BOGOR - JungleLand menghadirkan beragam wahana dengan tingkat keseruan yang berbeda. Dalam sebuah kunjungan yang terekam melalui vlog, rombongan mencoba sejumlah permainan, mulai dari Harvest Time, Ontang Anting, rumah hantu, Biang Lala, hingga bumper car.
Kunjungan ke JungleLand dilakukan setelah rombongan menyelesaikan acara kantor. Salah satu anggota rombongan mengaku baru pertama kali datang sehingga cukup penasaran dengan suasana tempat rekreasi tersebut.
Setelah memastikan tiket sudah tersedia, mereka langsung memasuki area JungleLand. Sebelum memulai perjalanan, rombongan sempat membuat konten singkat untuk media sosial. Setelah itu, mereka mulai berpindah dari satu wahana ke wahana lainnya.
Wahana pertama yang dicoba adalah Harvest Time. Permainan tersebut disebut memiliki konsep seperti roller coaster. Namun, sensasi yang dirasakan rombongan tidak terlalu menegangkan.
Harvest Time hanya berlangsung dalam dua kali putaran. Salah satu anggota rombongan bahkan memilih tidak ikut karena mendapat tugas mendokumentasikan perjalanan. Momen tersebut dimanfaatkan untuk merekam aksi teman-temannya ketika menaiki wahana.
Baca Juga: Waterboom Lippo Cikarang Ramai, Tiket Rp55 Ribu dan Perosotan Besar Tak Dipakai
Ontang Anting Bikin Salah Satu Pengunjung Pusing
Perjalanan berlanjut ke wahana Ontang Anting. Jika Harvest Time dianggap cukup santai, wahana ini justru memberikan pengalaman berbeda.
Gerakannya yang cepat membuat salah satu anggota rombongan mengaku tidak kuat setelah turun. Ia terlihat sempoyongan dan merasa pusing. Kondisi tersebut membuat rombongan memilih berhenti sejenak untuk membeli air putih.
Waktu istirahat digunakan untuk menunggu kondisi kembali pulih. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan dengan memilih wahana yang dianggap lebih santai.
Pilihan berikutnya adalah rumah hantu. Meski awalnya penasaran, beberapa anggota rombongan terlihat ragu untuk masuk. Pada akhirnya, hanya dua orang yang memberanikan diri mencoba wahana tersebut.
Rumah hantu itu memiliki bagian awal yang harus dilewati dengan berjalan kaki sebelum pengunjung melanjutkan perjalanan menggunakan kereta. Rasa takut bahkan sudah terlihat sejak rombongan mulai memasuki area wahana.
Dua orang yang masuk kemudian keluar dengan reaksi cukup heboh. Sementara anggota lainnya memilih menjadi dokumentasi dan menunggu di bagian akhir wahana.
Biang Lala dan Bumper Car Jadi Penutup
Setelah rumah hantu, rombongan menuju Biang Lala. Berada di atas wahana memberikan kesempatan untuk melihat pemandangan di sekitar area JungleLand.
Namun, ketinggian tetap membuat salah satu anggota rombongan merasa takut. Ia terlihat berpegangan selama berada di atas wahana. Meski demikian, suasana Biang Lala secara umum dianggap tidak terlalu menegangkan.
Wahana terakhir yang dicoba adalah bumper car. Sebelum bermain, rombongan harus mengantre bersama pengunjung lainnya. Sambil menunggu, mereka melihat beberapa pengunjung yang kesulitan mengendalikan kendaraan hingga tersangkut.
Baca Juga: Waterboom Lippo Cikarang Ramai, Tiket Rp55 Ribu dan Perosotan Besar Tak Dipakai
Ketika mendapat giliran, rombongan menggunakan mobil berwarna putih. Kendaraan tersebut kemudian dikemudikan oleh istri salah satu anggota rombongan.
Gaya mengemudinya digambarkan cukup agresif karena beberapa kali menabrak kendaraan lain. Permainan berlangsung dalam suasana santai dan penuh candaan hingga akhirnya rombongan memutuskan berhenti.
Waktu yang semakin sore menjadi salah satu alasan mereka mengakhiri aktivitas di JungleLand. Sebelumnya, waktu kunjungan juga cukup banyak digunakan untuk beristirahat setelah mencoba Ontang Anting.
Sebelum meninggalkan lokasi, rombongan sempat mencetak foto sebagai kenang-kenangan. Setelah itu, mereka mencari tempat lain untuk melanjutkan kegiatan dan menutup perjalanan.
Dari rangkaian wahana yang dicoba, setiap permainan memberikan pengalaman berbeda. Harvest Time terasa lebih santai, Ontang Anting memberikan sensasi yang membuat salah satu anggota rombongan pusing, rumah hantu memicu rasa takut, sedangkan Biang Lala dan bumper car menjadi bagian akhir dari perjalanan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Miko & Ester