JAKARTA - Pantai Parangtritis menjadi salah satu pilihan wisata di Yogyakarta yang dapat dijangkau menggunakan transportasi umum. Wisatawan dari kawasan Kota Yogyakarta bisa menuju Terminal Giwangan terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan bus mikro dengan tarif sekitar Rp20.000.
Perjalanan menuju Pantai Parangtritis dalam video tersebut memakan waktu sekitar satu setengah jam. Bus mikro yang digunakan tidak langsung mengarah ke kawasan pantai setelah meninggalkan terminal. Kendaraan terlebih dahulu melewati sejumlah kawasan di Kota Yogyakarta untuk mengambil penumpang.
Setelah perjalanan berlanjut ke arah selatan, wisatawan akan melewati sejumlah jalur yang menjadi bagian dari akses menuju kawasan Parangtritis. Salah satu titik yang dilewati adalah Jembatan Kretek yang melintasi Sungai Opak.
Baca Juga: Uky Tantra Suarakan Kerusakan Lingkungan Lewat Reklame Raksasa KresekMen di Blitar
Transportasi Umum Jadi Alternatif
Perjalanan dari pusat Yogyakarta menuju Terminal Giwangan dapat dilakukan menggunakan Trans Jogja. Dalam video disebutkan, wisatawan dapat menggunakan koridor 3A atau 3B.
Terminal Giwangan sendiri menjadi salah satu pusat aktivitas transportasi. Berbagai bus terlihat berada di terminal tersebut, sementara pedagang makanan juga memenuhi sejumlah bagian area terminal.
Dari sana, wisatawan bisa mencari bus mikro yang menuju Parangtritis. Angkutan ini menjadi alternatif bagi pengunjung yang tidak membawa kendaraan pribadi.
Dalam video juga dibahas mengenai sejarah transportasi di jalur Yogyakarta-Parangtritis. Sebelum Trans Jogja beroperasi pada 2008, bus mikro disebut lebih banyak digunakan untuk melayani berbagai rute di Yogyakarta.
Sementara itu, rute Jogja-Parangtritis juga pernah dilayani bus Jatayu. Bus tersebut disebut sudah tidak beroperasi sekitar tahun 2000.
Jalur menuju pantai mengalami perubahan setelah Jembatan Kretek dibangun pada 1990. Sebelumnya, rute lama menuju Parangtritis disebut melewati Imogiri dan Siluk.
Jembatan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karena menghubungkan jalur di atas Sungai Opak. Dalam video disebutkan pula bahwa Sungai Opak berasal dari kawasan Gunung Merapi.
Tiba di Terminal Parangtritis
Setelah perjalanan sekitar satu setengah jam, bus mikro akhirnya tiba di Terminal Parangtritis. Lokasi terminal cukup dekat dengan kawasan pantai sehingga wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Jarak antara terminal dan pantai disebut sekitar 50 meter. Kondisi ini membuat transportasi umum menjadi pilihan yang cukup praktis bagi wisatawan yang ingin menghindari perjalanan tambahan menggunakan kendaraan lain.
Di sekitar terminal dan pantai juga terdapat sejumlah penginapan. Dalam video, harga kamar dengan kipas angin disebut berada di kisaran Rp100.000, sedangkan kamar dengan AC sekitar Rp250.000.
Pilihan kuliner juga tersedia. Salah satu makanan yang dibeli dalam perjalanan berupa nasi goreng dan ayam dengan harga sekitar Rp25.000.
Menjelang kawasan wisata terdapat pos TPR yang dalam video disebut memungut tarif Rp15.000 per orang. Pembuat konten memberikan kritik terhadap keberadaan pos tersebut karena lokasinya berada di jalur utama.
Khusus penumpang bus mikro, video menyebut biaya retribusi tersebut telah termasuk dalam mekanisme pembayaran yang dilakukan oleh angkutan. Informasi tersebut merupakan penjelasan yang disampaikan dalam video.
Baca Juga: Dispendik Kota Blitar Tunggu Keputusan Pemkot soal Kelanjutan Guru Tamu di Sekolah Rakyat
Aktivitas Wisata di Pantai
Sesampainya di Pantai Parangtritis, pengunjung dapat menikmati suasana pantai dengan karakteristik ombak laut selatan yang besar. Saat kunjungan dilakukan pada Jumat pagi, kondisi kawasan terlihat sudah cukup ramai.
Berbagai aktivitas tersedia bagi wisatawan. Salah satunya adalah mengendarai ATV di area pantai.
Tarif ATV kecil yang disebut dalam video sekitar Rp50.000 dengan durasi 20 menit. Sementara ATV berukuran besar disebut memiliki harga sekitar Rp100.000.
Selain ATV, pengunjung juga dapat mencoba berkuda. Delman turut terlihat beroperasi di sekitar kawasan pantai.
Fasilitas seperti toilet dan kamar mandi juga tersedia di sejumlah titik. Ada pula area yang memiliki kolam renang, meskipun saat kunjungan kolam tersebut sedang dikuras.
Kondisi cuaca di kawasan pantai terasa panas. Wisatawan yang beraktivitas di ruang terbuka perlu menyesuaikan waktu kunjungan dan aktivitas dengan kondisi tersebut.
Dengan akses bus dari Terminal Giwangan, perjalanan menuju Pantai Parangtritis dapat dilakukan tanpa kendaraan pribadi. Ditambah pilihan penginapan, kuliner, ATV, berkuda, dan fasilitas pendukung, kawasan ini tetap menawarkan berbagai pilihan bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di pesisir selatan Yogyakarta.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Nugroho Febianto