arena skateboard, spot foto, fasilitas surfing, dan penataan kawasan wisata.(Pinterest)
Pantai Kuta berbenah dengan pathway baru, arena skateboard, spot foto, fasilitas surfing, dan penataan kawasan wisata.(Pinterest)

JAKARTA - Pantai Kuta masih menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi ketika wisatawan datang ke Bali. Kawasan pantai yang dikenal dengan pasir putih dan pemandangan matahari terbenam itu kini terlihat semakin tertata dengan sejumlah pembenahan.

Perubahan di Pantai Kuta terlihat dari hadirnya pathway baru yang dapat digunakan wisatawan untuk berjalan kaki, jogging, maupun bersepeda. Jalur tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan pesisir yang menghubungkan Pantai Jerman hingga kawasan Seminyak.

Kehadiran jalur baru tersebut memberikan pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan pantai tanpa harus selalu menggunakan kendaraan. Jalur pedestrian juga dapat digunakan untuk menuju kawasan wisata lain seperti Legian dan Seminyak.

Baca Juga: Uky Tantra Suarakan Kerusakan Lingkungan Lewat Reklame Raksasa KresekMen di Blitar

Ada Arena Skateboard hingga Spot Foto Baru

Selain pathway, Pantai Kuta kini juga memiliki tambahan area untuk aktivitas wisata. Salah satunya adalah arena skateboard yang berada di sekitar kawasan pantai.

Wisatawan dapat melihat aktivitas para pemain skateboard sekaligus menikmati area taman yang berada di sekitar lokasi. Penataan tersebut membuat Pantai Kuta tidak hanya menjadi tempat untuk bermain air atau menikmati sunset, tetapi juga menawarkan aktivitas lain bagi pengunjung.

Di area pantai juga terlihat sejumlah payung yang berjajar. Pepohonan baru mulai tumbuh di beberapa titik sehingga kawasan tersebut tampak berbeda dibandingkan sebelumnya.

Salah satu bagian yang turut menjadi perhatian adalah papan penanda bertuliskan Kuta Beach. Sign board baru tersebut menjadi salah satu spot yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk berfoto.

Pada siang hari, suasana Pantai Kuta terlihat cukup ramai. Wisatawan tampak menikmati kawasan pantai sekaligus melakukan berbagai aktivitas, termasuk surfing.

Pantai Kuta memang dikenal sebagai salah satu lokasi surfing. Ombak yang cukup besar membuat kawasan ini menjadi tempat bagi peselancar untuk berlatih maupun menikmati olahraga air.

Aktivitas surfing terlihat ramai pada sekitar pukul 11.00 hingga 15.00. Wisatawan yang belum bisa berselancar juga dapat mengikuti kursus dengan instruktur lokal.

Dalam video tersebut disebutkan, biaya kursus surfing sekitar 35 dolar atau setara kurang lebih Rp455 ribu. Selain kursus, terdapat pula banyak papan surfing yang disewakan di sekitar pantai.

Pedagang dan Kebersihan Ikut Disorot

Pembenahan Pantai Kuta juga berkaitan dengan aktivitas perdagangan di sekitar kawasan wisata. Pasar Seni Kuta disebut masih dalam proses renovasi sehingga sebagian pedagang oleh-oleh untuk sementara dipindahkan ke lokasi lain.

Di area tersebut terdapat tenda yang menjual berbagai pernak-pernik khas Bali. Keberadaan pedagang sementara diharapkan tidak berlangsung terlalu lama agar kawasan dapat kembali tertata setelah Pasar Seni Kuta selesai diperbaiki.

Kebersihan juga menjadi perhatian karena Pantai Kuta cukup rentan menerima sampah kiriman dari laut. Kondisi tersebut biasanya semakin terlihat ketika cuaca buruk atau musim hujan.

Karena itu, kebersihan pantai menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan wisatawan. Sampah yang terbawa ombak diharapkan dapat segera ditangani sehingga tidak mengurangi keindahan kawasan.

Aktivitas pedagang asongan juga menjadi sorotan. Dalam video disebutkan bahwa pedagang kini diharapkan lebih mengutamakan kenyamanan wisatawan dan tidak memaksa pengunjung untuk membeli barang dagangan.

Hal lain yang ditekankan adalah pelayanan terhadap wisatawan domestik maupun asing. Pantai Kuta diharapkan tetap memberikan pengalaman yang nyaman tanpa membeda-bedakan pengunjung berdasarkan asal atau kewarganegaraan.

Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Tunggu Keputusan Pemkot soal Kelanjutan Guru Tamu di Sekolah Rakyat

Pantai Kuta dan Perubahan Zaman

Di balik perkembangan pariwisatanya, Pantai Kuta juga memiliki perubahan dari sisi lingkungan. Kawasan tersebut disebut pernah menjadi habitat penyu hijau. Namun, perkembangan pariwisata yang semakin intens membuat penyu hijau tidak lagi ditemukan di Pantai Kuta seperti dahulu.

Wisatawan yang ingin melihat penyu hijau dapat mengunjungi lokasi penangkaran di kawasan Tanjung Benoa, sebagaimana disebutkan dalam video.

Setelah menjelajahi pantai, perjalanan berlanjut ke Jalan Raya Pantai Kuta. Sekitar pukul 14.30, lalu lintas masih terlihat cukup lancar. Kondisi biasanya mulai semakin padat pada sore hingga malam hari, terutama sekitar pukul 16.00 sampai 19.00.

Kawasan Kuta juga memiliki akses dekat menuju Beachwalk Mall. Pusat perbelanjaan tersebut menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari sejumlah hotel di sekitar Pantai Kuta.

Dengan berbagai pembenahan tersebut, Pantai Kuta tetap mempertahankan daya tariknya sebagai destinasi wisata Bali. Perpaduan pantai, surfing, pathway, ruang aktivitas, pusat perbelanjaan, dan berbagai fasilitas wisata membuat kawasan ini terus menjadi pilihan bagi wisatawan.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : JooUpdate
Kuta Beach surfing Bali Pantai Kuta terbaru pantai kuta wisata bali