JAKARTA - Pantai Parangtritis bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan pantai selatan Yogyakarta dengan menggunakan transportasi umum. Dari Terminal Giwangan, perjalanan menuju destinasi ini dapat dilakukan menggunakan bus mikro dengan tarif sekitar Rp20.000.
Akses menuju Pantai Parangtritis dapat dimulai dengan menaiki Trans Jogja dari kawasan Kota Yogyakarta. Koridor 3A atau 3B dapat digunakan untuk menuju Terminal Giwangan sebelum perjalanan dilanjutkan menggunakan bus mikro.
Dalam perjalanan yang direkam pada Jumat, 24 April, waktu tempuh dari Yogyakarta menuju kawasan Pantai Parangtritis disebut sekitar satu setengah jam. Rute bus juga tidak langsung menuju selatan karena kendaraan terlebih dahulu melewati kawasan Kota Yogyakarta untuk mencari penumpang.
Baca Juga: Uky Tantra Suarakan Kerusakan Lingkungan Lewat Reklame Raksasa KresekMen di Blitar
Perjalanan Menuju Pantai
Terminal Giwangan menjadi titik perpindahan transportasi yang cukup penting dalam perjalanan tersebut. Terminal ini dipenuhi berbagai kendaraan dan aktivitas perdagangan, termasuk pedagang makanan yang berada di sekitar area terminal.
Setelah menemukan bus mikro jurusan Parangtritis, wisatawan dapat langsung melanjutkan perjalanan. Bus tersebut menjadi salah satu moda transportasi yang masih melayani perjalanan menuju kawasan pantai.
Keberadaan angkutan tersebut juga berkaitan dengan sejarah transportasi di Yogyakarta. Dalam video dijelaskan bahwa sebelum Trans Jogja mulai beroperasi pada 2008, bus mikro lebih banyak digunakan untuk melayani berbagai rute dalam kota.
Rute menuju Parangtritis juga pernah dilayani bus Jatayu. Kendaraan tersebut disebut berhenti beroperasi sekitar tahun 2000.
Perjalanan kemudian berlanjut melewati Jembatan Kretek. Jembatan yang dibangun pada 1990 itu berada di atas Sungai Opak.
Sebelum Jembatan Kretek dibangun, jalur perjalanan menuju Parangtritis disebut melewati Imogiri dan Siluk. Setelah jembatan tersedia, akses menuju kawasan pantai menggunakan jalur yang berbeda.
Sesampainya di Terminal Parangtritis, wisatawan tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mencapai pantai. Jarak terminal menuju area Pantai Parangtritis disebut hanya sekitar 50 meter.
Tarif dan Fasilitas di Sekitar Pantai
Menjelang kawasan wisata terdapat pos TPR atau tempat pemungutan retribusi. Dalam video, tarif yang disebut sebesar Rp15.000 per orang.
Pembuat konten juga memberikan kritik terhadap posisi pos tersebut karena berada di jalur utama. Kritik itu merupakan pandangan pembuat video dan bukan penetapan resmi mengenai status pungutan tersebut.
Untuk penumpang bus mikro, terdapat mekanisme pembayaran yang berbeda. Dalam video disebutkan bahwa penumpang tidak perlu kembali membayar tiket masuk secara terpisah karena bus telah memiliki kontribusi bulanan kepada pihak TPR.
Setelah tiba, wisatawan bisa menemukan berbagai pilihan fasilitas di sekitar pantai. Penginapan tersedia dengan harga yang bervariasi. Dalam video, kamar dengan kipas angin disebut berada di kisaran Rp100.000, sementara kamar ber-AC sekitar Rp250.000.
Pilihan makanan juga cukup mudah ditemukan. Salah satu contoh harga yang disebut dalam perjalanan adalah sekitar Rp25.000 untuk nasi goreng dan ayam.
Kawasan Pantai Parangtritis juga memiliki sejumlah toilet dan kamar mandi yang dapat digunakan pengunjung setelah beraktivitas di pantai.
Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Tunggu Keputusan Pemkot soal Kelanjutan Guru Tamu di Sekolah Rakyat
ATV hingga Berkuda
Daya tarik Pantai Parangtritis tidak hanya terletak pada pemandangan laut. Wisatawan dapat mencoba sejumlah aktivitas yang tersedia di kawasan pantai.
ATV menjadi salah satu pilihan yang bisa dicoba. Berdasarkan informasi dalam video, ATV berukuran kecil disewakan sekitar Rp50.000 untuk waktu 20 menit. Sementara ATV berukuran besar disebut memiliki tarif sekitar Rp100.000.
Selain ATV, tersedia pula aktivitas berkuda. Delman juga menjadi salah satu kendaraan yang dapat dijumpai di sekitar kawasan wisata.
Kondisi pantai saat kunjungan pada Jumat pagi terlihat cukup ramai. Jumlah pengunjung diperkirakan dapat bertambah ketika memasuki akhir pekan.
Ombak di Pantai Parangtritis juga terlihat besar karena berada di kawasan laut selatan. Kondisi tersebut membuat wisatawan perlu memperhatikan situasi ketika beraktivitas di dekat air.
Cuaca di kawasan pantai terasa panas sehingga pengunjung perlu menyesuaikan aktivitas selama berada di area terbuka.
Dengan pilihan transportasi umum dari Terminal Giwangan, penginapan, kuliner, serta aktivitas seperti ATV dan berkuda, Pantai Parangtritis menawarkan pilihan perjalanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan. Bus mikro juga menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin datang tanpa menggunakan kendaraan pribadi.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Nugroho Febianto