MALANG - Pantai Balai Kambang menjadi salah satu destinasi wisata di pesisir selatan Kabupaten Malang yang memiliki pemandangan khas. Di depan garis pantainya terdapat Pulau Ismoyo, sebuah pulau kecil yang menjadi lokasi berdirinya Pura Luhur Amerta Jati.
Keberadaan pura di atas pulau tersebut menjadi identitas yang melekat pada Pantai Balai Kambang. Dalam video perjalanan, pantai ini disebut sebagai salah satu kawasan di Kabupaten Malang yang memiliki tempat ibadah umat Hindu di atas pulau kecil.
Pantai Balai Kambang berada di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Jalan menuju pantai berada tepat di kawasan perempatan JLS Balai Kambang. Dari arah Bantur, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan lurus menuju lokasi.
Baca Juga: Pembahasan Soal TKA Matematika Kelas 6: Dadu, Sembako, hingga Data Perpustakaan
Masuk Pantai Lewat Hutan
Sebelum sampai di kawasan pantai, perjalanan akan melewati jalan yang membelah hutan. Kondisi lingkungan di sekitar akses masuk masih didominasi pepohonan berukuran besar dan semak yang cukup rapat.
Suasana tersebut membuat perjalanan menuju Pantai Balai Kambang terasa teduh. Bahkan setelah sampai di kawasan pantai, sejumlah bagian halaman masih dinaungi pepohonan yang tumbuh cukup rimbun.
Meski begitu, pengunjung perlu memperhatikan kondisi jalan. Ada bagian jalan masuk yang berlubang dan dapat dipenuhi air ketika hujan. Kondisi tersebut membuat kendaraan harus lebih berhati-hati ketika melintas.
Harga tiket masuk Pantai Balai Kambang dalam video disebut sebesar Rp20.000 per orang. Pengunjung yang membawa sepeda motor dikenakan biaya parkir Rp5.000, sedangkan mobil Rp10.000.
Pantai ini memiliki garis pantai yang panjang, diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer. Luasnya area tersebut memungkinkan pengunjung memilih berbagai titik untuk menikmati suasana pantai.
Di sepanjang kawasan pantai terdapat banyak warung makan. Selain itu, wisatawan dapat menemukan toko pakaian, penjual suvenir, serta sejumlah penginapan.
Aturan parkir kendaraan disebut berbeda antara hari biasa dan akhir pekan. Ketika weekday, kendaraan dapat masuk hingga bagian barat kawasan pantai. Saat weekend, kendaraan roda empat seperti mobil, elf, dan bus dibatasi untuk parkir sebelum musala.
Sepeda motor masih dapat diparkir lebih jauh ke arah barat. Pembatasan kendaraan roda empat tersebut membuat area pantai tidak terlalu dipenuhi kendaraan ketika jumlah pengunjung meningkat pada akhir pekan.
Pulau Ismoyo dan Pura Jadi Ikon
Pantai Balai Kambang memiliki pasir berwarna putih kekuningan dengan tekstur yang halus. Area pantainya juga relatif minim batu karang. Ombak yang tidak terlalu ganas membuat pengunjung masih dapat bermain air di sekitar tepi pantai.
Anak-anak dapat bermain di laut dengan tetap berada dalam pengawasan. Pengunjung tetap disarankan tidak terlalu jauh menuju bagian tengah laut.
Pemandangan lain yang menarik adalah gradasi warna air laut. Dalam kondisi tertentu, warna air terlihat mulai dari hijau, biru terang hingga biru gelap. Namun, warna tersebut dapat berubah mengikuti musim.
Di sisi barat Pantai Balai Kambang terdapat muara sungai. Saat musim hujan, air sungai yang meningkat dapat membuat kawasan laut di sekitarnya menjadi lebih keruh. Sementara saat musim kemarau dan cuaca cerah, warna laut terlihat lebih menarik.
Baca Juga: Pembahasan Soal Simulasi TKA Matematika SD, Ada Pecahan hingga Susu Kedelai
Muara tersebut juga dapat digunakan untuk bermain air karena relatif dangkal. Dalam video, kawasan itu terlihat menjadi tempat anak-anak bermain dengan menggunakan pelampung.
Untuk menuju Pulau Ismoyo, wisatawan harus melewati sebuah jembatan. Jembatan dengan panjang sekitar 50 meter tersebut menjadi salah satu spot favorit untuk mengambil foto.
Dari atas jembatan, pengunjung dapat melihat garis Pantai Balai Kambang dari sudut yang lebih luas. Pulau Ismoyo dan Pura Luhur Amerta Jati juga menjadi latar yang menarik untuk foto maupun unggahan media sosial.
Namun, pengunjung wajib menghormati aturan di sekitar pura. Pura Luhur Amerta Jati merupakan tempat ibadah umat Hindu dan tidak boleh dimasuki wisatawan.
Pura tersebut dibuka ketika digunakan untuk kegiatan ibadah atau hari raya. Meski demikian, pengunjung tetap tidak diperbolehkan masuk ketika kegiatan keagamaan berlangsung agar tidak mengganggu jalannya ibadah.
Di sekitar pura terdapat pendopo kecil yang dapat digunakan untuk duduk dan beristirahat sambil menikmati pemandangan laut.
Selain Pantai Balai Kambang, terdapat Pantai Regent di kawasan sekitar. Kedua pantai tersebut disebut memiliki muara sungai masing-masing. Kondisi ini menjadi keunikan tersendiri karena dua kawasan pantai berdekatan memiliki aliran sungai sendiri.
Dengan pasir putih kekuningan, pepohonan yang rimbun, ombak relatif tenang, serta Pulau Ismoyo dengan Pura Luhur Amerta Jati, Pantai Balai Kambang menawarkan daya tarik yang berbeda dari sejumlah pantai lain di Malang Selatan.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : KE SANA