Pantai Parangtritis Tetap Ramai, Bus Mikro Jadi Pilihan Menuju Pantai

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:30 WIB
Pantai Parangtritis tetap ramai dengan akses bus mikro dari Terminal Giwangan, serta aktivitas ATV, berkuda, kuliner, dan penginapan.(Pinterest)
Pantai Parangtritis tetap ramai dengan akses bus mikro dari Terminal Giwangan, serta aktivitas ATV, berkuda, kuliner, dan penginapan.(Pinterest)

JAKARTA - Pantai Parangtritis masih menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi di Yogyakarta. Selain menawarkan pemandangan laut selatan dengan ombak besar, kawasan ini juga menyediakan berbagai aktivitas seperti bermain ATV, berkuda, hingga menikmati kuliner di sekitar pantai.

Perjalanan menuju Pantai Parangtritis dapat dilakukan menggunakan transportasi umum. Salah satu pilihannya adalah bus mikro yang berangkat dari kawasan Terminal Giwangan. Ongkos perjalanan yang disebut dalam video sebesar Rp20.000 dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam.

Sebelum menuju terminal, wisatawan dari kawasan Kota Yogyakarta dapat menggunakan Trans Jogja koridor 3A atau 3B. Setelah sampai di Terminal Giwangan, perjalanan dapat dilanjutkan dengan bus mikro jurusan Parangtritis.

Baca Juga: Uky Tantra Suarakan Kerusakan Lingkungan Lewat Reklame Raksasa KresekMen di Blitar

Menyusuri Rute Lama Menuju Pantai

Perjalanan menggunakan bus mikro menuju Pantai Parangtritis tidak langsung mengambil jalur selatan. Bus terlebih dahulu melewati sejumlah kawasan di Kota Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanan menuju pantai.

Rute tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan karena melewati jalur yang sudah lama digunakan angkutan menuju kawasan pesisir selatan.

Dalam video juga diceritakan mengenai perkembangan transportasi di jalur tersebut. Sebelum Trans Jogja hadir pada 2008, bus-bus mikro menjadi salah satu angkutan yang digunakan masyarakat untuk bepergian di wilayah Yogyakarta.

Jalur Jogja-Parangtritis juga pernah dilayani bus berukuran besar. Salah satunya adalah Jatayu yang disebut pernah beroperasi sebelum akhirnya berhenti sekitar tahun 2000.

Setelah itu, meningkatnya penggunaan sepeda motor turut memengaruhi keberadaan bus besar. Angkutan dengan ukuran lebih kecil kemudian menjadi salah satu pilihan yang masih bertahan di jalur tersebut.

Perjalanan menuju pantai juga melewati Jembatan Kretek. Jembatan yang dibangun pada 1990 tersebut berada di atas Sungai Opak.

Sebelum Jembatan Kretek dibangun, perjalanan dari Yogyakarta menuju Parangtritis disebut menggunakan jalur Imogiri dan Siluk. Kehadiran jembatan kemudian membuat akses menuju kawasan pantai menjadi lebih langsung.

Tarif Masuk Kawasan Jadi Perhatian

Menjelang kawasan wisata terdapat pos TPR atau tempat pemungutan retribusi. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam video, tarif masuk yang dikenakan sebesar Rp15.000 per orang.

Pos tersebut mendapat sorotan karena berada di jalur utama. Dalam video, pembuat konten mempertanyakan keberadaan pos yang berada di jalur lintas tersebut.

Namun, wisatawan yang menggunakan bus mikro disebut memiliki mekanisme berbeda. Penumpang tidak diminta membayar tiket masuk secara langsung karena bus mikro disebut telah membayar iuran secara bulanan kepada pihak TPR.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam, bus akhirnya tiba di Terminal Parangtritis. Dari terminal, wisatawan hanya perlu berjalan sekitar 50 meter untuk mencapai area pantai.

Kawasan sekitar terminal juga memiliki sejumlah pilihan penginapan. Dalam video disebutkan, harga kamar dengan kipas angin mulai sekitar Rp100.000, sedangkan kamar dengan AC berada di kisaran Rp250.000.

Wisatawan yang membutuhkan makanan juga tidak perlu berjalan jauh. Terdapat sejumlah warung makan di sekitar terminal dan kawasan pantai. Dalam perjalanan tersebut, biaya makan yang dikeluarkan sekitar Rp25.000 untuk nasi goreng dan ayam.

Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Tunggu Keputusan Pemkot soal Kelanjutan Guru Tamu di Sekolah Rakyat

ATV hingga Berkuda di Pantai

Begitu sampai di kawasan Pantai Parangtritis, wisatawan dapat langsung menikmati suasana pantai selatan dengan ombak yang cukup besar.

Selain bermain di kawasan pantai, tersedia sejumlah aktivitas wisata. Penyewaan ATV menjadi salah satu pilihan yang dapat dicoba pengunjung.

Dalam video, tarif ATV kecil disebut Rp50.000 untuk durasi sekitar 20 menit. Sementara ATV berukuran lebih besar ditawarkan dengan harga Rp100.000.

Aktivitas lain yang terlihat adalah berkuda dan delman. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata di Pantai Parangtritis.

Fasilitas pendukung seperti kamar mandi dan toilet juga tersedia di beberapa titik. Wisatawan yang bermain di pantai dapat memanfaatkannya untuk membersihkan diri.

Suasana Pantai Parangtritis saat kunjungan pada Jumat pagi terlihat cukup ramai. Namun, kondisi tersebut masih berpotensi berubah ketika memasuki akhir pekan.

Di sekitar pantai juga terlihat sejumlah penginapan dan tempat makan yang dapat menjadi pilihan wisatawan. Dengan akses transportasi umum, fasilitas penginapan, kuliner, serta berbagai aktivitas, Pantai Parangtritis tetap menjadi salah satu destinasi yang memiliki daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Nugroho Febianto
Pantai Parangtritis Terminal Giwangan ATV Parangtritis wisata jogja Wisata Yogyakarta