Pantai Balai Kambang Malang, Ada Pulau dengan Pura di Tengah Laut

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 16:46 WIB
Pantai Balai Kambang di Malang punya Pulau Ismoyo dengan Pura Luhur Amerta Jati, pasir putih kekuningan, dan panorama laut yang khas(Pinterest)
Pantai Balai Kambang di Malang punya Pulau Ismoyo dengan Pura Luhur Amerta Jati, pasir putih kekuningan, dan panorama laut yang khas(Pinterest)

MALANG - Pantai Balai Kambang menjadi salah satu pantai di Kabupaten Malang yang memiliki lanskap cukup khas. Di depan pantai terdapat sebuah pulau kecil bernama Pulau Ismoyo. Di atas pulau tersebut berdiri Pura Luhur Amerta Jati yang menjadi ikon utama Pantai Balai Kambang.

Pantai Balai Kambang berada di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Lokasinya dapat diakses melalui jalan yang berada tepat di kawasan perempatan JLS Balai Kambang. Jika datang dari arah Bantur, perjalanan menuju pantai dapat dilanjutkan dengan mengikuti jalan lurus.

Keberadaan pura di atas Pulau Ismoyo menjadi pembeda utama Pantai Balai Kambang dibandingkan sejumlah pantai lain di Malang. Pemandangan pura yang berdiri di atas pulau kecil tersebut bahkan membuat kawasan ini memiliki suasana yang sekilas mengingatkan pada Tanah Lot di Bali.

Baca Juga: Pembahasan Soal TKA Matematika Kelas 6: Dadu, Sembako, hingga Data Perpustakaan

Masuk Pantai Melewati Kawasan Hutan

Perjalanan menuju Pantai Balai Kambang memberikan pengalaman tersendiri. Jalan menuju kawasan pantai melewati area hutan yang masih cukup lebat. Pepohonan besar dan semak-semak terlihat memenuhi sisi kanan dan kiri jalan.

Meski begitu, kondisi jalan masuk belum seluruhnya mulus. Terdapat sejumlah bagian yang berlubang. Ketika hujan turun, lubang tersebut dapat terisi air sehingga kendaraan perlu melaju dengan lebih hati-hati.

Harga tiket masuk Pantai Balai Kambang dalam video perjalanan tersebut sebesar Rp20.000 per orang. Pengunjung yang membawa sepeda motor dikenakan biaya parkir Rp5.000, sedangkan mobil Rp10.000.

Setelah memasuki kawasan pantai, pengunjung akan menemukan garis pantai yang cukup panjang. Panjangnya diperkirakan sekitar satu kilometer sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan tempat untuk menikmati suasana pantai.

Kawasan Pantai Balai Kambang juga dilengkapi berbagai fasilitas. Di sepanjang pantai terdapat warung makan, toko pakaian, penjual suvenir, hingga penginapan. Kondisi tersebut membuat wisatawan relatif mudah mencari kebutuhan selama berada di kawasan pantai.

Aturan parkir kendaraan juga dapat berbeda antara weekday dan weekend. Saat hari biasa, kendaraan dapat masuk hingga bagian barat pantai. Sementara pada akhir pekan, kendaraan roda empat, elf, maupun bus dibatasi untuk parkir sebelum area musala.

Pembatasan tersebut membuat kendaraan tidak terlalu memenuhi kawasan pantai ketika jumlah wisatawan meningkat pada akhir pekan. Sepeda motor disebut masih dapat diparkir lebih jauh ke arah barat.

Air Laut Bisa Berubah Sesuai Musim

Pantai Balai Kambang memiliki pasir berwarna putih kekuningan dengan tekstur yang halus. Area pasir juga relatif nyaman untuk aktivitas di tepi pantai karena tidak dipenuhi batu karang.

Ombaknya disebut tidak terlalu ganas sehingga pengunjung masih dapat bermain air di kawasan pantai. Anak-anak juga dapat bermain di sekitar tepi laut, tetapi tetap perlu diawasi dan tidak disarankan terlalu jauh menuju tengah.

Salah satu pemandangan menarik terlihat dari gradasi warna laut. Air dapat terlihat mulai dari hijau, biru terang hingga biru gelap. Namun, warna air di Pantai Balai Kambang tidak selalu sama.

Di sisi barat pantai terdapat muara sungai. Saat musim hujan, debit air sungai dapat meningkat sehingga air laut di sekitarnya menjadi lebih keruh. Sebaliknya, ketika musim kemarau dengan cuaca cerah, warna laut terlihat lebih menarik.

Baca Juga: Cara Menggunakan Laman Simulasi TKA 2026, Cek Tahapan Login dan Isi Token

Muara tersebut juga menjadi lokasi bermain air yang relatif dangkal. Anak-anak dapat bermain di area tersebut dengan tetap mendapatkan pengawasan.

Dari pantai, wisatawan dapat menuju Pulau Ismoyo melalui sebuah jembatan. Jembatan sepanjang sekitar 50 meter ini menjadi salah satu lokasi favorit untuk berfoto. Dari atas jembatan, pengunjung dapat melihat garis Pantai Balai Kambang sekaligus Pulau Ismoyo dan pura di atasnya.

Pura Luhur Amerta Jati sendiri merupakan tempat ibadah umat Hindu. Pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke area pura. Tempat tersebut hanya dibuka ketika digunakan untuk kegiatan ibadah atau hari raya, dan wisatawan tetap harus menghormati aturan yang berlaku.

Selain Pantai Balai Kambang, terdapat Pantai Regent di kawasan sekitar. Kedua pantai tersebut memiliki muara sungai masing-masing. Kondisi ini menjadi keunikan lain karena dalam satu kawasan terdapat dua pantai yang dipisahkan oleh aliran sungai.

Dengan kombinasi pantai berpasir putih kekuningan, hutan yang masih rimbun, Pulau Ismoyo, serta Pura Luhur Amerta Jati, Pantai Balai Kambang memiliki karakter yang cukup kuat sebagai salah satu tujuan wisata di Malang Selatan.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : KE SANA
Pantai Balai Kambang Pulau Ismoyo Pura Luhur Amerta Jati wisata Malang Selatan Pantai Malang