JAKARTA - Hotel bintang lima di Jakarta, Jogja, dan Bali menawarkan pengalaman menginap dengan karakter yang berbeda. Dalam sebuah video ulasan, tiga hotel dibandingkan berdasarkan kamar, fasilitas, pelayanan, dan makanan. Hasil penilaian menempatkan hotel di Bali sebagai yang memperoleh skor keseluruhan paling tinggi.
Tiga hotel yang dicoba adalah Orient Hotel di Jakarta, Mariot Hotel di Jogja, dan Desa Potato Head di Bali. Ketiganya mendapatkan penilaian berbeda setelah pengulas mencoba kamar, fasilitas, hingga sarapan yang disediakan.
Perjalanan dimulai dari Orient Hotel di Jakarta. Dari sisi kamar, pengulas menilai ruangan tersebut bersih, elegan, dan rapi. Kamar juga dilengkapi sejumlah fasilitas seperti setrika uap, brankas, televisi, minibar, air mineral, perlengkapan mandi, serta welcome cake berupa cokelat.
Salah satu bagian kamar yang menjadi perhatian adalah area kamar mandi. Posisi bathtub berada di area yang dapat terlihat dari bagian ruangan karena tidak menggunakan tirai. Hotel juga memiliki arsitektur yang dianggap unik dan artistik.
Baca Juga: 5 Hotel Murah di Surabaya Mulai Rp70 Ribuan, Cocok untuk Transit dan Liburan
Fasilitas Orient Hotel mencakup perpustakaan, gym, spa, serta kolam renang. Gym dilengkapi treadmill, sepeda, peralatan latihan, dan area yoga. Kolam renangnya berada di tengah hotel dan terbuka sehingga pengunjung dapat melihat pemandangan sekitar.
Pengulas memberikan nilai 9 untuk kamar dan 9 untuk fasilitas. Sementara breakfast mendapatkan nilai 8,5 karena pilihan makanan yang dinilai enak dan memiliki ciri khas.
Mariot Hotel di Jogja
Perjalanan kemudian berlanjut ke Mariot Hotel di Jogja. Salah satu pengalaman yang dicoba adalah connecting room, yakni dua kamar yang terhubung melalui sebuah pintu.
Kamar dinilai bersih dan elegan. Pengulas juga menggunakan area meja sebagai tempat bekerja dan mengedit. Fasilitas kamar lainnya meliputi WiFi, kulkas, kopi, setrika dan meja setrika, televisi berukuran besar, perlengkapan mandi, hair dryer, hingga speaker JBL yang terintegrasi dengan jam.
Hotel tersebut juga memberikan kejutan berupa kue untuk ulang tahun ayah pengulas. Selain itu, layanan pemesanan es batu melalui telepon mendapat apresiasi karena dinilai cepat.
Untuk makanan, breakfast menyediakan banyak pilihan, seperti sup, ayam goreng, sate, sayuran, nasi, bihun, buah, dan minuman. Hotel juga memiliki kolam renang dan gym yang dinilai cukup lengkap.
Pengulas memberikan nilai 7 untuk kamar, 7,5 untuk fasilitas, dan 8 untuk makanan.
Desa Potato Head di Bali
Hotel bintang lima terakhir yang dicoba adalah Desa Potato Head di Bali. Hotel ini berada di pinggir pantai dan menonjolkan konsep daur ulang serta penggunaan material yang unik.
Sejak area masuk, pengulas menyoroti penggunaan bambu pada sejumlah bagian bangunan. Hotel juga memberikan welcome gift berupa tumbler yang dapat dibawa pulang. Tas yang diberikan disebut dibuat dari hasil daur ulang botol plastik.
Pelayanan menjadi salah satu aspek yang paling diapresiasi. Staf hotel mengantar pengulas menuju kamar sambil menjelaskan berbagai fasilitas. Kamar juga mendapatkan upgrade sehingga memperoleh lokasi dengan pemandangan yang dianggap lebih baik.
Baca Juga: 5 Hotel Murah di Surabaya Mulai Rp70 Ribuan, Cocok untuk Transit dan Liburan
Di dalam kamar terdapat bar, brankas, tas dan sandal berbahan bambu, perlengkapan minuman, kopi, teh, kue, buku, serta berbagai perlengkapan mandi. Hotel juga menyediakan sunscreen, aloe vera, hand sanitizer, dan perlengkapan lain.
Pengulas juga mengikuti sesi pembuatan jamu. Fasilitas lainnya meliputi gym, spa, area pantai, dan beach club. Tamu yang menginap dapat menikmati area tempat duduk di beach club tanpa biaya tambahan sebagaimana dijelaskan dalam video.
Untuk kamar, Desa Potato Head mendapatkan nilai 9,5. Fasilitas diberi nilai 9,8, sedangkan makanan memperoleh nilai 10. Penilaian tersebut membuat hotel di Bali menjadi yang tertinggi dari tiga hotel yang dicoba.
Meski demikian, pengulas menutup perbandingan dengan mengingatkan bahwa pilihan hotel kembali pada kebutuhan masing-masing. Menginap di hotel dengan harga tinggi dinilai perlu disesuaikan dengan seberapa banyak fasilitas dan pengalaman yang benar-benar dinikmati selama perjalanan.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Egan Usup