Rumah Box Satu Lantai di Bintaro Dibangun di Bawah Rp300 Juta

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 17:50 WIB
Rumah box satu lantai Stranger House di Bintaro dibangun dengan anggaran di bawah Rp300 juta, lengkap dengan taman dan bukaan lebar.(pinterest)
Rumah box satu lantai Stranger House di Bintaro dibangun dengan anggaran di bawah Rp300 juta, lengkap dengan taman dan bukaan lebar.(pinterest)

BINTARO - Rumah box satu lantai bernama Stranger House menawarkan konsep hunian sederhana dengan bukaan lebar, taman hijau, serta penggunaan material yang dibuat apa adanya. Meski berdiri di atas lahan yang cukup luas, rumah tersebut dibangun dengan anggaran kurang dari Rp300 juta.

Stranger House merupakan rumah milik Ferdy dan Mutia yang dikunjungi Rizki Abadi dalam program home tour. Hunian tersebut berada agak jauh dari jalan utama. Posisi itu sengaja dipilih agar rumah terasa lebih tenang sekaligus memiliki area hijau di bagian depan.

Lahan yang digunakan memiliki lebar sekitar 11 meter dan panjang sekitar 27,5 meter. Sementara itu, luas bangunan sekitar 90 meter persegi. Bangunan utama berbentuk kotak memiliki ukuran sekitar 6 x 14 meter.

Ferdy menyebut konsep rumah box satu lantai dipilih karena ingin mendapatkan hunian yang sederhana. Ia tidak menginginkan terlalu banyak sekat dan justru memperbanyak bukaan agar sirkulasi udara dan cahaya dapat masuk ke dalam rumah.

Baca Juga: 6 Hotel Murah di Surabaya Mulai Rp80 Ribuan, Ada yang Dekat Terminal dan Kampus

Konsep tersebut terlihat sejak bagian depan. Pagar menggunakan rangka besi ringan dengan chicken wire. Area carport dibuat menggunakan struktur besi dan pengecoran yang memiliki pola tertentu. Beberapa bagian dibuat terbuka agar air tetap dapat meresap ke tanah.

Bagian eksterior juga mempertahankan kesan semi-industrial. Dinding menggunakan finishing dengan motif terrazzo, sementara beberapa elemen sengaja tidak dibuat terlalu rapi untuk mempertahankan karakter material.

Pintu utama berada di balik area teras kecil. Salah satu elemen yang cukup menonjol adalah penggunaan glass block berukuran besar hingga bagian atas. Material tersebut memungkinkan cahaya masuk tanpa membuat rumah kehilangan privasi.

Masuk ke dalam rumah, konsep semi-industrial masih dipertahankan. Lantai menggunakan beton yang kemudian diberi lapisan coating. Permukaannya memiliki beberapa retakan rambut yang muncul selama proses bangunan. Bagi pemilik, perubahan tersebut justru menjadi bagian dari karakter rumah.

Hunian ini memiliki dua kamar tidur. Kamar utama ditempati Ferdy dan istrinya, sedangkan kamar lainnya digunakan sebagai kamar anak. Ukuran keduanya relatif compact dan tidak dibuat terlalu besar.

Area keluarga berada di bagian tengah rumah. Furnitur yang digunakan sebagian besar merupakan barang lepas dan beberapa perabot dari rumah lama. Dengan konsep tersebut, pemilik dapat mengubah posisi furnitur tanpa harus bergantung pada banyak perabot built-in.

Dapur dan ruang makan juga dibuat sederhana. Meja island menggunakan beton dan berfungsi sekaligus sebagai meja makan maupun tempat menyajikan makanan. Dapur memiliki bukaan yang langsung mengarah ke area luar sehingga sirkulasi udara dapat berjalan tanpa mengandalkan exhaust.

Di bagian belakang terdapat pintu lipat yang membuka akses menuju teras dan taman. Area hijau tersebut cukup luas dan kerap digunakan keluarga untuk berkumpul atau bermain bersama anak.

Taman juga menjadi bagian penting dari konsep Stranger House. Pemilik mempertahankan sejumlah tanaman yang ada dan membuat area hijau di sekitar rumah. Selain taman, terdapat area laundry yang berada di bagian belakang.

Menurut Ferdy, proses pembangunan rumah berlangsung sekitar 3,5 hingga 4 bulan. Tantangan utamanya adalah kondisi lahan yang memiliki kemiringan. Sebelum pembangunan, lahan perlu melalui proses pengurukan dan penanganan tertentu.

Untuk mengantisipasi air, rumah juga dilengkapi enam control tank. Sistem tersebut dibuat sebagai bagian dari upaya pengelolaan air di area rumah.

Hal yang paling menarik adalah anggaran pembangunannya. Ferdy mengungkapkan biaya pembangunan berada di kisaran Rp200 juta dan belum mencapai Rp300 juta. Anggaran tersebut mencakup proses pembangunan setelah lahan dipersiapkan.

Ia menyebut penggunaan anggaran tersebut terbantu oleh kontraktor yang dikenalnya dan memiliki visi yang sejalan. Pembangunan Stranger House pun menjadi tantangan untuk mewujudkan rumah dengan konsep berbeda tanpa membuat biaya membengkak.

Setelah sekitar satu tahun ditempati, Ferdy mengaku puas dengan hasilnya. Baginya, rumah tidak harus mengikuti bentuk hunian yang seragam. Stranger House justru dirancang sebagai tempat beristirahat dengan suasana lebih tenang, banyak bukaan, serta ruang hijau yang dapat dinikmati keluarga.

Ke depan, beberapa bagian masih dapat dikembangkan, termasuk kemungkinan membuat garasi tertutup atau menambah ruang sesuai kebutuhan keluarga. Namun, Ferdy tetap ingin mempertahankan konsep utama rumah satu lantai tersebut.

Editor : M. Helmi Nurhisam
Bintaro rumah box satu lantai Stranger House desain rumah rumah murah