JAKARTA - Pantai Kuta masih menjadi salah satu kawasan wisata yang tidak pernah lepas dari aktivitas wisatawan di Bali. Pantai yang dikenal dengan pasir putih dan pemandangan sunset tersebut kini terlihat mengalami sejumlah perubahan setelah dilakukan penataan di beberapa bagian kawasan.
Kunjungan pada siang hari memperlihatkan suasana Pantai Kuta yang cukup ramai. Wisatawan tampak menikmati kawasan pantai, sementara para peselancar memanfaatkan ombak yang cukup besar untuk melakukan aktivitas surfing.
Tidak hanya pantainya, fasilitas di sekitar kawasan juga mulai mengalami perubahan. Salah satu yang terlihat adalah pathway baru yang dapat digunakan untuk berjalan kaki, jogging, hingga bersepeda.
Baca Juga: Uky Tantra Suarakan Kerusakan Lingkungan Lewat Reklame Raksasa KresekMen di Blitar
Pathway Menghubungkan Sejumlah Kawasan
Jalur baru tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan pesisir. Dalam video disebutkan pathway itu menghubungkan kawasan Pantai Jerman hingga menuju Seminyak.
Keberadaan jalur tersebut memberikan pilihan bagi wisatawan yang ingin menyusuri kawasan pantai dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Wisatawan juga dapat memanfaatkannya untuk menuju kawasan Legian dan Seminyak.
Di sekitar pathway, beberapa pohon mulai tumbuh dan sejumlah payung terlihat berjajar di area pantai. Penataan tersebut membuat tampilan kawasan Pantai Kuta terlihat berbeda dibandingkan sebelumnya.
Fasilitas lain yang menjadi perhatian adalah arena skateboard. Area tersebut menjadi tambahan tempat aktivitas bagi wisatawan. Para pemain skateboard terlihat memanfaatkan fasilitas tersebut, sedangkan pengunjung lain dapat menikmati suasana taman di sekitarnya.
Pantai Kuta juga memiliki sign board baru bertuliskan Kuta Beach. Papan tersebut menjadi salah satu titik yang dapat dimanfaatkan wisatawan sebagai latar foto.
Penambahan fasilitas dan penataan kawasan membuat aktivitas di Pantai Kuta semakin beragam. Pengunjung tidak hanya datang untuk bermain air, menikmati sunset, atau bersantai di pasir, tetapi juga dapat berjalan kaki, bersepeda, maupun bermain skateboard.
Ombak Kuta Tetap Jadi Magnet Peselancar
Di bibir pantai, aktivitas surfing masih menjadi salah satu pemandangan yang paling mudah ditemukan. Ombak yang cukup besar membuat banyak peselancar terlihat beraksi menggunakan papan mereka.
Dalam video, waktu sekitar pukul 11.00 hingga 15.00 disebut menjadi salah satu periode yang ramai bagi aktivitas surfing di Pantai Kuta.
Wisatawan yang ingin mencoba olahraga tersebut juga dapat menyewa papan surfing. Selain itu, terdapat instruktur lokal yang menyediakan kursus bagi pengunjung yang ingin belajar.
Biaya kursus surfing dalam video disebut sekitar 35 dolar atau kurang lebih Rp455 ribu. Wisatawan yang tertarik disarankan mencari informasi penyedia jasa dan menghubunginya secara langsung.
Keberadaan instruktur lokal menjadi salah satu bagian dari aktivitas pariwisata di Pantai Kuta. Mereka disebut memiliki pengalaman dengan karakter ombak di kawasan tersebut.
Di sepanjang pantai juga terdapat warga lokal yang berjualan berbagai kebutuhan wisatawan. Minuman ringan, kelapa muda, serta oleh-oleh khas Bali menjadi beberapa barang yang ditawarkan.
Pedagang asongan diharapkan tetap menjaga kenyamanan wisatawan. Dalam video disebutkan bahwa pedagang kini dinilai lebih sopan dan tidak terlalu memaksa pengunjung untuk membeli.
Pelayanan terhadap wisatawan domestik dan asing juga menjadi perhatian. Pelaku pariwisata di kawasan Pantai Kuta diharapkan memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh wisatawan.
Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Tunggu Keputusan Pemkot soal Kelanjutan Guru Tamu di Sekolah Rakyat
Penataan Pasar Seni dan Persoalan Sampah
Perubahan kawasan Kuta juga terlihat dari aktivitas pedagang oleh-oleh. Pasar Seni Kuta disebut masih dalam proses dipercantik atau direnovasi. Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang sementara dipindahkan ke lokasi lain.
Di lokasi sementara terdapat tenda yang menjual berbagai pernak-pernik khas Bali. Namun, penempatan tersebut dinilai belum membuat kawasan terlihat serapi yang diharapkan.
Setelah Pasar Seni Kuta kembali aktif, pedagang diharapkan dapat kembali ke lokasi semula sehingga kawasan wisata menjadi lebih tertata.
Persoalan sampah juga menjadi perhatian karena Pantai Kuta disebut rentan menerima sampah kiriman dari laut. Kondisi tersebut dapat semakin terlihat ketika hujan atau cuaca buruk.
Karena itu, kebersihan pantai menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan wisatawan. Sampah yang terbawa ke kawasan pantai diharapkan dapat segera ditangani.
Pantai Kuta juga memiliki cerita lingkungan yang berbeda pada masa lalu. Kawasan tersebut disebut pernah menjadi habitat penyu hijau. Namun, perkembangan pariwisata yang semakin intens membuat penyu hijau tidak lagi ditemukan di Pantai Kuta seperti dahulu.
Sementara itu, kondisi Jalan Raya Kuta pada sekitar pukul 14.30 masih terlihat cukup lancar. Kepadatan kendaraan biasanya mulai meningkat pada sore hari, terutama sekitar pukul 16.00 hingga 19.00.
Di sekitar kawasan tersebut terdapat Beachwalk Mall yang juga ramai dikunjungi wisatawan. Lokasinya berdekatan dengan sejumlah hotel di kawasan Kuta sehingga dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Dengan adanya berbagai pembenahan, Pantai Kuta kini menawarkan pengalaman wisata yang lebih beragam. Daya tarik lama seperti surfing dan sunset tetap menjadi magnet, sementara pathway, arena skateboard, dan penataan kawasan menjadi bagian dari wajah baru Kuta.
Sumber : JooUpdate