MALANG - Pantai Balai Kambang menjadi salah satu destinasi wisata di Malang Selatan yang memiliki ciri khas berbeda. Di depan garis pantainya terdapat Pulau Ismoyo yang di atasnya berdiri Pura Luhur Amerta Jati, tempat ibadah umat Hindu yang menjadi ikon kawasan tersebut.
Pantai Balai Kambang berada di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Akses menuju pantai berada tepat di kawasan perempatan JLS Balai Kambang. Dari arah Bantur, pengunjung cukup mengikuti jalan lurus menuju lokasi.
Salah satu hal yang membuat Pantai Balai Kambang berbeda dari pantai lain di Malang adalah keberadaan pura di atas pulau kecil. Pemandangan tersebut bahkan membuat pantai ini kerap diingat sebagai pantai yang memiliki pura, dengan lanskap yang sekilas menyerupai Tanah Lot di Bali.
Baca Juga: Cara Menggunakan Laman Simulasi TKA 2026, Cek Tahapan Login dan Isi Token
Jalan Masuk Membelah Hutan
Sebelum sampai ke kawasan pantai, pengunjung akan melewati jalan yang berada di tengah kawasan hutan. Di sepanjang perjalanan, pepohonan berukuran besar dan semak yang masih rapat terlihat di sisi kanan dan kiri jalan.
Namun, kondisi jalan menuju pantai tidak seluruhnya mulus. Terdapat bagian jalan yang berlubang dan dapat terisi air ketika hujan. Kondisi tersebut membuat kendaraan harus lebih berhati-hati saat melintas.
Untuk masuk ke kawasan Pantai Balai Kambang, pengunjung dikenakan tiket Rp20.000 per orang. Sementara itu, biaya parkir sepeda motor sebesar Rp5.000 dan mobil Rp10.000.
Kawasan pantai ini cukup panjang. Dalam video perjalanan tersebut, panjang garis pantainya diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer. Kondisi ini memberikan banyak pilihan bagi pengunjung untuk menentukan lokasi yang nyaman untuk menikmati suasana pantai.
Di sepanjang kawasan pantai juga terdapat banyak warung makan. Selain itu, tersedia toko pakaian, penjual suvenir, serta sejumlah penginapan yang memudahkan wisatawan apabila ingin menghabiskan waktu lebih lama di sekitar pantai.
Aturan parkir disebut dapat berbeda antara hari biasa dan akhir pekan. Saat weekday, kendaraan dapat masuk hingga bagian barat kawasan pantai. Sementara ketika weekend, kendaraan roda empat seperti mobil, elf, atau bus dibatasi untuk parkir sebelum musala. Sepeda motor masih dapat parkir lebih jauh ke arah barat.
Pembatasan tersebut berkaitan dengan jumlah pengunjung yang biasanya lebih banyak saat akhir pekan. Dengan kendaraan tidak memenuhi halaman pantai, kawasan wisata diharapkan tetap terasa nyaman dan tidak terlalu padat.
Pasir Putih dan Air Laut Bergradasi
Pantai Balai Kambang memiliki pasir berwarna putih kekuningan dengan tekstur yang relatif halus. Di area pantai juga tidak banyak batu karang yang dapat mengganggu aktivitas pengunjung.
Ombak di kawasan ini disebut tidak terlalu ganas sehingga bagian tepi pantai dapat digunakan untuk bermain air. Anak-anak juga masih dapat bermain di laut dengan pengawasan orang dewasa. Pengunjung tetap disarankan tidak berenang terlalu jauh ke tengah.
Warna air laut Pantai Balai Kambang dapat terlihat bergradasi, mulai dari hijau, biru terang hingga biru gelap. Namun, kondisi warna air sangat dipengaruhi musim.
Di sisi barat pantai terdapat muara sungai. Saat musim hujan dan aliran sungai meningkat akibat hujan deras, air laut di sekitar kawasan tersebut dapat terlihat lebih keruh. Sebaliknya, ketika musim kemarau dan cuaca cerah, warna laut tampak lebih jernih dan menarik.
Baca Juga: Cara Login Simulasi TKA SD SMP, Ada 75 Menit untuk Mengerjakan Soal
Muara sungai juga dapat menjadi lokasi bermain air karena bagian tersebut relatif dangkal. Dalam video, kawasan ini terlihat dimanfaatkan anak-anak untuk bermain air menggunakan pelampung.
Daya tarik lain berada di Pulau Ismoyo. Untuk menuju pulau tersebut, pengunjung harus melewati jembatan yang menjadi salah satu spot foto favorit. Dari atas jembatan, panorama Pantai Balai Kambang terlihat lebih luas.
Jembatan dengan panjang sekitar 50 meter tersebut juga menjadi tempat yang menarik untuk mengabadikan momen dengan latar Pulau Ismoyo maupun Pura Luhur Amerta Jati.
Pengunjung perlu memperhatikan aturan ketika berada di sekitar pura. Pura tersebut tidak boleh dimasuki wisatawan dan hanya dibuka ketika digunakan untuk kegiatan ibadah atau hari raya. Bahkan ketika kegiatan keagamaan berlangsung, pengunjung tetap tidak diperbolehkan masuk agar tidak mengganggu jalannya ibadah.
Keberadaan Pulau Ismoyo dan Pura Luhur Amerta Jati menjadi identitas utama Pantai Balai Kambang. Ditambah garis pantai yang panjang, kawasan teduh, muara sungai, serta berbagai fasilitas wisata, pantai ini menawarkan pengalaman yang cukup lengkap bagi wisatawan yang berkunjung ke Malang Selatan.
Editor : M. Helmi Nurhisam